Tampilkan postingan dengan label Quote Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2019

Pesan Yang (Hampir) Terlupakan

kata ini hanya berakhir di indera pendengaran kita dan tidak diteruskan ke otak kita untuk dicerna Pesan Yang (Hampir) Terlupakan
Sudah sering kita mendengar pepatah “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak”. Mungkin alasannya yaitu seringnya didengar, kata-kata ini hanya berakhir di indera pendengaran kita dan tidak diteruskan ke otak kita untuk dicerna. Sesuatu yang biasa-biasa saja akan gampang dilupakan, menjadi cuek dan tidak ada arti sama sekali. Begitu juga dengan pepatah ini walaupun kita tahu ada pesan di baliknya.

Yang lebih disayangkan lagi alasannya yaitu keteledoran kita meresapi pesan tersebut, baik sadar atau tidak sadar kita justru menyebabkan diri sendiri sebagai referensi pepatah tersebut.

Mari lihat sekeliling kita. Bukankah ada, jikalau tidak mau dibilang banyak, dokter yang melarang pasiennya merokok alasannya yaitu ancaman rokok tersebut, tapi justru dirinya sendiri seorang perokok? Guru yang melarang anak didiknya menyontek tapi justru membocorkan tanggapan ujian Nasional? Pemimpin agama yang mengajarkan nilai-nilai susila tapi justru mengecewakan pengikutnya dengan tindakannya sendiri? Kita masih ingat Departemen Agama yang menyalahgunakan dana jemaat haji. Saya juga tahu ada seorang pendeta yang harus melepaskan kependetaannya alasannya yaitu kasus korupsi. Ada juga referensi dari luar negeri, Wolfowitz yang menawarkan kritik pada banyak negara wacana KKN dan berjanji membuat suasana kerja higienis di Bank Dunia, tapi ternyata menjadi pelaku KKN itu sendiri.

Atau lebih mudahnya, mari kita lihat diri sendiri. Sudah berapa kali kita menasihatkan belum dewasa kita untuk tidak buang sampah sembarangan, tidak bersikap sombong, tidak menghakimi orang lain dan hal-hal baik lainnya? Tapi, berapa kali pula kita justru melaksanakan hal yang berlawanan?

Saya masih ingat betapa kecewanya saya saat saya dan beberapa sobat “memergoki” kepala SD dan beberapa guru yang beli bakso di pinggir jalan dan memakannya di kantor guru. Padahal beberapa hari sebelumnya ia menasihati kami, murid-muridnya, untuk tidak jajan di sekolah. Beliau mengingatkan kami betapa pentingnya kebersihan. “Coba lihat, ibu kalian niscaya mencuci dulu wajan yang digunakan untuk masak masakan jikalau ingin menggunakannya untuk masak masakan lain. Nah, tukang jualan di pinggir jalan cuma punya seember air untuk mencuci semuanya,” begitu kata-kata ia yang masih saya ingat hingga sekarang, lebih dari 20 tahun kemudian. Tetapi saya juga masih ingat sikapnya yang kikuk saat mencoba membela diri dengan mengatakan, “Apa yang saya katakan wacana larangan jajan itu benar, jadi tergantung pada kau semua.” Mungkin rasa kecewa dan ketidakmengertian yang sangat besar yang membuat saya masih mengingat semuanya itu.

Saya yakin para guru itu aib tapi satu hal yang saya tidak yakin apakah mereka tahu, yaitu imbas yang terjadi pada murid-murid sehabis insiden ini. Murid-murid tidak percaya lagi pada guru dan segala pesan yang tersirat yang guru berikan akan masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri.

Ada 3 hal yang terjadi saat pemberi pesan justru menjadi pelanggar pesan.
Pertama, dan biasanya yang menerima lebih banyak sorotan, yaitu rasa aib dan hilang muka si pemberi pesan. Banyak orang akan mencibir dan tidak percaya lagi kepadanya. Ini harus ditanggung sendiri, alasannya yaitu merupakan buah dari perbuatannya. Yang

kedua, hilangnya kepercayaan pada badan, organisasi atau pengertian yang lebih luas yang diwakili pemberi pesan tersebut. Misalnya kasus pembocoran tanggapan ujian nasional yang dilakukan para guru dari beberapa sekolah yang berbeda. Bisa terjadi orang tidak hanya mencibir atau mengkritik para guru yang menjadi pelaku tersebut tapi juga terhadap semua guru pada umumnya. Begitujuga kritikan dan kecurigaan tidak hanya ditujukan pada pegawai negeri yang korupsi tapi pada seluruh pegawai negeri.

Hal ketiga yaitu akhir yang paling parah yaitu hilangnya rasa kepercayaan pada pesan itu sendiri.

Pemberi pesan dan pesan yang diberikan memang memiliki kaitan yang sangat erat. Sayangnya begitu eratnya sehingga saat pemberi pesan berubah–karena menjadi pelanggar pesan—maka pesannya juga akan terpengaruh padahal pesan itu tidak berubah. Sering kita dengar pernyataan ibarat “Buat apa berhenti merokok, wong dokter aja merokok…” atau “Buat apa rajin belajar, gurunya aja bocorin jawaban. Buat apa jujur, semua orang korupsi kok. Buat apa ada KPK, bukankah korupsi semakin merajalela…” dan sebagainya.

Pernyataan “Berbicara memang lebih gampang dari pada melakukan…” hendaknya jangan membuat kita mundur. Pesan-pesan, kritik, atau anjuran yang positif tetap harus disampaikan baik melalui perkataan maupun perbuatan. Agar penyampaian secara verbal mencapai tujuan dan tidak menjadi senjata makan tuan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, wacana pemberi pesan.
Jangan hanya tujukan perkataan Anda hanya pada orang lain tapi tujukan juga pada diri Anda sendiri. Sebagai pembicara tanpa disadari kita menempatkan diri kita pada posisi yang benar dan biasanya merasa lebih dari orang lain/pendengar. Posisi ini membuat kita tidak waspada. Ini memudahkan terjadinya kesalahan yang justru tiba dari diri sendiri. Sebaliknya jikalau kita yaitu peserta kritik atau nasihat, posisi kita membuat kita mawas diri sehingga tidak gampang jatuh.

Hal kedua yaitu wacana pesan itu sendiri.
Kalau kita mendengar perkataan orang lain berupa pesan, kritik, anjuran dsb, hendaknya yang lebih kita resapi, ingat dan camkan yaitu pesan itu sendiri, melebihi pemberi pesannya. Kaprikornus kalau pemberi pesan berubah, pesan tetap sama alasannya yaitu sudah memiliki nilai tersendiri.

Belakangan gres saya sadari bahwa apa yang dikatakan kepala sekolah saya saat kepergok murid-muridnya, itu benar. Ingat, bukan diri kepala sekolah itu yang benar tapi perkataannya wacana larangan jajan di sekolah.

Jadi, KPK harus tetap ada, mungkin harus ada perubahan dalam cara kerja ataupun pekerjanya tapi tujuannya tetap harus kita dukung, yaitu memberantas korupsi. Belajar yang baik dan jujur tetap harus kita lakukan alasannya yaitu menyontek yaitu salah satu jalan menuju kebodohan. Seberapa pun banyaknya dokter yang merokok, tidak mengurangi kenyataan bahwa merokok merusak kesehatan. Nilai-nilai susila yang baik tetap harus kita tanamkan tidak peduli berapa pemimpin agama yang telah jatuh dalam kesalahannya sendiri.

Ini hanya beberapa referensi yang terjadi dalam masyarakat kita. Saya yakin masih banyak lagi hal ibarat ini yang kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Hendaknya kita bisa memilah antara pemberi pesan dan pesan itu sendiri. Harapan saya, kita tetap mendukung semua pesan, kritik, nasehat dan apa pun yang bertujuan baik. Jangan hingga Anda menjadi pelanggar pesan dan jangan biarkan pesan baik terlupakan hanya alasannya yaitu si pemberi pesan menjadi pelanggar pesan.

[Kindeng Temminck-Simamora yaitu lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sastra Belanda. Ia sudah hobi menulis semenjak kecil, tetapi gres belakangan ini menerima keberanian memunculkan tulisannya untuk umum. Kindeng sanggup dihubungi di email:kindeng@yahoo.com]

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Pesan Bapak Anies Baswedan saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan;
kata ini hanya berakhir di indera pendengaran kita dan tidak diteruskan ke otak kita untuk dicerna Pesan Yang (Hampir) Terlupakan


Sumber http://www.defantri.com

Selasa, 08 Januari 2019

Thomas Alva Edison

 tahun Edison dikeluarkan dari sekolah oleh orang tuanya untuk mencar ilmu sendiri di rumah Thomas Alva Edison
Karena dianggap udik pada masa kecilnya, maka semenjak usia 7 tahun Edison dikeluarkan dari sekolah oleh orang tuanya untuk mencar ilmu sendiri di rumah, dan pada usia 12 ia mulai berjualan koran dan buah-buahan di kereta api, sambil terus mencar ilmu secara berdikari melalui materi bacaan buku dan percobaan-percobaan kecil di rumahnya.

Semenjak ia menjadi operator telegraf konvensional, pada tahun pertama ia bekerja, Edison sempat berkali-kali di pecat dari pekerjaannya alasannya ialah kurangnya fokus pada kiprah operasionalnya, alasannya ialah ia sibuk membaca dan bereksperimen dengan peralatan yang menjadi tugasnya tersebut, dan sampai pada tahun 1870 Edison berhasil menemukan telegraf dengan fungsi yang terbilang tepat pada masanya itu. Pada tahun 1874, ia berhasil mendirikan bengkel science untuk percobaan dan penelitiannya sendiri dan tahun 1877 ia menemukan gramofon.

