Rabu, 05 Desember 2018

Defenisi Organisasi Dan Bentuk-Bentuk Organisasi Kantor

Sebelum membahas bentuk-bentuk organisasi perlu kiranya kita membahas pengertian organisasi. Organisasi sanggup dirumuskan sebagai bentuk suatu kolaborasi berdasarkan suatu pembagian kerja yang tetap. Hidup berkelompok pada umumnya membutuhkan perkumpulan atau organisasi. Di dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28, berorganisasi disebutkan dengan istilah berserikat, sedangkan apabila bentuk kerja samanya tidak permanen disebut berkumpul.

Defenisi organisasi berdasarkan beberapa orang jago antara lain adalah.
  • Menurut G.R. Terry. Organisasi yaitu suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sehingga kekerabatan satu dengan lainnya dipengaruhi oleh kekerabatan mereka secara keseluruhan.
  • Menurut Dr. S.P. Siagian M.P. Organisasi yaitu setiap bentuk komplotan antara dua orang atau lebih yang terikat dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan yang di dalamnya terdapat pembagian yang disebut atasan dan bawahan.
  • Menurut Ernie dan Kurniawan. Organisasi yaitu sekumpulan orang atau kelompok yang mempunyai tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerja sama.
Bentuk organisasi pada suatu  kantor umumnya mempunyai kecendrungan yang sama yaitu organisasi berbentuk garis/lini (line organization), garis/lini dan staf (line staff organization), Fungsional (functional organization),  Divisional, dan organisasi Matriks.



1. Organisasi Garis/lini (line Organization)
Organisasi ini yaitu yang paling sering kita jumpai dan banyak digunakan, terutama diperusahaan kecil. Bentuk organisasi ini menjelaskan bahwa wewenang atasan kepada bawahannya terhubung pribadi secara vertikal. Dalam organisasi garis/lini, pemimpin mempunyai kekuasaan tunggal atas segala ketentuan. Keputusan ada di tangan satu orang yaitu pimpinan sehingga organisasi ini lebih bersifat otoriter.

Ciri paling terlihat dari organisasi ini yaitu jabatan yang ada dalam organisasi ini terletak secara vertikal. Selain itu, organisasi ini mempunyai ciri-ciri lain yang membedakannya dengan organisasi lainnya yakni sebagai berikut:


  • Tujuan organisasi masih sederhana
  • Jumlah karyawan masih sedikit
  • Pemimpin dan bawahan hubungannya cukup akrab dan sering berkomunikasi
  • Organisasi/perusahaan kecil
  • Alat produksi belum terlalu canggih dan beraneka ragam
  • Spesialisasi belum banyak diharapkan secara khusus
Kelebihan Organisasi Garis/Lini
  1. Atasan dan bawahan berada dalam satu garis komando
  2. Rasa solidaritas seluruh anggota organisasi tinggi
  3. Proses pengambilan keputusan lebih cepat
  4. Disiplin tinggi
  5. Anggota organisasi lebih menyadari kiprah masing-masing
Kekurangan Organisasi Garis/Lini
  1. Kepemimpinan otoriter
  2. Karyawan kurang berkembang
  3. Ketergantungan pada pimpinan organisasi sangat tinggi
  4. Kurang fleksibel alasannya yaitu kontrol pimpinan ketat
  5. Jarang memberi kesempatan pada bawahan yang ingin naik pada jenjang pangkat berikutnya

2. Organisasi Garis/Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
Pada bentuk organiasi ini, pucuk pimpinan mempunyai pejabat atau staf sebagai pembantu, namun tidak mempunyai wewenang memberi perintah atau tugas. Pelimpahan wewenang dalalm organisasi ini berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bab di bawahnya.

