Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Maret 2017

Cara Mengedit Foto Bergerak Di Hp Dengan Gampang Dan Cepat

Mengingat ketika ini sedang Ramai di perbincangkan, terkait edit foto latar belakang bergerak.

Menjadikan admin ingin aneka macam satu hal, adalah cara mengedit foto bergerak melalui android secara gampang tanpa ribet.

Namun sebelum melaksanakan pengeditan foto biar background bergerak,

kau harus mend0wnl0ad aplikasi nya terlebih dahulu.

Di Karenakan admin akan aneka macam tips, untuk cara menciptakan gambar bergerak melalui Aplikasi Zoetropic,

maka anda harus menginstall nya terlebih dahulu di Google Play Store.

Apabila anda suka nya yang Gratisan, kau sanggup mengunduh nya melalui Chrome.

Namun yang patut kalian ketahui, Aplikasi Gratis tentunya berbeda dengan Premium, terutama duduk kasus Katersediaan fitur-fitur edit.

Akan tetapi meski gratisan, kau tetap sanggup menciptakan foto-foto mu menjadi bergerak, secara mudah, simpel dan cepat.

Simak baik-baik ya, setiap step by step nya dibawah.
 Mengingat ketika ini sedang Ramai di perbincangkan Cara Mengedit Foto Bergerak di HP dengan Praktis dan Cepat
Sebelum melaksanakan pengeditan, kenali juga beberapa fungsi fitur pada APK Zoetropic.

Sebab tidak sedikit, kebanyakan orang-orang mengedit foto, terkadang tidak sesuai dengan keinginan.

Semisal foto hasil editan mu malah bergerak semuanya, atau malah berantakan.

Terkadang pepatah satu ini ada benarnya juga, ekspetasi tidak semudah dengan realita. 😁.

Inilah fungsi pada fitur aplikasi ZOETROPIC:

Alat Gerak - di fungsikan sebagai titik awal, untuk menggerakkan latar belakang, dengan menggeser nya sesuai tempat titik bergerak harus berakhir.

Sekuen - berfungsi menyesuaikan ukuran panah secara berurutan.


Alat Stabilisasi - membatasi gerakan, untuk membentuk garis atau tempat yang stabil.

Alat Pilih - dipakai untuk menghapus titik gerakan dan Stabilisasi yang ingin dihapus.

Alat Masker - berkhasiat sebagai pembeku gambar, atau lebih tepatnya gambar yang tidak di inginkan bergerak.

Anda sanggup zoom untuk lebih detail nya, mengatur setiap gambar yang tidak bergerak.

Lihat video Tahapan Mengedit.
Selanjutnya, sekarang pribadi mempraktikkan cara menciptakan foto bergerak.

Langkah pertama - sesudah selesai menginstall, buka aplikasi Zoetropic, kemudian pilih memori baru, ambil pada galeri android, dan masukan foto yang akan di edit atau di ubah menjadi bergerak latar belakangnya.

Tahap kedua - pilihlah setiap latar belakang yang ingin kau gerakan sesuai keinginan, atur setiap titik arah untuk menggerakan nya.

Baik melalui alat gerak maupun sekuen untuk pengurutan arah.

Langkah ketiga - pilih beberapa latar belakang pada tempat foto yang ingin tampilan nya stabil.

Tahap keempat - jika ada yang hendak di hapus silahkan gunakan alat pilih untuk menghapus gerakan ataupun stabilisasi.

Langkah kelima - gunakan alat masker, untuk membatasi area yang tidak bergerak sesuai keinginan.

Maka sesudah selasai tinggal simpan foto hasil editan mu di HP.

Lihat hasil editan melalui video. 
untuk penggunaan gratis kau sanggup menyimpan foto editan nya berupa video.

Sedang penggunaan berbayar kau akan lebih leluasa dan bebas menyerupai sultan, ketika melaksanakan edit gambar.

Bahkan tanpa adanya batasan2 pada fitur edit foto, menyerupai menambahkan audio. Ataupun menyimpannya berupa GIF.

Mungkin itu saja sedikit tips cara edit foto biar latar belakang bergerak.

Silahkan untuk segera mempraktikkan nya melalui smathphone android mu.

Kini anda akan sanggup eksis secara kece, dan update hasil karyamu di media sosial, menyerupai instagram, Facebook, twitter, ataupun whatsapp.