Pada tahun 1879, sesudah belasan ribu eksperimen yang 'gagal', ia menemukan sebuah cara yang berhasil untuk menyalakan lampu pijar yang berfungsi dengan sempurna, pesan yang selalu mengiringi keberhasilan ini ialah bahwa ia tidak melaksanakan ribuan eksperimen yang gagal, melainkan melaksanakan ribuan eksperimen yang mengantarkannya pada cukup 1 sukses besar, yang akan merubah dirinya dan kehidupan orang banyak sepanjang masa...
Edison memegang ribuan hak paten atas banyak sekali inovasi yang merubah dunia sampai hari ini, semuanya didasarkan pada ketekunan, kesabaran, keteguhan dan komitmentnya atas apa yang dipercayanya akan sanggup diraih.

"Thomas Alva Edison"
11 Februari 1847 - 18 Oktober 1931
Berikut ialah Quotes Thomas Alva Edison yang terkenal:
"Jenius ialah 1 persen ide dan 99% keringat"

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
 tahun Edison dikeluarkan dari sekolah oleh orang tuanya untuk mencar ilmu sendiri di rumah Thomas Alva Edison


Sumber http://www.defantri.com

Sabtu, 05 Januari 2019

Pemulung Dan Sampah

 Disana semua sampah dikumpul dan diolah Pemulung dan Sampah
Ketika orang-orang berkata:
✖ Ini sudah buruk, usang, kuno, busuk, dan tidak terpakai lagi.
✖ Ini semua harus dibuang.

Ketika para pejabat berkata:
✖ Disana kita menetapkan jadi TPA sampah.
✖ Disana semua sampah dikumpul dan diolah.

Ketika penduduk desa berkata:
✖ Terkutuklah mereka yang menciptakan daerah ini jadi daerah pembuangan sampah.
✖ Terkutuklah mereka yang membuang sampah ketempat ini.
✖ Berbagai protes dan sumpah serapah diucapkan.

Ketika para pemulung berkata:
✔ Ini masih bagus.
✔ Ini sanggup diperbaiki.
✔ Ini masih sanggup digunakan.
✔ Ini masih sanggup dipakai.
✔ ini semua sanggup dikumpulkan

Akhirnya pemulungpun berkata:
✔ Terima kasih kepada para pembuat keputusan.
✔ Terima kasih kepada mereka yang membuang sampah.
✔ Terima kasih alasannya disini kita sanggup mengais rezeky.
✔ Terima kasih alasannya kita tidak perlu jauh-jauh lagi ke kota,
☛ Untuk mencari kesempatan
☛ Untuk menerima pekerjaan
☛ Untuk memperoleh rezeky

Dan banyak sekali ucapan terima kasih serta ungkapan rasa syukur meluap dari lubuk hati para pemulung, alasannya hanya mereka yang sanggup melihat di daerah sampah ada "KESEMPATAN-HARAPAN-PEKERJAAN-BERKAT-REZEKY-KEHIDUPAN"
di daerah sampah ada:
☛ KESEMPATAN
☛ HARAPAN
☛ PEKERJAAN
☛ BERKAT
☛ REZEKY
☛ KEHIDUPAN"

Pemulung sanggup melihat "KESEMPATAN-HARAPAN-PEKERJAAN-BERKAT-REZEKY-KEHIDUPAN" di daerah sampah, apakah kita di daerah sampah?
Kita sanggup mampu lebih dari mereka, alasannya kita bukan di daerah sampah.

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Bagaiamana dongeng sukses Cristiano Ronaldo;
 Disana semua sampah dikumpul dan diolah Pemulung dan Sampah


Sumber http://www.defantri.com

Minggu, 23 Desember 2018

Pesan Dari George Carlin Untuk Kita

 Bersama istri yang tercinta dan anak kami Josua kami pergi ke daerah peziarahan yang Inda Pesan Dari George Carlin Untuk Kita
Menghabiskan waktu hari minggu, 29 april 2009. Bersama istri yang tercinta dan anak kami Josua kami pergi ke daerah peziarahan yang Indah, Suci dan Damai di Medan, Graha Bunda Maria Annai Velangkanni.

Setelah berdoa, jalan-jalan menikmati pemandangan dan akomodasi di sana, kami diberikan selembar kertas dari pengurus Graha Bunda Maria Annai Velangkanni yang berisi beberapa pesan.

Pesannya yaitu pesan dari George Carlin. Seperti apa pesannya, mari kita simak...
paradoks zaman kita dalam sejarah ialah:

♝ Bahwa kita mempunyai gedung-gedung yang lebih tinggi tetapi kesabaran yang pendek, jalan bebas kendala yang lebih lebar tetapi sudut pandang yang lebih sempit.

♝ Kita menghabiskan uang lebih banyak, tetapi mempunyai lebih sedikit; kita belanja lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.

♝ Kita mempunyai rumah-rumah yang lebih besar dan keluarga yang lebih kecil, lebih banyak akomodasi , tetapi waktu yang lebih sedikit.

♝ Kita mempunyai lebih banyak gelar, tetapi lebih sedikit pengertian; lebih banyak pengetahuan, tetapi lebih sedikit pertimbangan; lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat-obatan, tetapi lebih sedikit rasa sehat.

 Bersama istri yang tercinta dan anak kami Josua kami pergi ke daerah peziarahan yang Inda Pesan Dari George Carlin Untuk Kita

♝ Kita minum dan merokok terlalu banyak, meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh, tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat, murka terlalu besar, tidur terlalu larut, berdiri terlalu lelah, membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak, dan berdoa terlalu jarang.

♝ Kita telah melipatgandakan barang milik kita, tetapi mengurangi nilai kita.

♝ Kita terlalu banyak berbicara, terlalu jarang mencintai, dan terlalu sering membenci.

♝ Kita telah berguru bagaimana mencari uang, tetapi bukan kehidupan.

♝ Kita telah menambah tahun-tahun dalam hidup kita, tetapi bukan kehidupan dalam tahun-tahun tersebut.

♝ Kita telah mencapai bulan, tetapi mempunyai dilema dalam menyeberang jalan dan menemui tetangga baru.

♝ Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi bukan dalam diri kita.

♝ Kita telah melaksanakan hal-hal besar, tetapi bukan hal-hal yang lebih baik.

♝ Kita telah membersihkan udara, tetapi mengotori jiwa.

♝ Kita telah mengalahkan atom, tetapi bukan diskriminasi.

♝ Kita menulis lebih banyak, tetapi mempelajari lebih sedikit. Kita berencana lebih banyak, tetapi mencapai lebih sedikit.

♝ Kita telah berguru untuk terburu-buru, tetapi bukan menunggu. Kita menciptakan lebih banyak komputer untuk menampung lebih banyak informasi, menghasilkan fotocopy yang lebih banyak, tetapi kita berkomunikasi semakin sedikit.

♝ Ini yaitu zaman dimana masakan siap saji dan pencernaan yang lambat, orang besar dengan abjad yang kecil, laba yang tinggi dan hubungan yang renggang.

♝ Ini yaitu zaman dimana ada dua penghasilan tetapi lebih banyak perceraian, rumah yang lebih glamor tetapi keluarga yang berantakan.

♝ Ini yaitu zaman dimana perjalanan dibentuk singkat, popok sekali pakai buang, moralitas yang gampang dibuang, hubungan satu malam, berat tubuh berlebihan, dan pil-pil yang melaksanakan segalanya dari menceriakan, menenangkan, hingga membunuh.

♝ Ini yaitu zaman dimana banyak barang di etalase showroom dan tak ada stok dalam ruang persediaan.

♝ Ingatlah, luangkan lebih banyak waktu dengan orang yang Anda kasihi, sebab mereka tidak akan ada selamanya.

♝ Ingatlah, ucapkan kata yang baik kepada orang yang memandang Anda dengan ketakutan, sebab si kecil tersebut akan segera tumbuh besar dan meninggalkan Anda.

♝ Ingatlah, beri pelukan hangat kepada orang di sisi Anda, sebab itulah satu-satunya harta yang sanggup Anda berikan dengan hati dan tidak membutuhkan biaya.

♝ Ingatlah, katakan “saya menyayangimu” kepada pasangan Anda dan orang yang Anda kasihi, tetapi dengan penuh makna. Ciuman dan pelukan akan memperbaiki luka ketika dilakukan dari lubuk hati yang paling dalam.

♝ Ingatlah, bergandeng tangan dan nikmati dikala itu sebab suatu hari orang tersebut tidak akan ada lagi.

♝ Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu untuk berbicara! Dan berikan waktu untuk membuatkan pikiran-pikiran yang berharga di benak Anda.


♛♛ dan ingatlah selalu ♛♛
Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita, tetapi oleh saat-saat yang menghabiskan nafas kita.

Begitulah pesan dari Geoge Carlin untuk kita semua, agar sanggup kita jadikan anutan dalam menciptakan hidup kita lebih hidup.

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Apa yang kita lakukan hari ini yaitu Membangun Masa Depan;
 Bersama istri yang tercinta dan anak kami Josua kami pergi ke daerah peziarahan yang Inda Pesan Dari George Carlin Untuk Kita


Sumber http://www.defantri.com

Jumat, 21 Desember 2018

Merubah Dunia Dengan 'Sifat Operasi Hitung Matematika'

Merubah Dunia Dengan Sifat Operasi Hitung Matematika Merubah Dunia Dengan 'Sifat Operasi Hitung Matematika'Jika Anda pernah mengecap pendidikan di SD [SD] tepatnya sewaktu kelas 4 maka Anda sudah di perkenalkan sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat. Sifat-sifat operasi hitung bilangan bundar itu akan saya ingatkan kembali dengan sederhana.

