Minggu, 04 Februari 2018

Belajar Karakter Dan Struktur Kalimat Bahasa Jepang

Huruf dan Struktur Kalimat Bahasa Jepang
Bahasa Jepang merupakan bahasa yang sangat gampang untuk dipelajari dari segi huruf dan penulisan, pengucapan serta struktur bahasa itu sendiri, berdasarkan Yoel Sadewa (2003), “Tentang Bahasa Jepang”, (p. 1).

1. Huruf dan Abjad Bahasa Jepang
Huruf dan huruf bahasa Jepang terdiri dari empat; yaitu :

a. Hiragana
Digunakan untuk menulis kata-kata orisinil Bahasa Jepang. Juga dipakai untuk goresan pena kata-kata yang ditulis dengan huruf Kanji. Selain itu juga untuk menulis kata Bantu atau partikel, kata Bantu kata kerja atau yang berkonjugasi dengan kata kerja dan sebagainya. Penulisan Hiragana didasarkan atas suku kata dan aturan sendiri.

b. Katakana
Digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari kata asing. Seperti nama orang asing, nama negara dan kota abnormal (kecuali pada beberapa negara), benda-benda dari negara abnormal dan lain-lain. Tetapi kini ini banyak pula kata-kata Jepang orisinil yang juga sering ditulis dengan huruf Katakana, namun biasanya bersifat sebagai penegasan saja.

Selain itu Katakana juga banyak dipakai untuk menulis onomatope (bentuk kata yang menirukan suatu bunyi atau bunyi baik dari manusia, binatang atau benda).

Penulisan Katakana didasarkan atas suku kata dan aturan sendiri.

c. Kanji
Digunakan untuk menulis kata-kata orisinil Bahasa Jepang yang telah diterapkan dengan goresan pena Kanji. Jumlah yang ditetapkan secara resmi dan dipakai pada pendidikan di Jepang kini ialah sekitar 1850 huruf. Selain itu juga merupakan menulis kata-kata yang berasal dari Cina dan memang huruf Kanji berasal dari Cina.

d. Roomaji
Roomaji ialah huruf Latin (a-z). terdapat dua macam sistem ejaan Bahasa Jepang dalam huruf Roomaji (latin) yang dipakai dalam penulisan, yaitu :

§ Sistem Kunreishiki
Pada penulisan bunyi panjang atau vokal panjang ditulis secara lengkap.
Contoh : okaasan (ibu).

§ Sistem Hepburn
Pada penulisan bunyi panjang atau vokal panjang ditulis tanda “-“ di atas vokal tersebut.
Contoh : okāsan (ibu).

Penulisan Roomaji dipakai untuk beberapa hal, diantaranya :
Penulisan pada beberapa buku teks Bahasa Jepang dasar untuk orang asing.
Penulisan singkatan-singkatan.
Penulisan kata-kata abnormal yang dipandang perlu ditulis sesuai orisinil (huruf Latin).

2. Pengucapan Bahasa Jepang

Hampir semua kata dalam Bahasa Jepang ditulis (dalam huruf latin) dan diucapkan menyerupai dalam Bahasa Indonesia, sehingga dalam mempelajari sistem pengucapan tidak terlalu sulit bagi orang Indonesia, kalau dibandingkan dengan ucapan dalam bahasa abnormal lain menyerupai Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Belanda dan sebagainya. Dalam Bahasa Jepang hanya sedikit saja yang diucapkan berbeda dari Bahasa Indonesia.

Terdapat 5 vokal dasar. Vokal dalam Bahasa Jepang ada vokal pendek/biasa dan vokal panjang/dobel. Terkadang panjang pendeknya vokal ini mempengaruhi arti. Adapun vokal tersebut ialah :
A, dibaca sama menyerupai pada kata : jaya, para, sama dan lain-lain.
I, dibaca sama menyerupai pada kata : sini, bibi, tari dan lain-lain.
U, dibaca sama menyerupai pada kata : kuku, buku, kau dan lain-lain.
E, dibaca sama menyerupai pada kata : hebat, lele, desa dan lain-lain.
O, dibaca sama menyerupai pada kata : toko, dosa, orang dan lain-lain.

Dalam Bahasa Jepang tidak terdapat konsonan L, Q dan X, kecuali konsonan N dan konsonan rangkap. Konsonan lainnya ialah diikuti vokal, teladan : KA, SA, TA, NA, HA dan sebagainya. Sedangkan cara baca konsonan tersebut hampir semua sama menyerupai dalam Bahasa Indonesia, kecuali beberapa konsonan berubah bunyi; diantaranya ialah :

G
a. Diawal kata tetap dibaca “g” menyerupai pada kata : gagak, gila, guru dan lain-lain.
b. Ditengah kata sanggup dibaca “ng” menyerupai pada kata : ungu, angan dan lain-lain. Namun juga sanggup dibaca tetap “g”.

N
a. Diakhir kata dibaca “ng” menyerupai pada kata : anjing, urung dan lain-lain.
b. Diikuti konsonan “k” dan “g” juga dibaca “ng”.
c. Diikuti konsonan “b”, “m”, “p” dibaca “m”.
d. Diikuti konsonan lain tetap dibaca “n”.
 
3. Struktur Kalimat
Struktur kalimat dalam Bahasa Jepang berbeda dengan struktur kalimat dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Adapun secara garis besar sanggup dijelaskan sebagai berikut :
Di belakang kata dipakai kata bantu atau partikel. Kata bantu ini menandakan sebagai arti dan untuk menghubungkan antara kata atau kalimat.
Predikat terletak pada simpulan kalimat.
Kata yang diterangkan terletak di belakang kata yang menerangkan M.D (Menerangkan Diterangkan). Hal ini berlawanan dengan aturan D.M (Diterangkan Menerangkan) menyerupai dalam Bahasa Indonesia.
Kebanyakan kata bendanya tidak mempunyai bentuk jamak.
Subjek dan objek yang telah diketahui dari sebuah kalimat biasanya dihilangkan.
Terdapat bentuk kalimat biasa dan bentuk sopan. Dalam menggunakannya tergantung pada situasi.

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)