Sumber http://mediagenggam.blogspot.com

Senin, 27 Maret 2017

Teknik Cara Memotret Fotografi Model Outdoor/ Indoor Bagi Pemula

TEKNIK CARA MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL OUTDOOR TEKNIK CARA MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL OUTDOOR/ INDOOR BAGI PEMULA
TEKNIK CARA MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL OUTDOOR/ INDOOR BAGI PEMULA  TEKNIK CARA MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL OUTDOOR TEKNIK CARA MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL OUTDOOR/ INDOOR BAGI PEMULA

TEKNIK CARA MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL - Fotografi Model ( Modelling Photography ) yaitu jenis fotografi yang menjadi point of view nya seorang model sebagai obyek dari pemotretan yang memeragakan aneka macam pose atau gestur (gerakan tubuh).


Salah satu teknik fotografi model yaitu menguasai atau paling tidak mengerti unsur-unsur teknisnya. Karena anggun tidaknya hasil jepretan sebuah foto tergantung dari unsur-unsur teori dasar fotografi. Tidak perlu repot-repot, cukup hanya dengan bermain-main dengan komposisi dengan pencahayaan, maka sebuah foto model sanggup didapat dengan bagus. Selebihnya tinggal bagaimana cara fotografer mengarahkan Pose dan Ekspresi sang model. Dan juga jangan lupa terapkan teori segitiga exsposure dalam memotret model.
 
Ada beberapa Tips yang perlu dilakukan sebelum proses pemotretan fotografi

1. Konsep 

Sebelum memotret model tentukanlah dulu konsep yang diinginkan. Agar si modelpun tidak resah ketika menentukan kostum. Dengan konsep tertentu, foto model akan lebih mempunyai dongeng dibandingkan memotret model tanpa konsep.

2. Properti :

Memanfaatkan properti akan sanggup membuat suasana. Untuk itu usahakan memanfaatkan properti sesuai dengan konsep. Namun juga jangan terlalu berlebihan memakai propertinya. Jika anda lupa mempersipakan properti, manfaatkan properti yang sudah ada di lokasi untuk membuat suasana.

3. Kostum dan Makeup : 

Dalam pemotretan model, make up dan kostum merupakan suatu hal yang penting. Carilah kostum yang sempurna dengan model dan konsep yang sudah ditentukan. Selain itu juga dengan make up, buatlah makeup yang sesuai dengan konsep atau impian kalian. Kostum dan make up akan sangat mempengaruhi keberhasilan hasil foto nantinya.

4. Waktu :

jikalau pemotretan berada di luar ruangan, waktu yang ideal yaitu jam 8-10
pagi dan 3-5/6 sore. waktu tersebut cahaya matahari masih lembut. Sehingga bayangan yang muncul di penggalan bawah kelopak mata, hidung dan leher tidak terlalu keras. Dalam teknik memotret model malam hari pastikan nyalakan lampu.

5. Lokasi : 

Cari lokasi yang cocok dengan konsep yang sudah di tentukan. Carilah lokasi ibarat taman atau kawasan menarik lainnya yang mempunyai kondisi cahaya yang cukup dan tidak ramai. Kecuali Anda sudah mempunyai peralatan lighting yang memadai. Itulah salah satu teknik fotografi model outdoor.

6. Peralatan : 

Selain kamera&memory siapkan juga peralatan fundamental untuk memotret
model. Reflector, sangat lah dibutuhkan ketika memotret model yang berfungsi sebagai media pantulan dari cahaya matahari atau disebut sebagai fill in light.

7. Komposisi dan Pengambilan Angle : 

Soal komposisi terkadang menjadi pilihan fotografer ingin ibarat apa foto yang diinginkan. Aturan Rule of Third menjadi modal awal sebelum memotret model dalam hal komposisi. Begitu juga dengan sudut pengambilan, contohnya potretlah obyek kita sejajar dengan obyeknya.

8. Olah Digital : 

Dalam mengedit foto hasil jepretan  untuk diperhatikan yaitu tone/warna kulit, kostum dan lain – lain.ini sanggup dilkukan dengan mengolah foto memakai adobe photoshop biar hasil menjadi lebih manarik dan bagus. Hati – hatilah dalam bermain warna, sebisa mungkin warna natural sebagai pilihan yang aman.

Ketika sedang dalam Proses Pemotretan Model (Modeling Photography) ada beberapa hal yang harus diperhatikan

1. Ekspresi

Tugas seorang fotografer yaitu mencairkan suasana sehingga secara tidak sadar didapatkan lisan model yang natural dan menarik. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.