1. Sifat Komutatif

sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Sifat Komutatif ini berlaku pada operasi penjumlahan dan perkalian.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjumlahan berikut.
$2 + 4 = 6$
$4 + 2 = 6$
Jadi, $2 + 4 = 4 + 2.$
Sifat ibarat ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan perkalian berikut.
$2 × 4 = 8$
$4 × 2 = 8$
Jadi, $2 × 4 = 4 × 2.$
Sifat ibarat ini dinamakan sifat komutatif pada perkalian.

2. Sifat Asosiatif

Pada penjumlahan dan perkalian tiga bilangan bundar berlaku sifat asosiatif atau disebut juga sifat pengelompokan.
Perhatikanlah teladan penjumlahan tiga bilangan berikut.
$(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9$
$2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9$
Jadi, $(2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4)$.
Sifat ibarat ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan teladan perkalian berikut.
$(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24$
$2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24$
Jadi, $(2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).$
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.

3. Sifat Distributif

Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran.
Untuk lebih memahaminya, perhatikanlah teladan berikut.
Contoh 1
Apakah $3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?$
Jawab:
$3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27$
$(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27$
Jadi, $3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)$ dan ini disebut sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan

Contoh 2
Apakah $3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)?$
Jawab:
$3 × (4 – 5) = 3 × (–1) = –3$
$(3 × 4) – (3 × 5) = 12 – 15 = –3$
Jadi, $3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)$ dan ini disebut sifat distributif perkalian terhadap pengurangan.

Apa yang istimewa dari sifat-sifat operasi hitung diatas, yang mau kita tekankan yakni pada sifat operasi hitung diatas yakni persoalan (tanda kurung). Jika dalam operasi hitung terdapat tanda kurung, maka operasi hitung yang di dalamnya dikerjakan paling awal atau yang kita kerjakan pertama yakni yang di dalam kurung. teladan lain sebagai berikut:
$(((((12+8) x 3)-4):2)+5)$
untuk mengerjakan soal diatas, pertama kita ubah $(12+8)$ menjadi 20 sehingga soal menjadi
$(((((20) x 3)-4):2)+5)$
kemudian kita ubah $(20) x 3$ menjadi 60 sehingga soal menjadi
$((((60)-4):2)+5)$
kemudian kita ubah $(60)-4$ menjadi 56 sehingga soal menjadi
$(((56):2)+5)$
kemudian kita ubah $(56):2$ menjadi 28 sehingga soal menjadi
$((28)+5)$
kemudian hingga ke tahap simpulan kita ubah $(28)+5$ menjadi 33.
Hasil simpulan dari soal diatas yakni $33$

Dalam kehidupan ini, kita juga hidup di dalam banyak tanda kurung. Tanda kurung yang pertama yaitu $'diri\ kita'$ kemudian kurung berikutnya $'keluarga'$ kemudian $'kota'$ kemudian $'negara'$ dan $'dunia'$.

$\left( \left( \left( \left( \left(diri\ kita \right )keluarga \right )kota \right )negara \right )dunia \right )$
Kita sebagai seorang insan tidak akan sanggup mengubah dunia tanpa terlebih dahulu mengubah diri kita sendiri dan dalam matematika hal itu sudah diterapkan semenjak kita SD

Cerita Sumber Inspirasi:
“Ketika saya muda, saya ingin mengubah seluruh dunia. Lalu saya sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, kemudian saya putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika saya sadari bahwa saya tidak sanggup mengubah negaraku, saya mulai berusaha mengubah kotaku.
Ketika saya semakin tua, saya sadari tidak gampang mengubah kotaku. Maka saya mulai mengubah keluargaku.
Kini saya semakin renta, saya pun tak sanggup mengubah keluargaku.
Aku sadari bahwa satu-satunya yang sanggup saya ubah yakni diriku sendiri.
Tiba-tiba saya tersadarkan bahwa jikalau saja saya sanggup mengubah diriku semenjak dahulu, saya niscaya sanggup mengubah keluargaku dan kotaku.
Pada risikonya saya akan mengubah negaraku dan saya pun sanggup mengubah seluruh dunia ini.”

Analisa sederhana bahwa konsep matematika diatas sangat baik penerapannya di dalam kehidupan kita, atau Anda punya pendapat yang berbeda, mari berkomentar...

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Matematika Dapat Mempengaruhi Karakter Kita;
Merubah Dunia Dengan Sifat Operasi Hitung Matematika Merubah Dunia Dengan 'Sifat Operasi Hitung Matematika'


Sumber http://www.defantri.com

Selasa, 18 Desember 2018

Guru Matematikaku Motivatorku

epuluh tahun silam ia guru yang tidak saya senangi Guru Matematikaku MotivatorkuSepuluh tahun silam ia guru yang tidak saya senangi. Rasa tidak senang itu muncul ketika kakiku melangkah menuju gerbang sekolah. Bukankah ia guru yang baik?

Bila esok pagi ada pelajaran Matematika malam seakan mencekik semangatku. Yang ada dibenakku hanyalah perasaan malas, malas, dan malas! Pasti saya ditunjuk oleh guruku untuk mengerjakan soal-soal latihan. SEBEL! Semenjak itu saya tak senang dengan pelajaran Matematika.

Kalau bisa sich no problem. Kalau tidak…? Menjadi beban dalam hidupku. “Lesu saya sebab mengeluh, setiap malam saya menggenangi kawasan tidurku, dengan air mataku saya membanjiri ranjangku” (Maz 6:27). Apakah sebab guruku?.

Aku sungguh tersiksa kalau tidak bisa mengerjakan soal itu. Jari telunjukku mulai beraksi menunjuk sobat untuk membantu. Mengapa bel tak kunjung terdengar?. Yang kunantikan hanyalah bel tanda istirahat atau ganti jam pelajaran. Dan sesudah itu saya akan menikmati kebebasan.

Di mataku ia guru yang sabar. Cara mengajarnya menarik. Mengajari muridnya dari kursi yang satu ke kursi yang lain. Setelah kusadari yang membuatku tidak senang sebab menerima nilai merah. Saat itu saya hanya bisa menyalahkan guruku. Meratapi nilai itu dengan sebuah pertanyaan “apa sih susahnya memberi nilai belas kasihan toh tidak dosa, justru menerima berkat dikarenakan telah menolong dan membahagiakan orang lain”. Pikiranku sudah diplot ia itu guru yang paling pelit!

Sebagai murid yang kuharapkan yakni nilai yang bagus. Dan itu dulu menjadi kebanggaanku, apa lagi seluruh biaya hidup dan sekolahku ditanggung oleh orang bau tanah angkatku. Begitu aib kudapati nilai merah dalam raportku.

Bulan November kemudian saya bertemu dengan guruku. Tidak banyak yang berubah sesudah hampir sepuluh tahun tak bertemu. Hanya beling matanya saja yang semakin menebal.
”Lho kok kau ada di sini”
”Iya... sudah semenjak Agustus lalu” jawabku!
Aku dan guruku mulai bertanya kabar dan keadaan. Mungkin guruku heran mendengar sharingku bahwa saya kini memasuki tahun yuniorat ke dua. Aku merasa aib dengan guruku sebab dulu sering menciptakan ulah. Dan kalau di suruh mengerjakan tugas-tugas ga pernah tuntas. Setelah guruku Matematika tidak mengajar lagi saya tak pernah kontak atau berkirim surat padanya.

Guruku itu tidaklah salah. Dia menawarkan nilai menurut prestasiku. Melalui guruku itu, Tuhan telah menawarkan iktikad kepadaku untuk membuatkan bakat yang kumiliki.

Guruku mengajari menyerupai cerita seorang hamba yang menerima lima bakat dari Tuannya.“Tuan, inilah lima bakat yang pernah tuan percayakan kepadaku. Lihatlah, saya sudah memperoleh laba sebanyak lima bakat juga [Mat 25:20] Guruku mengajari untuk bertanggungjawab dan setia untuk belajar. Aku telah terikat oleh pikiran burukku sendiri.

Guruku itu namanya FIRMINE, ia yakni seorang suster yang setia dan sederhana. Saat ini ia bertugas di Sumatera Selatan. Dan sore itu suster Firmine final menjalani retret mediornya.
“Suster kapan kembali ke Sumatera?” tanyaku kepadanya.
“Nanti sore pukul 18.30”
Sepertinya perjumpaanku dengannya akan ditutup lebih cepat oleh waktu. Malam sesaat lagi akan memeluk bumi, dan saya hanya bisa membayangkan suster kedinginan di dalam kendaraan beroda empat berAC. Sore itu, saya sempat mangantarnya ke Terminal Tingkir Salatiga. Guruku itu kurasakan sangat jauh di mata, tetapi tidak jauh dihati [1 Tes 2:17]

Tugas guru bukan hanya mengajar dan memberi nilai. Dia bagaikan lilin yang kecil, bisa menawarkan terperinci di ruangan yang gelap. Pengabdianmu tulus. Tak kenal lelah, dan pantang menyerah. Tugas guru memang berat, tetapi seribu berkat akan didapat. Terima kasih guruku, kaulah motivator dalam hidupku.