Ciri-ciri bentuk organisasi lini dan staf diantaranya adalah:



  • Organisasi besar dan kompleks
  • Daerah kerja yang luas
  • Jumlah karyawan banyak
  • Pemimpin dengan karyawan tidak kenal terlalu dekat
  • Hubungan kerja tidak bersifat langsung
  • Spesialisasi beragam
Kelebihan Organisasi Garis/Lini dan Staf
  1. Pembagian kiprah lebih jelas
  2. Kerja sama terkordinir dengan baik
  3. Pengembangan talenta anggota organisasi terjamin
  4. Fleksibel untuk diterapkan
  5. Pengambilan keputusan diambil dengan sempurna alasannya yaitu diputuskan oleh orang yang jago di bidangnya
Kekurangan Organisasi Garis/Lini dan Staf
  1. Tugas pokok sering dinomorduakan
  2. Pengambilan keputusan melalui beberapa tahap
  3. Dapat menjadikan nepotisme bila tidak terkontrol
  4. Menimbulkan persaingan tidak sehat antar pejabat
  5. Rasa solidaritas pegawai rendah alasannya yaitu tidak saling kenal akhir banyaknya pekerjaan

3. Organisasi Fungsional (Funcional Organization)
Yang dimaksud dengan organisasi fungsional yaitu organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam fungsi yang harus dilaksanakan. Bentuk organisasi ini mempunyai sistem pola kerja yang didasarkan kepada keahlian.

 Organisasi ini jarang dipakai alasannya yaitu cukup banyak mempunyai kekurangan, terutama dalam hal pengawasan dan pertanggungjawaban kinerja karyawan kepada pejabat-pejabat yang terkait. Salah satu pola struktur organisasi fungsional yaitu bentuk kepanitiaan.

Organisasi funsional mempunyai ciri sebagai berikut:
  • Organisasi kecil
  • Adanya kelompok kerja staf ahli
  • Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
  • Target organisasi terang dan pasti
  • Pengawasan ketat
Kelebihan Organisasi Fungsional
  1. Program terarah, terang dan cepat
  2. Diisi oleh para jago dalam bidangnya
  3. Kordinasi terjalin dengan baik
  4. Anggaran, Pegawai, dan alat sempurna dan sesuai
  5. Kenaikan pangkat pejabat cepat
  6. Pembagian kerja lebih profesional
Kekurangan Organisasi Fungsional
  1. Pejabat fungsional resah dalam mengikuti mekanisme administrasi
  2. Banyak mengeluarkan biaya tambahan
  3. Koordinasi dan inspeksi sulit dilaksanakan
  4. Keputusan berada pada pimpinan pusat sampai pengambilan keputusan lambat

4. Organisasi Divisional
Organisasi divisional sering di terapkan pada perusahaan yang berkembang pesat. Perusahaan tersebut semakin memajukan banyak sekali lini untuk mendesentralisasi kewenangannya dalam pengambilan keputusan.

Dalam struktur organisasi divisional, seorang manager divisi sanggup berbagi taktik untuk devisinya. Strategi yang ditempuh mungkin saja berbeda dengan devisi lainnya.

Kelebihan Organisasi Divisional
  1. Divisi yang dibuat merupakan kawasan melatih manajer muda
  2. Meningkatkan jumlah pusat insiatif perusahaan
  3. Kebutuhan konsumen semakin diperhatikan
  4. Memiliki fleksibilitas pada struktur perusahaan
  5. Kesempatan berkarir lebih terbuka
Kekurangan Organisasi Divisional
  1. Koordinasi yang jelek antar divisi
  2. Terjadi duplikasi sumberrdaya lintas divisi
  3. Kurang kendali sumber daya manajemen puncak
  4. Memungkinkan persaingan antar divisi
  5. Komunikasi antar spesialisasi menjadi turun

5. Organisasi Matriks
Struktur organisasi matriks merupakan campuran struktur fungsi dan divisional. Kedua campuran ini merupakan campuran terbaik untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien. Namun organisasi matriks inilah yang paling kompleks. 

Kebaikan Organisasi Matriks
  1. Penggunaan sumberdaya yang lebih efektif
  2. Tujuan proyek menjadi lebih jelas
  3. Banyak jalur untuk melaksanakan komunikasi
  4. Pekerjaan sanggup dipahami lebih jelas
  5. Ketersediaan tenaga jago untuk seluruh divisi
  6. Pelebaran tugas-tugas bagi para karyawan
Kelemahan Organisasi Matriks
  1. Mempunyai struktur yang rumit
  2. Memungkinkan timbulnya dualisme kepemimpinan
  3. Membutuhkan biaya yang relatif tinggi
  4. Relatif sulit alasannya yaitu terdapat kepentingan ganda
  5. Dapat menjadikan konflik antara dua matriks.

Sumber http://kamarulintangsakti.blogspot.com


EmoticonEmoticon