Tugas fotografer ketika memotret model yaitu mengurangi, mengeliminasi kelemahan atau kekurangan pada objek sehingga yang tampil yaitu penggalan yang menarik. Butuh kesabaran dalam mengambil moment yang baik. Jeda 30 detik sanggup menghasilkan foto dengan mode yang berbeda dari sebelum atau sesudahnya.

2. Gestur atau Sikap/Gerakan Tubuh

Gerakan tubuh model ketika berpose harus lah menarik dan fresh. Jika ada penggalan tubuh yang kurang proporsional dianggap sebagai kelemahan atau kekurangan. Kurang disukai oleh orang yang melihat foto, maka perlu dieliminasi mengambil dari sudut yang sanggup menutupi kelemahan.

Dalam hal teknik fotografi model hijab memang dalam hal gestur sangat diperhatikan, sebab ada batasan gestur ketika memotret. Memotret wajah secara close up paling mudah, memotret setengah tubuh tidak mengecewakan sulit dan memotret seluruh tubuh yaitu yang paling sulit. Karena mengarahkan perilaku tubuh dan harus menghilangkan banyak objek yang tidak diperlukan.


3. Harmoni dengan Background

Background sebuah foto sanggup membuat indah, tapi juga sanggup membuat foto model rusak. Jika latar belakang dirasa mengganggu. Istilah yang umum yaitu kebocoran objek, maka sanggup dikaburkan dengan setingan apperture lebar F dengan nomor kecil. jikalau tidak sanggup dikaburkan sanggup diambil lebih besar (close up) untuk menghilangkan penggalan yang tidak diinginkan. Penyesuaian dengan background atau latar belakang menjadi pertimbangan yang penting dalam fotografi.

4. Pencahayaan

Dalam teknik fotografi model indoor pencahayaan memegang tugas penting. Karena fotografi yaitu penggalan dari permainan cahaya. Sehingga kunci fotografi harus berakal bermain cahaya, mengendalikan cahaya kuat dan lemah. Bayangan di foto untuk dikendalikan dan foto tanpa bayangan terasa mati. Pengambilan dari arah yang sempurna akan menimbulkan foto menarik. Sumber pencahayaan paling jelek yaitu blitz atau flash bawaan kamera yang arah nya tegak lurus dari kamera terhadap objek.



5. Komposisi

Pasti anda sudah sering mendengar istilah “rule of thirds”, di mana anda membayangkan frame anda dibagi menjadi 3 penggalan secara vertikal dan horizontal. Lalu titik temu dari garis2 tersebut yaitu kawasan di mana anda sebaiknya meletakkan “point of interest” dari foto tersebut. Untuk pemotretan model, mata sang model seringkali menjadi titik fokal dari foto tersebut. Maka, dengan memposisikan mata model di garis 1/3 tersebut, atau di interseci garis2 tersebut, maka anda akan membantu untuk menonjolkan mata sang model, dan menangkap perhatian dari orang yang menikmati hasil foto anda.


6.white balance

Dalam sesi pemotretan dengan model ini, kami menentukan lokasi di sebuah kafe yang lampunya berwarna kuning, dan penggalan teras yang diterangi oleh cahaya matahari. Dengan perpaduan dari temperatur cahaya yang tersedia, saya ingin menghasilkan sebuah foto yang lebih unik. Saya kemudian menempatkan sang model sangat bersahabat dengan cahaya lampu kuning, dan mengubah setting-an white balance menjadi temperatur “cloud” atau berawan. Dengan demikian, saya akan menonjolkan kekuningan dari cahaya lampu tersebut, dan background lainnya yang hanya terkenca cahaya matahari akan menjadi “cold” atau dingin.

Teknik Cara Memotret Fotografi Mode

Untuk memotret biar menghasilkan sebuah karya foto yang anggun dan menarik. Seorang fotografer  harus menguasai kamera dan bagaimana cara kerja kamera tersebut.

Berikut yaitu beberapa Teknik Cara Memotret Fotografi Mode;

1.Focusing

Istilah focusing dalam fotografi yaitu proses penajaman imaji pada bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing yaitu teknik paling dasar tetapi begitu penting, sebab untuk mendapat gambar yang tajam dan terperinci kita harus melaksanakan focusing secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan menentukan kesan “kedalaman” pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda membisu saja, tetapi kita juga akan dihadapkan pada benda bergerak (misalnya foto olahraga), hal ini akan kuat pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda membisu dahulu sampai kita memahami tehnik focusing dengan tepat.