[Guru Matematikaku Motivatorku | Saduran dari: ROHANI, edisi Maret 2008, Oleh:Justinus Juadi FIC]

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 video guru yang super kreatif ini, mengerjakan perkalian jadi kreatif;
epuluh tahun silam ia guru yang tidak saya senangi Guru Matematikaku Motivatorku


Sumber http://www.defantri.com

Sabtu, 08 Desember 2018

Prestasi Akademik Saja Tidak Cukup

 seorang teman yang merupakan salah satu calon wisudawan memperlihatkan satu pernyataan yang Prestasi Akademik Saja Tidak CukupSehari sebelum program wisuda sarjana, seorang teman yang merupakan salah satu calon wisudawan memperlihatkan satu pernyataan yang betul-betul mengejutkan saya. "Besok akan menjadi hari yang menggembirakan sekaligus menyedihkan dalam hidup saya," katanya dengan wajah sedih. "Bagaimana bisa?" tanya saya penuh rasa penasaran. "Saya bangga lantaran terbukti bisa menuntaskan studi sarjana saya. Yang menyedihkan hati saya ialah mulai besok saya akan jadi pengangguran di negeri ini. Status sosial saya turun drastis dari mahasiswa menjadi pengangguran!" lanjut calon sarjana teknik ini.

Ia juga mengemukan sejumlah kekhawatirannya. Beberapa hari sebelumnya, dalam sebuah perbincangan dengan dosen walinya, sang teman ini diberikan sejumlah wejangan penting oleh sang dosen wali. "Perlu kau sadari ada banyak sekali kriteria seleksi sarjana untuk terjun di dunia kerja. Misalnya ketrampilan berkomunikasi, kejujuran, kemampuan bekerja dalam sebuah tim, kemampuan berafiliasi baik dengan orang lain, etos kerja, kemampuan analisis, engineering skills, motivasi diri yang kuat, kepercayaan pada diri sendiri, fleksibilitas, dsb. Sayangnya pendidikan di perguruan tinggi hingga dikala ini lebih banyak menekankan pada kemampuan analisis dan engineering skill," kata sang dosen.

Cerita di atas sekaligus mengingatkan saya bahwa pendidikan formal saja tidak pernah cukup. Mohon maaf, saya tidak sedang menghujat sekolah atau kampus [lembaga pendidikan formal]. Yang ingin saya tekankan di sini ialah prestasi akademik saja tidak akan menimbulkan seorang sarjana sukses di masyarakat. Persis menyerupai yang saya sampaikan ketika seminar kewirausahaan di Universitas Nasrani Petra Surabaya, Maret 2003 lalu, "Jangan menghujat sekolah namun jangan pula memuja sekolah!" Intinya, masih banyak sekali yang harus dipelajari seseorang sehabis ia lulus. Belajar ialah sebuah proses seumur hidup.

Jika kita berhenti bertumbuh [termasuk berhenti belajar] artinya kita telah mati dalam hidup. Artinya, jangan menjadi orang yang sama dari dulu, kini hingga selama-lamanya. Kita harus selalu bertumbuh ke arah yang lebih baik dari hari ke hari. Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan mantan rektor sebuah perguruan tinggi ternama di kota Bandung tengah memborong sejumlah buku di sebuah toko buku. Rupanya dia secara rutin mengunjungi toko buku. Salut!

Pendidikan formal memang penting. Bukankah banyak sekali penelitian ilmiah [misalnya di bidang kedokteran] yang dihasilkan oleh forum pendidikan formal? Sayangnya banyak mahasiswa yang menentukan DO [drop out] sehabis membaca buku-buku kewirausahaan yang menceritakan bagaimana orang-orang yang putus sekolah bisa menjadi pengusaha sukses. Sebagian kemudian beranggapan biar bisa menjadi pengusaha sukses harus DO. Jika mau jujur, berapa banyak sih persentasi mereka yang DO yang kemudian sukses? Jika dibandingkan, mana yang lebih banyak, orang yang tidak berpendidikan yang kemudian menjadi bajingan dengan orang yang tidak berpendidikan yang kemudian menjadi orang sukses? Semoga kita bisa cukup bijaksana menilai sesuatu sebelum mengambil keputusan. Ingat, penyesalan selalu tiba belakangan.

Dengan semakin meningkatnya angka pengangguran di negeri ini –yang telah mencapai 40 juta orang- tentu akan makin sulit menemukan lapangan pekerjaan di negeri ini. Itulah sebabnya kita harus memikirkan jalan keluarnya. Saya rasa salah satu pilihan yang bisa diambil ialah dengan menjadi wirausaha [entrepreneur]. Dengan berwirausaha, kita bukan saja menolong diri kita tapi sanggup juga menjadi terusan berkat bagi orang lain. Kita sanggup membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain. Yang lebih baik lagi apabila kita kemudian sanggup mendidik karyawan kita biar suatu dikala nanti ia pun mempunyai keberanian untuk berwirausaha.

Ada seorang teman saya yang ketika itu sudah setahun menganggur namun tidak pernah berkecil hati. Ia kemudian membuka perjuangan yang berawal dari hobinya: membaca komik. Kini ia telah mempunyai 2 cabang rental komik yang lokasinya erat dengan kampus. Keuntungan perbulannya mencapai Rp 3 juta. Salut! Yang menarik, ia memulai bisnis ini dengan modal hanya beberapa juta rupiah. Maklum, buku-buku yang ada di rental tersebut sebagian ialah koleksi pribadinya. Anda pun bisa menempuh jalan yang sama. Sebuah hobi kalau dijadikan bisnis akan sanggat menggairahkan lantaran Anda akan mengerjakannya sepenuh hati.

Membangun sebuah bisnis tentu bukan hal yang mudah. Apalagi ada kecenderungan dalam diri insan ingin pribadi besar [instant]. Padahal alam mengajarkan kita untuk berlaku sebaliknya. Tidak ada pohon yang bisa tumbuh besar dalam semalam. Bayi pun tidak bisa pribadi berlari ketika dilahirkan. Memulai bisnis dari kecil tentu sangat berat namun di situlah tantangannya. Bisnis yang dibangun dari bawah akan mempunyai pondasi yang lebih besar lengan berkuasa lantaran Anda sudah terbiasa menghadapi segala macam permasalahan.

Dalam buku First Step to be An Entrepreneur, saya menulis bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur Anda harus berani mengambil risiko, menyukai tantangan, mempunyai daya tahan yang tinggi, mempunyai visi jauh ke depan dan selalu memperlihatkan yang terbaik. Persoalannya selalu muncul di risiko, lantas sering timbul pertanyaan, risko macam apa yang harus diambil kalau saya ingin berwirausaha? Jawabannya jelas, risiko yang telah Anda perhitungan dengan matang [calculated risk]. Ada sejumlah pertanyaan fundamental yang bisa Anda usikan untuk itu. Misalnya, adakah pasar untuk produk saya? Mampukah saya membuat pasar kalau produk saya benar-benar baru? Bagaimana cara saya memasarkan produk saya? Bagaimana dengan tingkat persaingan dikala ini? Apa kelebihan produk saya dibandingkan dengan kompetitor? Bagaimana dengan penyediaan materi baku? Dsb.

Ketika mulai berwirausaha saya juga menemukan setidaknya ada 4 hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir risiko. Pertama, kita bisa mencari pembimbing yakni pengusaha yang sudah sukses. Kedua, membentuk tim. Ketiga, mempunyai jaringan yang luas [ini penting untuk ekspansi pasar] dan keempat, kalau masih ragu-ragu coba beli sistem yang telah mapan [misalnya sistem pemasaran jaringan atau sebuah franchise]. Setahu saya ada franchise yang berani mengembalikan uang yang telah Anda investasikan kalau dalam jangka waktu tertentu perjuangan Anda tidak menguntungkan meski telah mematuhi semua hal dalam sistem tersebut.

Jika risiko telah bisa Anda kalkulasi dengan matang buatlah rencana dan action! Konsep sebagus apa pun tidak akan berhasil kalau tidak dilaksanakan. Lagipula biar bisa sukses dalam hidup ini kita harus menghindari 5 sikap:

☛ NATO (no action talk only),
☛ NACO (no action concept only),
☛ NADO (no action dream only),
☛ NAPO (no action plan only) dan
☛ NARO (no action review only).
Action is power!

Yang terakhir, jangan lupa apa pun yang Anda kerjakan akan berhasil kalau menerima restu dari-Nya. Di sinilah pentingnya kekuatan doa. Saya selalu teringat akan nasihat dari seorang teman mengenai pentingnya berkerja bersama Allah untuk membuat kehidupan yang lebih baik. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang menyayangi Dia," begitu nasihatnya. Salam sukses buat Anda semua!.

[Data disadur dari banyak sekali sumber, bila Anda merasa pemilik sebagian atau keseluruhan konten diatas dan keberatan ditampilkan. Anda sanggup menghubungi Admin Blog, dan Admin Blog akan dengan bahagia hati menanggapi seruan Anda. Terima kasih | Admin Blog]

Apa yang kita lakukan hari ini ialah Membangun Masa Depan;
 seorang teman yang merupakan salah satu calon wisudawan memperlihatkan satu pernyataan yang Prestasi Akademik Saja Tidak Cukup


Sumber http://www.defantri.com

Rabu, 05 Desember 2018

Renungan Untuk Kita (Tentang Orang Tua)

eberapa hari yang kemudian saya makan di suatu warung mie Renungan Untuk Kita (Tentang Orang Tua)Beberapa hari yang kemudian saya makan di suatu warung mie, sambil menunggu pesanan saya tiba mata saya terpaku pada satu poster yang ditempel di dinding warung tersebut yang dapat secara otomatis menciptakan saya teringat kepada ibu saya yang tercinta. Melalui blog ini saya coba tampilkan apa yang saya baca tersebut mungkin dapat juga mengingatkan Anda kepada orang-orang yang membesarkan Anda, paling tidak Anda mendoakannya dikala Anda membaca ini.

