Bagi orang awam yang gres aja mau masuk ke ranah pemrograman, ngoding itu gak praktis dipelajari. Ibarat mendulang semangat untuk berdiri dari rasa malas, berguru bahasa pemrograman itu butuh waktu yang usang dan mental baja yang lebih, terutama kesabaran. Error itu emang praktis banget bikin baper. Ya kan ya? Mengingat aku juga benar-benar berguru ngoding dari nol, jd aku tau banget rasanya gimana diejek oleh error terus-terusan, dijejali console hitam putih yang sungguh tak sedap dipandang oleh aku yang lebih menyukai estetika User Interface. Suka gak suka sih, masa-masa tersebut terlewati jg hingga sekarang, dari fase benci menjadi cinta :D Ternyata memang bener dah kata orang, benci dan cinta itu beda-beda tipis wkwk.
From all above, aku menghargai siapapun orang yang mau berguru ngoding, terutama untuk adik-adik tingkat aku yang sedang dalam tahap pengerjaan skripsi. Saya suka bilang ke adik tingkat gini, berikan kisah terbaik di masa-masa terakhir kuliah dengan perjuangan untuk ngerjain skripsi dari tangan sendiri. Berat? iya skripsi itu berat. Tapi dikala kau pake toga di program wisudamu nanti, kau akan tau bahwa kau ternyata dapat melewati sesuatu yang awalnya kau anggap berat, ternyata dapat kau lalui dengan kepuasan yang berbeda sebab diselesaikan sendiri. Mental pun teruji dikala skripsi hingga dapat buat bekal menuju ke jenjang berikutnya.
Intinya, gak usah terlampau sempurna, asal buat sendiri. Apa gunanya dosen pembimbing coba? Dan lagi, segala sesuatu yang 'terlalu' itu gak baik juga. Ntar yang ada malah dosen curiga dengan skripsi yang kau buat :p Merancang sistem buatan sendiri itu udah keren banget kok, lebih lagi kalo hingga dengan tahap implementasi, itu merupakan apresiasi lebih berdasarkan saya. Tentunya dengan catatan bahwa kau telah berikhtiar dengan maksimal. Dan yang terpenting, dikala berikhtiar itu jangan lupa imbangi dengan do'a.
Selamat berjuang, biar dimudahkan segala sesuatunya ya, dik! :)
Sumber http://ismimiitsme.blogspot.com
EmoticonEmoticon