2.Pengaturan Speed

Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapat imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita sanggup menentukan kecepatan rana ketika pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure). Pencahayaan normal yaitu dimana kita menentukan speed dan diafragma yang sempurna untuk mendapat gambar ibarat pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) yaitu kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapat intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) yaitu kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering dipakai ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan dibutuhkan untuk mendapat gambar yang lebih maksimal.

3.Pengaturan Diafragma

Sebuah foto yang menarik yaitu dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang sanggup kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.

Demikian Teknik Cara Memotret Fotografi Model Outdoor/ Indoor bagi Fotografer pemula, semoga bermanfaat.

Sumber http://studiocreativedesain.blogspot.com

Peralatan Fotografi : Alat Bantu Pemotretan , Pencahayaan, Alat Basuh Cetak

Untuk menjadi seorang fotografer profesional tentu harus mempunyai peralatan fotografi yang PERALATAN FOTOGRAFI : ALAT BANTU PEMOTRETAN , PENCAHAYAAN, ALAT CUCI CETAK
PERALATAN FOTOGRAFI : ALAT BANTU PEMOTRETAN , PENCAHAYAAN, ALAT CUCI CETAK   Untuk menjadi seorang fotografer profesional tentu harus mempunyai peralatan fotografi yang PERALATAN FOTOGRAFI : ALAT BANTU PEMOTRETAN , PENCAHAYAAN, ALAT CUCI CETAK

ALAT BANTU PEMOTRETAN PENCAHAYAANUntuk menjadi seorang fotografer profesional tentu harus mempunyai peralatan fotografi yang lengkap. Dalam Ilmu fotografi pemotretan, selain menggunakan kamera dengan segala fasilitasnya, ada beberapa alat pendukung untuk memaksimalkan hasil pemotretan kita. Terlebih semakin canggih peralatan teknologi didunia digital  membawa dampak ke dunia fotografi sehingga perlu adanya peralatan yang mendukung teknologi fotografi digital.

Alat pendukung ini sangat mempunyai kegunaan untuk membantu kita dalam setiap pemotretan dan penggunaan alat bantu fotografi tergantung pada kebutuhan kita

Berikut adalah Peralatan Fotografi : Alat Bantu Pemotretan , Pencahayaan, Alat Cuci Cetak  Dan Alat Penyimpanan perawatan

ALAT BANTU PEMOTRETAN

1. Kamera DSLR Pro Level

Seorang fotografer profesional wajib mempunyai kamera DSLR semoga foto yang dihasilkan menghasilkan foto yang cantik dan tajam dengan nilai resolusi tinggi alasannya yaitu menggunakan kamera DSLR level high-end. Camera DLSR pro level atau high-end sudah dilengkapi dengan sensor full-frame. Dengan sensor yang besar dan kuat, kemampuan dalam menghasilkan foto pun bakal lebih maksimal.

2. Lensa Bervariasi

Kamera DSLR pro level tidak bermanfaat jikalau hanya mengandalkan lensa bawaan kamera atau lensa kit. Seorang forografer profesional haruslah punya bermacam-macam lensa.

Dari mulai wide angle hingga lensa tele. Jangan ketinggalan pula lensa fix yang punya ketajaman lebih cantik dibanding lensa vario.

Memiliki bermacam-macam lensa ini akan sangat membantu kerja fotografer profesional. Karena ia niscaya akan menggunakan lebih dari satu macam lensa dalam satu program pemotretan. Termasuk ketika melaksanakan pemotretan outdoor.

3. Filter

Sesuai dengan namanya alat ini cara kerjanya sama mirip filter pada umumnya yaitu sebagai penyaring, jikalau di dalam rokok mempunyai kegunaan menyaring asap tapi disini filter berfungsi menyaring cahaya yang masuk sehingga mengakibatkan efek-efek yang kita inginkan. Penggunaannya dengan cara dipasang  diujung  lensa. Bentuk filter ada  dua  yaitu square (kotak) dan circle (bulat).