Di dikala daku tua, bukan lagi diriku yang dulu...
Maklumilah diriku,besabarlah dalam menghadapiku...

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingat saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukanya.

Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,...
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,dimasa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah dongeng yang saya telah ceritakan ribuan kali sampai dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku, Janganlah menyalahkanku.
Ingatlah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan aneka macam cara membujukmu untuk mandi?

Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal gres dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku, Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang kamu ejekan dikala itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan besar lengan berkuasa untuk memapahku, bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk mencar ilmu berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya, Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai mencar ilmu ihwal kehidupan.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, sekarang temanilah daku sampai selesai jalan hidupku. Berilah daku kasih dan kesabaranmu, Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur. Didalam senyumku ini, tertanam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu

Ikkon pasangapponmu do natorasmu,
asa leleng ho mangolu di tano na dilehon Tuhan i tu ho

Apa yang kita lakukan hari ini yakni Membangun Masa Depan;
eberapa hari yang kemudian saya makan di suatu warung mie Renungan Untuk Kita (Tentang Orang Tua)


Sumber http://www.defantri.com

Kamis, 25 Oktober 2018

Surat Pengusaha Kepada Puteranya Wacana Pendidikan Dan Sekolah

Surat Pengusaha Kepada Puteranya Tentang Pendidikan Surat Pengusaha Kepada Puteranya Tentang Pendidikan dan Sekolah
Anakku,
Sebagian besar orang menganggap bahwa pendidikan hanyalah sesuatu yang ada hubungannya dengan sekolah. Sekolah memang yaitu salah satu daerah yang baik untuk memulai pendidikan. Banyak sekolah populer sebagai sekolah yang menghasilkan pelajar-pelajar baik. Dan saya rasa salah satu penyebab keberhasilan itu yaitu lantaran ada penekanannya terhadap disiplin.

Tentu saja banyak orang yang berhasil tanpa lebih dahulu melalui jenis sekolah yang terkenal-tapi alasan keberhasilan mereka juga sama yaitu disiplin. Dalam hal ini disiplin diri. Inilah kunci utama yang membedakan orang berhasil dan tidak berhasil. Tapi suatu sekolah yang baik yang kita nikmati bersama paduan orang-orang yang baik tentu saja merupakan awal yang menguntungkan. Bila daya eksternal (yang bagaimanapun bergotong-royong diluar kekuasaan kita untuk mengaturnya), dikombinasikan dengan karakteristik internal yang baik, maka bagi seseorang yang memiliki tekad untuk maju tidak lagi memiliki alasan untuk gagal.

Dalam semangat yang dimiliki oleh sekolah, maka yang perlu kita bawa ke dalam kelas yaitu elemen keingintahuan. Hasrat untuk tahu akan menciptakan berguru menjadi sesuatu yang menyenangkan. Banyak dari teman-teman kita pelajar yang begitu sibuk mengeluhkan guru dan sistem ketimbang memperhatikan pelajarannya. Padahal ini yaitu alasan utama mengapa kita berada di sekolah. Ketika masih di sekolah tinggi tinggi, sistem belum berubah dan mungkin tidak akan berubah banyak juga hingga tiga puluh tahun lagi.

Banyak dari kita yang akan menentukan untuk terjun ke dunia kerja, Bagi orang-orang muda dunia tersebut kelihatan menggiurakn: kendaraan beroda empat bagus, perjalanan ke mana-mana dan makan di restoran yang terbaik. Memang, terjun di dunia kerja yaitu sesuatu yang baik jikalau kita sanggup menemukan bidang dan peluang yang tertentu disana, alasannya yaitu dunia kerja sangat besar dan kompleks. Dunia kerja yaitu juga dunia yang penuh kebangkrutan dan dunia dimana orang mati muda lantaran tekanan jiwa. Untuk mempersiapkan diri selengkap mungkin semoga terhindar dari semua jebakan-jebakan yang diperhadapkan oleh dunia kerja setiap hari, maka mulai kini kita perlu merancang pendidikan.

Berbicara mengenai pilihan mata pelajaran, maka janganlah terpukau hanya kepada mata pelajaran yang ada kaitannya dengan dunia kerja kita nantinya. Ada banyak mata pelajaran yang sanggup kita pilih untuk memperlihatkan pada kita perspekyif yang lebih luas mengenai dunia ini dan membantumu menjadi seorang usahawan yang lebih baik kelak. Beberapa pola antara lain, Ilmu politik, Sejarah, Ilmu Bumi dan Astronomi.

Menurut penulis inggris John Dryden di dunia ini semua hal niscaya berkhasiat bagi lainnya. Dan saya percaya dengan sepenuh hati akan ucapannya ini. Kalau boleh saya memberi saran, ambillah yang sanggup memperlihatkan perspektif yang lebih luas atau suatu pandangan yang gres mengenai kehidupan ini. Kita belum tahu jenis Industri apa yang akan kita masuki atau bagaimana berharganya pengetahuan itu nanti (walaupun itu kecil), begitu kita berjalan di dunia kerja yang penuh ranjau ini.

Pendidikan di universitas dirancang untuk menyebarkan otak kita, untuk melatih kita bekerja keras, dan untuk mengajar kita bagaimana mengatur hari dan jam dikala bertemu aneka macam macam orang, berolahraga, berkencan dengan gadis-gadis, minum bir dan menikmati kehidupan ini. (Hanya jangan terlalu banyak memberi tekanan terhadap tiga "subjek" yang terakhir itu, alasannya yaitu walaupun kerja kerasnya masih sedikit, seseorang itu cenderung lebih banyak menghabiskan hari-harinya untuk ketiga hal tersebut).

Juga di Universitas kita sanggup memperoleh rumusan sukses menyerupai yang dikatakan oleh Francis Bacon. Francis Bacon mengatakan, "membaca menciptakan seorang insan menjadi berisi; diskusi membuatnya menjadi siap; dan menulis membuatnya menjadi terang dan pasti." Nah kini ada suatu kombinasi unsur; suatu trio yang tak pelak lagi sanggup membawa siapa saja yang ingin naik. Bila nanti, dikala meninggalkan universitas, kita telah merasa cukup banyak membaca, kita telah tahu bagaimana menulis, dan kamu telah mengenal manusia, maka berarti kita telah siap untuk terjun ke dunia kerja. Dan kalau boleh saya katakan, kita sendiri tidak pernah merasa sudah berada dalam tahap dimana sudah tidak ada lagi yang perlu dipelajari. Walaupun kita renta tetapi selalu banyak yang sanggup kita pelajari.

Dalam usia yang delapan belas tahun maka penting untuk memiliki citra akan jadi apa kamu sepuluh tahun dari sekarang. periode usia antara dua puluh hingga tiga puluh yaitu periode yang paling menentukan dalam belajar. Bila dalam periode ini kita tidak sanggup mendapat pengetahuan yang kita perlukan bagi karya di masa mendatang, maka besar kemungkinan pengetahuan itu tak akan pernah lagi kita dapatkan. Pada usia tiga puluh, hidup kita akan menjadi hidup yang sudah diisi oleh seorang istri, beberapa anak, aktivitas mencicil hutang dan bekerja. Waktu untuk berguru dan menyiapkan karir sudah tinggal sedikit. bahkan ada yang menyampaikan bahwa pada usia yang menyerupai ini, dalam menyerap informasi, otak kita sudah tidak seefisien dulu.

Tujuan atau sasaran hidup kita pada usia tiga puluhan mungkin kini masih dianggap mimpi atau khayalan. Walaupun begitu kita perlu senantiasa meletakkannya didepan pikiran, menjadi peransang atau motivasi. Tanpa suatu tujuan atau sasaran untuk dikejar, maka rasanya tak mungkin kita sanggup tahan berguru lama. Setiap kali turun dari rangjang di pagi hari, maka sasaran hendaklah kita letakkan didepan kita. Hanya dengan beginilah maka kita sanggup bertahan melalui aneka macam kesuliatan; pekerjaan yang tidak habis-habisnya, gagal dalam ujian, nilai rendah dalam pelajaran mengarang essai, dosen yang membosankan, atau mata pelajaran yang sulit tapi harus diambil.

Begitu kita tetapkan sasaran, maka kita perlu mencari tahu sebanyak mungkin keterangan memgenai sasaran tersebut. Banyak orang berkata,"Rasanya saya akan menjadi spesialis hukum", tanpa sedikit pun mengetahui citra apa yang dilakukan oleh jago aturan sepanjang hari, atau tanpa sedikitpun pengetahuan mengenai bidang aturan mana yang akan diambilnya. Alangkah baiknya kalau berbicara dengan orang yang memiliki profesi menyerupai apa yang kits cita-citakan. Tapi orang itu hendaklah seseorang yang memiliki pandangan yang berimbang mengenai kehidupan ini. Tak ada gunanya kita berbicara dengan seseorang yang begitu kerasukan akan profesi yang dipilihnya sehingga beropini bahwa hukumlah satu-satunya topik yang ada di dunia ini. Tapi pada fihak lain, tak ada juga gunanya berbicara dengan seseorang yang benci terhadap profesinya. "konselor" yang baik akan merekomendasikan mata pelajaran yang harus kita ambil. Tapi yang lebih penting lagi, begitu kita selesai dan siap untuk membuka praktek sendiri, ia akan memberitahukan kenyataan yang bakal dihadapi.

Bila hal-hal pendahuluan menyerupai diatas kita lakukan, maka kita tidak hanya terhindar dari pemborosan waktu, tapi kita juga akan terhindar dari perasaan menyesal seumur hidup lantaran merasa terjebak dalam suatu profesi yang rupanya tidak begitu mengasyikkan.

Lihatlah sebelum melompat
Sebab apa yang kamu tabur, Itulah yang akan kamu tuai.

Hormat saya,
"Gurumu"

Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Bagaiamana dongeng sukses Cristiano Ronaldo mungkin sanggup kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;
Surat Pengusaha Kepada Puteranya Tentang Pendidikan Surat Pengusaha Kepada Puteranya Tentang Pendidikan dan Sekolah


Sumber http://www.defantri.com

Minggu, 30 September 2018

Your Daily Dose Of Motivation

he secret to beating procrastination is that we need to keep motivated Your Daily Dose Of Motivation
The secret to beating procrastination is that we need to keep motivated. Every day we must do something, anything that gets us motivated, whether it’s listening to your favourite song, going for that morning run or simply reading some quotes.

Every day we must motivate ourselves because when we are motivated we have energy, we have ideas and we have dreams and we pursue those dreams with our unbounded faith that we will achieve them and more.

The world has the habit of making room for the man whose words and actions show that he knows where he is going
Napoleon Hill

Circumstance does not make the man; it reveals him to himself
James Allen

The greater danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it
Michelangelo

Your life is in your hands, to make of it what you choose
John Kehoe

Let others lead small lives, but not you. Let others argue over small things, but not you. Let others cry over small hurts, but not you. Let others leave their future in someone else's hands, but not you.
Jim Rohn

I challenge you to make your life a masterpiece. I challenge you to join the ranks of those people who live what they teach, who walk their talk.
Anthony Robbins

The secret of getting ahead is getting started
Mark Twain

For true success ask yourself these four questions: Why? Why not? Why not me? Why not now?
James Allen

Issue a blanket pardon. Forgive everyone who has ever hurt you in any way. Forgiveness is a perfectly selfish act. It sets you free from the past Brian Tracy Our greatest glory is not in never failing but in rising up every time we fail
Ralph Waldo Emerson

Learn to enjoy every minute of your life. Be happy now. Don't wait for something outside of yourself to make you happy in the future. Think how really precious is the time you have to spend, whether it's at work or with your family. Every minute should be enjoyed and savoured.
Earl Nightingale

Far better it is to dare mighty things, to win glorious triumphs, even though chequered by failure, than to take rank with those poor souls who neither enjoy much nor suffer much, because they live in the grey twilight that knows neither victory nor defeat.
Theodore Roosevelt

We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit.
Aristotle

Impossible is a word to be found only in the dictionary of fools.
Napoleon Bonaparte

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbour. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.
Mark Twain

The only way of finding the limits of the possible is by going beyond them into the impossible.
Arthur C. Clarke

It is hard to fail, but it is worse never to have tried to succeed.
Theodore Roosevelt

Fortune favours the brave.
Publius Terence

Ah, but a man's reach should exceed his grasp, or what's a heaven for?
Robert Browning

People often say that motivation doesn't last. Well, neither does bathing - that's why we recommend it daily.
Zig Ziglar

Desire is the starting point of all achievement, not a hope, not a wish, but a keen pulsating desire, which transcends everything.
Napoleon Hill

People become really quite remarkable when they start thinking that they can do things. When they believe in themselves they have the first secret of success.
Norman Vincent Peale

Men are born to succeed, not fail.
Henry David Thoreau

What we can or cannot do, what we consider possible or impossible, is rarely a function of our true capability. It is more likely a function of our beliefs about who we are.
Anthony Robbins

Every human has four endowments- self-awareness, conscience, independent will and creative imagination. These give us the ultimate human freedom... The power to choose, to respond, to change.
Stephen Covey

All the breaks you need in life wait within your imagination, Imagination is the workshop of your mind, capable of turning mind energy into accomplishment and wealth.
Napoleon Hill

There is just one life for each of us: our own.
Euripides

If you believe in what you are doing, then let nothing hold you up in your work. Much of the best work of the world has been done against seeming impossibilities.
Dale Carnegie

There is no such thing in anyone's life as an unimportant day.
Alexander Woollcott

All successful people men and women are big dreamers. They imagine what their future could be, ideal in every respect, and then they work every day toward their distant vision, that goal or purpose.
Brian Tracy

The fear of death follows from the fear of life. A man who lives fully is prepared to die at any time.
Mark Twain

There are no accidents... there is only some purpose that we haven't yet understood.
Deepak Chopra

They can because they think they can.
Virgil

There are those who dream and wish and there are those who dream and work.
Jeune.E. McIntyre.

No man is a failure who is enjoying life.
William Feather

Death is not the biggest fear we have; our biggest fear is taking the risk to be alive -- the risk to be alive and express what we really are.
Don Miguel Ruiz

Be miserable. Or motivate yourself. Whatever has to be done, it's always your choice.
Wayne Dyer

You and I are essentially infinite choice-makers. In every moment of our existence, we are in that field of all possibilities where we have access to an infinity of choices.
Deepak Chopra

You can have anything you want, if you want it badly enough. You can be anything you want to be, do anything you set out to accomplish if you hold to that desire with singleness of purpose.
Abraham Lincoln

If you deliberately plan on being less than you are capable of being, then I warn you that you'll be unhappy for the rest of your life.
Abraham H. Maslow

Remember, happiness doesn't depend upon who you are or what you have, it depends solely upon what you think.
Dale Carnegie

The only man who never makes mistakes is the man who never does anything.
Theodore Roosevelt

Self-pity gets you nowhere. One must have the adventurous daring to accept oneself as a bundle of possibilities and undertake the most interesting game in the world -- making the most of one's best.
Harry Emerson Fosd1ck

Man's mind, once stretched by a new idea, never regains its original dimensions.
Oliver Wendell Holmes, Jr

The nearest way to glory is to strive to be what you wish to be thought to be.
Socrates

The man who trims himself to suit everybody will soon whittle himself away.
Charles Schwab

Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.
Ralph Waldo Emerson

At least three times every day take a moment and ask yourself what is really important. Have the wisdom and the courage to build your life around your answer.
Lee Jampolsky

To be yourself in a world that is constantly trying to make you something else is the greatest accomplishment.
Ralph Waldo Emerson

It’s not who you are that holds you back, it’s who you think you’re not.
Unknown

Simplicity is the key to brilliance.
Bruce Lee

There is no end. There is no beginning. There is only the infinite passion of life.
Federico Fellini

Work as though you would live forever, and live as though you would die today.
Og Mandino

What the mind of man can conceive and believe, the mind of man can achieve.
Napoleon Hill

Know the true value of time; snatch, seize, and enjoy every moment of it.
No idleness, no delay, no procrastination; never put off till tomorrow what you can do today.
Earl of Chesterfield

Finish each day and be done with it. You have done what you could; some blunders and absurdities have crept in; forget them as soon as you can.
Tomorrow is a new day; you shall begin it serenely and with too high a spirit to be encumbered with your old nonsense.
Ralph Waldo Emerson

Consult not your fears but your hopes and your dreams. Think not about your frustrations, but about your unfulfilled potential. Concern yourself not with what you tried and failed in, but with what it is still possible for you to do.
Pope John XXIII

Look at a day when you are supremely satisfied at the end. It's not a day when you lounge around doing nothing, it's when you've had everything to do and you've done it.
Margaret Thatcher

You must be the change you wish to see in the world.
Mahatma Gandhi

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.
Eleanor Roosevelt

Everything that is happening at this moment is a result of the choices you've made in the past.
Deepak Chopra

Cherish your visions and your dreams, as they are the children of your soul, the blueprints of your ultimate achievements.
Napoleon Hill

Successful people make money. It's not that people who make money become successful, but that successful people attract money. They bring success to what they do.
Wayne Dyer

Failure is simply the opportunity to begin again, this time more intelligently.
Henry Ford

Victory belongs to the most persevering.
Napoleon Bonaparte

Dream lofty dreams, and as you dream, so you shall become. Your vision is the promise of what you shall one day be; your ideal is the prophecy of what you shall at last unveil.
James Allen

You will never possess what you are unwilling to pursue.
Mike Murdock

He who controls others may be powerful, but he who has mastered himself is mightier still.
Lao-Tzu

I've come to believe that all my past failure and frustrations were actually laying the foundation for the understandings that have created the new level of living I now enjoy.
Anthony Robbins

If you don't risk anything, then you risk even more.
Erica Jong

It was character that got us out of bed, commitment that moved us into action, and discipline that enabled us to follow through.
Zig Ziglar

No matter how hard the past, you can always begin again.
Buddha

The secret of health for both mind and body is not to mourn for the past, not to worry about the future, nor to anticipate troubles, but to live in the present moment wisely and earnestly.
Buddha

There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as if everything is.
Albert Einstein

Go confidently in the direction of your dreams. Live the life you've imagined.
Henry David Thoreau

Only those who will risk going too far can possibly find out how far one can go.
T. S. Elliot

All that we are is the result of what we have thought.
Buddha

It is not because things are difficult that we do not dare, it is because we do not dare that they are difficult.
Seneca

It was a high counsel that I once heard given to a young person, "Always do what you are afraid to do.
Ralph Waldo Emerson

The best motivation is self-motivation. The guy says, “I wish someone would come by and turn me on.” What if they don’t show up? You’ve got to have a better plan for your life.
Jim Rohn

It is better to be hated for what you are than to be loved for what you are not.
Andre Gide

Our strength grows out of our weakness.
Ralph Waldo Emerson

Confidence is a habit that can be developed by acting as if you already had the confidence you desire to have.
Brian Tracy