Jika menggunakan filter square, kita harus menambahkan ring khusus  di depan lensa. Untuk penggunaan filter yang bentuknya bulat, kita harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan.  Macam – macam filter dan kegunaannya antara lain :

a.       filter PL, memekatkan warna dan menghilangkan refleksi

b.      filter UV, mengurangi sinar ultra violet.

c.       filter ND (natural density), mengurangi contrast.

d.      filter warna, memberi imbas warna.

e.       filter soft, melembutkan objek.

f.       filter diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus.

g.      filter cross, memberi imbas cross/silang pada sumber cahaya.

h.      filter multi image, memberi imbas multi image.

i.        filter multi expose, dipakai dalam pemotretan multi expose.

j.        filter gradasi, memberi imbas gradasi warna

4. Tudung Lensa

Alat yang dipasang pada lensa ini berfungsi menghilangkan cahaya/sinar yang tidak diinginkan masuk kedalam lensa alasannya yaitu cahaya tersebut biasanya sanggup mengakibatkan flare pada hasil pemotretan. Flare sanggup merusak hasil foto alasannya yaitu menurunkan kontras dan mengurangi saturasi warna.  Alat ini sangat mempunyai kegunaan terutama pada pemotretan yang berhadapan eksklusif dengan arah datangnya cahaya.

5. Tripod

Tripod atau biasa disebut kaki tiga berfungsi sebagai peyangga kamera dikala pemotretan semoga kamera tidak mengalami guncangan (shaking). Biasanya dipakai pada pemotretan yang menggunakan kecepatan (speed ) rendah/lambat dan untuk menopang lensa-lensa panjang.

6. Monopod

Mempunyai fungsi yang sama dengan tripod tetapi hanya bentuknya yang berbeda yaitu hanya satu kaki sehingga lebih praktis.

7. Kabel Release

Bentuknya hampir mirip injeksi yang elastis berfungsi untuk menghindari goncangan dikala shutter ditekan alasannya yaitu dikala menggunakan alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara langsung. Penggunaannya dipasang pada soket kabel release yang biasanya terdapat pada tombol shutter. Biasanya ini soulmate-nya tripod dan biar penggunaan tripod lebih afdol.

8. Background

Kain atau latar belakang yang dipakai untuk pemotretan studio dengan banyak sekali macam gambar, referensi dan warna.

9. Stand Background

Alat penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand. Alat ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan.


ALAT BANTU PENCAHAYAAN

a.       Flash atau Blitz

Diperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim, contohnya pemotretan pada malam hari. Meskipun demikian, tidak diharamkan bagi kita untuk menggunakan flash pada siang hari, dikala cahaya yang ada sudah cukup banyak/terang. Penggunaan flash pada siang hari biasanya untuk fill in. Sumber tenaga flash berasal dari baterai. Flash sanggup dipakai sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga kemudahan lebih yang dimilikinya.

b.      Slave Unit

Dapat disebut sebagai alat sensor. Cara kerja slave unit yaitu menangkap cahaya dari main light (sumber cahaya utama) untuk lalu menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut.

c.       Sincro Cable/Kabel Sinkro

Kabel yang dipakai untuk membantu menyalakan flash pemanis atau sumber cahaya pemotretan yang lain. Cara penggunaan kabel sinkro yaitu dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya pemanis ke body kamera.

d.      Holder atau Braket

Alat ini dipakai jikalau kita merasa perlu menggunakan flash tambahan. Holder berfungsi sebagai penyangga flash pemanis dan slave unit. Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera.

e.       Strobo atau Strobe

Alat ini hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya lebih besar dan cahaya yang dihasilkan juga lebih besar. Strobo sanggup menyimpan cahaya dengan sumber tenaga yang berasal dari tenaga listrik AC atau baterai kering. Strobo mempunyai sensor yang sanggup menangkap main light sumber cahaya utama. Kaprikornus strobo akan menyala secara otomatis ketika ada main light yang dinyalakan.  Jika tidak menggunakan main light, strobo sanggup diaktifkan dengan cara menghubungkan kabel sinkro eksklusif dari strobo ke kamera. Ukuran kekuatan cahaya yang dihasilkan strobo sanggup kita atur sesuai selera kita. Alat ini lebih banyak dipakai untuk pemotretan studio/indoor.

f.       AC Slave

Hampir mirip dengan strobo cara kerja dan penggunaannya. Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah.

g.      Snoot

Alat ini berfungsi mengarahkan cahaya pada satu titik semoga tidak menyebar/terpusat. Bentuk snoot ibarat corong dan juga lebih banyak dipakai untuk pemotretan studio/indoor. Biasanya juga dipakai untuk pemotretan double dan multi expose.

h.      Payung Reflektor

Sifat cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan menjadi lebih lembut. Payung reflektor mempunyai bermacam-macam warna. Warna standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini berasal dari strobo.