You gain strength, courage and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You must do the thing that you think you cannot do.
Eleanor Roosevelt

If a man does only what is required of him, he is a slave. If a man does more than is required of him, he is a free man.
Chinese Proverb Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is to not stop questioning.
Albert Einstein

The better part of happiness is to wish to be what you are.
Desiderius Erasmus

The whole secret of a successful life is to find out what is one's destiny to do, and then do it.
Henry Ford

Always bear in mind that your own resolution to succeed is more important than any one thing.
Abraham Lincoln

Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.
Albert Einstein

Are you bored with life? Then throw yourself into some work you believe in with all your heart, live for it, die for it, and you will find happiness that you had thought could never be yours.
Dale Carnegie

The greatest discovery of my generation is that a human being can alter his life by altering his attitudes of mind.
William James

Seize the moment of excited curiosity on any subject to solve your doubts;
for if you let it pass, the desire may never return, and you may remain in ignorance.
William Wirt

What you are is what you have been, and what you will be is what you do now.
Buddha

We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world.
Buddha

The highest reward for man's toil is not what he gets for it, but what he becomes by it.
John Ruskin

A day will never be anymore than what you make of it.
Josh S. Hinds

Do not seek to follow in the footsteps of the wise. Seek what they sought.
Basho

If you always put limits on everything you do, physical or anything else. It will spread into your work and into your life. There are no limits. There are only plateaus, and you must not stay there, you must go beyond them.
Bruce Lee

There are two rules for success: 1) Never tell everything you know…
Roger H. Lincoln

You were born with potential.
You were born with goodness and trust.
You were born with ideals and dreams.
You were born with greatness.
You were born with wings.
You are not meant for crawling, so don’t.
You have wings.
Learn to use them and fly.
Rumi
*Your Daily Dose Of Motivation | Steven Grabek, [http://www.ebookbillboard.com]

Bagaiamana dongeng sukses dan bagaimana tetap mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses dapat kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;
he secret to beating procrastination is that we need to keep motivated Your Daily Dose Of Motivation


Sumber http://www.defantri.com

Jumat, 20 Juli 2018

A Quinter Never Win And A Winner Never Quit

Kamis, 19 Juli 2018

Cerita Inspiratif Perihal Telepon Bakir Dan Insan Bodoh

Saya mempunyai sobat 422 orang, tetapi saya kesepian. Saya berbicara dengan mereka setiap hari, namun tak satupun yang mengenal saya.

Mari kita lihat. Masalah yang saya alami ialah adanya perbedaan antara menatap mata lawan bicara atau hanya melihat nama orang di layar.

Saya melangkah mundur dan membuka mata saya, melihat sekeliling dan menyadari bahwa media yang kia sebut social ini memang segalanya, namun ketika kita membuka komputer kita ketika itulah kita menutup pintu kita.
Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh
Semua teknologi yang kita punya ini hanyalah suatu ilusi. Komunitas, persahabatan, rasa kebersamaan ketika kau beranjak dari perangkat khayalan ini, kau tersadar dan melihat dunia yang membingungkan.

Dunia dimana kita diperbudak oleh teknologi yang kita ciptakan, dimana gosip dijual oleh orang-orang kaya rakus. Dunia yang dipenuhi kepentingan pribadi, pencitraan, promosi diri.

Dimana kita memberika bab terbaik kita tanpa memakai perasaan. Kita merasa paling berbahagia ketika membuatkan pengalaman, akankah sama rasanya kalau tidak ada orang lain?

Datangi teman-temanmu dan merekapun akan mendatangimu, mereka takkan mendatangimu kalau kau temui mereka di group message.

Kita selalu membanggakan diri dan mengharapkan pujian, kita akal-akalan tidak menyadari bahwa terasing secara sosial. Kita merangkai kata sampai terlihat hidup kita indah, padahal kita tidak tahu apakah ada yang peduli.

Sendirian bukan masalah, itulah intinya.
Bila kau membaca buku, melukis atau melaksanakan latihan tertentu, kau menjadi produktif dan diakui, bukan hanya menjadi pelengkap. Kamu sadar sepenuhnya dan penuh perhatian dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Jadi, ketika kau berada di kawasan umum dan merasa kesepian, angkat tanganmu dan jauhkan dari telepon. Kamu tidak membutuhkannya kan? Bila perlu hapus daftar kontakmu. Saling berbicaralah dan belajar hidup bersama.

Saya tidak tahan melihat keheningan dalam angkutan umum yang penuh sesak dimana tak seorangpun ingin berbicara alasannya takut dibilang aneh. Kita menjadi anti sosial, kita tidak lagi terpuaskan dengan kekerabatan antar insan dan saling bertatap mata.

Kita dikelilingi oleh anak-anak, yang semenjak mereka dilahirkan melihat kita hidup menyerupai robot dan mereka menganggap itu normal. Sepertinya tidak mungkin untuk menjadi orangtua ahli alasannya kamu tidak bisa menghibur anak tanpa memakai iPad.

Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh
Saat saya kecil, saya tidak pernah dirumah. Selalu bersepeda keluar bersama teman-teman. Sepatu saya sobek dan lutut saya tergores alasannya membangun rumah diatas pohon. Sekarang taman sangat sunyi dan sepi. Tak ada bawah umur yang bermain, ayunanpun tak pernah bergerak. Tak ada yang bermain, berlari dan meloncat.
Baca juga: 7 Kemampuan Kita Yang Hilang Akibat Teknologi yang Semakin Canggih
Kita yaitu generasi Idiot: Telepon Pintar dan Manusia Bodoh.

Jadi, alihkan perhatianmu dari teleponmu, matikan layarnya. Hidupkan lingkungan sekitarmu ciptakan hari yang indah. Cukup satu kekerabatan nyata, hanya itu yang dibutuhkan. Untuk memperlihatkan perbedaan yang diciptakan oleh kehadiran.

  • Hadir pada ketika beliau memandangmu, yang akan kau ingat selamanya ketika dimabuk cinta.
  • Saat pertama ia memegang tanganmu, atau ciuman pertama di bibirmu, ketika pertama kali kau berbeda pendapat namun tetap mencintainya sepenuh hati.
  • Saat dimana kau tidak harus menceritakan ratusan hal yang sudah kau kerjakan, alasannya kau hanya ingin menikmati waktu bersamanya.
  • Saat kau menjual komputer semoga bisa membeli cincin untuk gadis impianmu yang kini menjadi nyata.
  • Saat dimana kau ingin mulai satu keluarga dan pertama kali memegang tangan gadis kecilmu dan jatuh cinta lagi.
  • Saat beliau selalu membuatmu terjaga kala kau benar-benar ingin istirahat dan ketika kau menhapus air matamu ketika anakmu meninggalkan rumah.
  • Saat gadis kecilmu kembali dengan membawa bayi untuk kau gendong dan ketika beliau memanggilmu kakek sampai kau merasa tua.
  • Saat kau mendapat semua yang telah kau ciptakan dengan menawarkan perhatian yang faktual betapa bahagianya kau alasannya tidak menyia-nyiakan waktu hanya bermain dalam dunia khayal.
  • Saat kau memegang tangan istrimu, duduk di samping kawasan tidurnya, kau bilang bahwa kau menyanyanginya, kemudian mencium keningnya. Kemudian beliau berbisik padamu di saat-saat terakhirnya bahwa beliau sangat beruntung menemukan dirimu.

Tapi semua itu tidak akan pernah terjadi, kau tidak akan pernah mengalami satupun hal itu, kalau kau terlalu sibuk melihat ke bawah, kau akan melewatkan banyak sekali kesempatan.

Kaprikornus alihkan perhatianmu dari teleponmu, matika semua layar itu. Waktu kita sangat terbatas. Jangan buang hidupmu dengan berkutat di internet alasannya kalau saatnya tiba, yang ada hanya penyesalan.
Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh
Sayapun merasa bersalah dengan menjadi bab dari ini semua, dunia digital yang kita dengar tapi tidak terlihat, dimana kita berbicara dengan mengetik dan mengobrol dengan cara membaca, dimana kita menghabiskan waktu bersama tanpa saling bertatap mata.

Janganlah kau masuk dalam kehidupan yang mengikuti publisitas berlebihan. Berikan orang rasa cinta dan perhatianmu, jangan beri mereka ‘LIKE’ mu.

Jauhkan keinginan untuk didengar dan diakui, keluarlah ke dunia faktual dan tinggalkan semua itu. Alihkan perhatian dari teleponmu, matikan layarnya dan jalani kehidupan secara nyata.

Siswa kreatif ini bisa memperlihatkan kreativitas dan kemampuannya melalui PBB, mari kita lihat keterampilan kreatif mereka;
Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh Cerita Inspiratif Tentang Telepon Pintar dan Manusia Bodoh


Sumber http://www.defantri.com

Selasa, 05 Juni 2018

Pidato Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Ri Pada Upacara Hari Guru Nasional

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Pada Upacara Hari Guru Nasional Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Pada Upacara Hari Guru NasionalPidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Pada Upacara Hari Guru Nasional. Masyarakat secara umum dan guru khususnya tidak terlalu antusias menantikan menyerupai apa pidato atau sambutan mendikbud pada kegiatan Hari Guru Nasional (HGN) setiap tahunnya. Saya juga tidak terlalu menyimak apa yang disampaikan oleh menteri pendidikan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai seorang guru, mendengar pidato atau sambutan mendikbud pada ketika upacara HGN yaitu hal yang wajib, sebab pidato atau sambutan menteri akan dibacakan kembali oleh pembina upacara.

Pidato atau sambutan yang kita dengar hanya satu kali tentu akan mengurangi pemahaman kita perihal pidato tersebut. Untuk memahami 'lebih' apa yang disampaikan oleh mendikbud pada HGN tahun ini ada baiknya kita baca terlebih dahulu.

mari kita simak,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera,

Ibu dan Bapak Guru, Para Pamong dan Tenaga Kependidikan yang saya hormati,

Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mentakdirkan kita sebagai hamba pengabdi di dunia pendidikan, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga kita masih dapat menjalankan pengabdian di dunia pendidikan dengan baik.

Perkenankan saya atas nama langsung dan pemerintah, memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam kesempatan ini pula, saya ucapkan selamat memperingati Hari Guru Nasional tahun 2016.

Guru mempunyai tugas yang amat mulia dan amat strategis. Berbanggalah menjadi seorang guru. Sebab di tangan para Guru, Pamong, dan Tenaga Kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan.

Melalui belum dewasa penerima didik di sekolah, di sanggar-sanggar belajar, kita akan memilih masa depan bangsa. Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan seorang guru. Kita dapat berdiri tegak ketika ini juga sebab pernah ditempa oleh para guru.

Sejak ditetapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, perihal Guru dan Dosen, maka secara resmi guru dinyatakan sebagai pekerja profesional. Namun demikian bukan berarti sebelum itu para guru bekerja secara tidak profesional.

Harus diakui bahwa hingga sekarang profesionalisme guru di Indonesia masih belum memenuhi harapan. Masih diharapkan upaya-upaya yang lebih keras agar
pekerjaan guru di Negara kita betul-betul sebagai pekerjaan professional di masa yang akandatang.

Pemerintah selama ini telah mengupayakan banyak hal semoga para guru semakin profesional. Namun upaya itu akan sia-sia belaka tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri.

Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati,

Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui sumbangan tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. Saya berharap hal ini berimplikasi konkret bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru, dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil mencar ilmu siswa.

Kedepan perlu segera dirumuskan kebijakan, semoga sebagian tunjangan profesi guru dapat diinvestasikan bagi peningkatan kinerja guru melalui kegiatan training dan perjuangan guru mencar ilmu mandiri.

Profesionalisme guru, khususnya berkaitan dengan pengembangan keprofesian dan karirnya makin terus ditumbuhkembangkan. Beberapa kebijakan strategis untuk membentuk guru yang profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi sedang dan akan terus dilakukan oleh pemerintah di semua tingkatan. Peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu dari lima kegiatan utama pembangunan pendidikan nasional.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Selamat berhari Guru, harinya orang-orang mulia yang menyiapkan generasi masa depan yang lebih cemerlang. Insya-Allah kita semua akan dimuliakan oleh Yang Maha Mulia. Jadilah guru berkemajuan. Ayo hormati guru!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 25 November 2016
Menteri Pendidikan dan Kebudayan
Ditandatangani
Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP

Setelah membaca pidato mendikbud diatas, apa reaksi yang Anda peroleh?. Mungkin tidak ada reaksi apa-apa, dan ini mungkin juga salah satu penyebab tidak banyak masyarakat umum bahkan guru kurang tertarik untuk menyimak apa yang disampaikan oleh menteri pendidikan pada hari penting oleh guru yaitu Hari Guru Nasional (HGN).

Mudah-mudahan pada pidato HGN berikutnya pidato menteri lebih berisi dan memberi sedikit reaksi kepada pembaca atau pendengar.

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Pada Upacara Hari Guru Nasional diambil dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terakhir, kepada guru di seluruh Indonesia dan kepada guru-guru yang pernah mendidik dan mengajari aku, kuucapakan Selamat Hari Guru dan Banggalah Makara Guru Profesional.

Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Pesan Bapak Anies Baswedan ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sangat menginspirasi untuk para guru;
Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Pada Upacara Hari Guru Nasional Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Pada Upacara Hari Guru Nasional


Sumber http://www.defantri.com

Sabtu, 21 April 2018

Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Mencar Ilmu Dan Berbagi

 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan BerbagiPak Anang, Guru Matematika multi talent yang tak pernah lelah untuk berguru dan berbagi. Bagi siswa-siswi atau guru yang suka browsing di internet untuk cari soal-soal dan pembahasan matematika dan pelajaran lainnya maka tidak gila dengan blognya Pak Anang.

Blog Pak Anang, yang mengangkat slogan "Tak pernah lelah untuk membuatkan dan belajar..." selalu ramai dengan pengunjung. Para pengunjung blog dimanjakan dengan file-file yang diketik dengan rapi dan sudah memiliki ciri khas tersendiri. Jika sudah mendekati ujian nasional maka para siswa akan sudah menantikan bocoran soal ujian nasional versi Pak Anang. Karena rajin buat bocoran soal Ujian Nasional, pastinya Pak Anang ini punya pengalaman tidak yummy wacana bocoran soal Ujian Nasional.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Berbagi dan berguru soal dan pembahasan ujian nasional atau SBMPTN mungkin tujuan awal dari blognya Pak Anang, sehingga tampilan yang sederhana tetap dipertahankan oleh Pak Anang. Jika melihat tampilan sederhana blog Pak Anang ini mengingatkan aku dongeng Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*B dimana kita harus mengutamakan "isi"-nya.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Selain bersedia berguru dan membuatkan satu arah melalui blog, Pak Anang juga bersedia berguru dan membuatkan dua arah dengan santunan aplikasi telegram, ada beberapa grup telegram yang dikelola oleh Pak Anang dan beberapa guru-guru matematika dari banyak sekali kawasan jikalau Anda ingin diskusi secara eksklusif kepada Pak Anang. Berikut beberapa grup yang bisa Anda ikuti jikalau ingin berguru matematika bersama Pak Anang.
  • Berbagi dan Belajar [pak-anang.blogspot.com/]
  • Wadah Guru Matematika Nusantara berdiskusi/berbagi wacana isu dan pengalaman, dengan moto kita "Belajar Berbagi, Memotivasi dan Menginspirasi [Matematika Nusantara]
  • Diskusi bersama Membahas trik-trik UN dan seleksi Perguruan Tinggi Negeri [BD Tricky MN]
  • Diskusi bersama di FGD OSN MN ialah Forum Grup Diskusi OSN bidang Matematika Nusantara oleh Guru Matematika Indonesia. Motto: Belajar dan Berbagi [FGD OSN MN]
  • Grup Indonesia Digital Teacher [IDT] menjadi tempat mengobrol, berdiskusi dan bercanda antar anggota [Indonesia Digital Teacher [IDT]]
  • Diskusi bersama wacana matematika dengan IGI [IGMP Matematika Indonesia]
  • Wadah diskusi siswa + guru wacana matematika SMA/MA/SMK, dengan motto "Ikhtiar itu wajib" [SIAP MATh Sekolah Menengan Atas Sederajat]
  • Forum Diskusi Matematika, Grup ini dibentuk khusus sebagai sarana berguru matematika secara online semua jenjang pendidikan [Forum Diskusi Matematika]
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Saya dan beberapa guru yang lain pernah diberi Pak Anang tips mengajar matematika, kalau aku tidak salah catat waktu itu kurang lebih menyerupai berikut ini;
Belajar matematika itu Bisa alasannya ialah biasa...
Kaprikornus Guru tidak usah muluk-muluk....
cukup ajarkan dasarnya...
poles konsep-konsep penting yang sanggup membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi mereka.....
anggap saja sebagai bonus bila mereka sanggup menerjang olimpiade dengan mulus...

Anak yang rasa ingin tahu besar dan mau berfikir lebih jauh akan berpotensi jadi bibit...
meskipun tidak begitu pandai.... alasannya ialah bisa dilatih dan ditempa dengan proses berguru dari dasar...

Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator.... Dan teladan...
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Karena Pak Anang ini sudah dikenal dengan trick cepatnya mengerjakan soal, disini aku tambahkan catatan dari bapak Eddy Hermanto penggemar matematika meskipun bukan guru matematika. Beliau menyampaikan, jikalau guru atau siswa menanyakan cara cepat dalam mengerjakan soal, ada 2 kemungkinan yang sedang terjadi;
  1. Dia sudah menuntaskan soalnya tapi menurutnya sangat panjang dan beliau ingin tau dengan solusi yang lebih pendek. Ini referensi bagus
  2. Dia sudah ada ide pengerjaan tapi menurutnya akan panjang, tapi beliau sendiri mengalah tidak berusaha menyelesaikannya. Ini referensi tidak bagus
Dari dua kategori diatas, lebih banyak didominasi siswa atau guru berada pada kategori yang mana ya?

Catatan terkahir ini juga menunjukkan citra kepada guru-guru yang tampaknya "tidak suka" atau anti dengan "cara cepat", "cara praktis", "cara kreatif", "cara nakal", "fast solution", "cara lirikan", "cara gila", "cara tidak normal" atau istilah lainnya.

Kaprikornus sangat baik saat siswa atau guru mengetahui cara-cara alternatif dalam menuntaskan soal-soal Ujian Nasional atau SBMPTN dengan catatan siswa atau guru berada pada point 1 menyerupai yang disampaikan diatas.
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi
Gambar-gambar pendukung pada catatan ini ialah beberapa dari sekian banyak hasil ukiran tangan kreatif dari Pak Anang, Terima kasih untuk karya-karyanya pak [*Isbandi Anang Tatur, S.Si - SMAN 1 Kedamen Gresik], Semoga Sehat Selalu.

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
 Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi Pak Anang, Guru Matematika Yang Tak Pernah Lelah Untuk Belajar dan Berbagi


Sumber http://www.defantri.com