i.        Reflektor

Digunakan untuk memberi cahaya pemanis yang merupakan pantulan cahaya dari main light. Biasanya berbentuk bulat dan kotak. Pada umumnya mempunyai 3 warna yaitu putih, perak dan emas. Kita juga sanggup menggunakan sehelai  kain putih, styrofoam dan kertas mengkilap sebagai reflektor yang mempunyai kegunaan pada dikala pemotretan.

j.        Soft Box

Sebuah kotak yang terbuat dari kain dengan kedudukan atau rangka yang berbentuk mirip pyramid. Cahaya yang dihasilkan softbox lebih lembut daripada cahaya yang dihasilkan payung reflektor maupun reflektor. Softbox mempunyai bermacam-macam ukuran(semakin besar ukurannya semakin lembut cahaya yang dihasilkan). Sumber cahaya Soft Box juga berasal dari strobo.

k.      Barndoors

Berbentuk segi empat dan bewarna gelap. Biasanya dipasang pada soft box. Kegunaan dari barndoors yaitu untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya.

l.        Honeycomb/Sarang Tawon

Alat ini sejenis dengan filter dan bentuknya bulat mirip sarang tawon, tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya. Berfungsi untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek..

m.    Light Stand

Alat yang dipakai untuk menyangga lampu studio.

n.      Flash Meter

Berfungsi sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya dalam pemotretan indoor atau outdoor. Alat ini lebih akurat daripada light meter yang ada pada kamera.

o.      Infrared Sender

Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio

p.      Trigger

Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro


ALAT CUCI CETAK

ALAT CUCI 

Changing Bag

Kantong hitam kedap cahaya yang mempunyai kegunaan untuk mengeluarkan film dari selongsongnya lalu untuk lalu digulung di roller dan dimasukkan ke dalam developer tank. Terdapat dua lubang untuk masuknya tangan dan satu lubang besar dengan dua resleting untuk masuknya peralatan basuh film.

Alat pemotong / gunting

Untuk memotong film sesudah digulung ke roller.

Developer tank

Tabung berbentuk silinder yang kedap cahaya dan dipakai untuk mencuci film secara manual. Di dalam alat ini terdapat roller yang berfungsi menggulung film dari selongsong film.

Chemical

Cairan untuk memproses film (proses cuci), yaitu

–   Developer, berbagi emulsi.

–   Stopbath, menghentikan pengembangan.

–   Fixer, tetapkan gambar.

–   Air, membilas hasil cucian dan cetakan.

–   Wetting agent, menghilangkan bercak-bercak pada film dan menghindari gesekan pada negatif

Chemical di atas, dalam penggunaannya harus berurutan.

Thermometer

Untuk mengukur suhu ruangan sebagai patokan waktu dalam mencuci film

Gelas Ukur

Untuk memudahkan dalam menakar banyaknya chemical yang akan dipakai dalam memproses film.

Penjepit film

Alat yang mempunyai kegunaan untuk mengeringkan film yang sehabis dicuci dengan cara digantung untuk menghindari negatif terlipat-lipat dan menghindari baret.


ALAT CETAK

Chemical

Chemical yang dipakai untuk proses cetak disini sama saja dengan yang dipakai dalam proses basuh tapi tidak memerlukan wetting agent.

Enlarger / vergroot apparaat.

Alat untuk mencetak foto. Dengan lampu yang mempunyai watt besar untuk menyinari negatif dan memperabukan kertas foto. Enlarger dihubungkan dengan timer yang berfungsi untuk mengatur waktu yang dibutuhkan untuk menyinari negatif foto. Perlengkapan enlarger hampir sama dengan kamera yaitu mempunyai pementingan dan diafragma.

Bak

Berbentuk segi empat untuk daerah chemical cetak yang ukurannya cukup untuk kertas foto yang akan kita cetak (biasanya 10 R hingga 12 R).

Penjepit kertas

Untuk menghindari kontak eksklusif dengan chemical dan meminimalisir baret pada hasil cetakan, maka dibutuhkan alat yang satu ini.

Dryer / pemanas

Mengeringkan kertas foto yang telah dicetak lebih merata semoga foto tidak mengalami bercak-bercak.


ALAT PENYIMPANAN DAN PERAWATAN PERALATAN FOTOGRAFI

1.      Dry Box

Lemari anti lembab untuk menyimpan peralatan fotografi yang sangat rentan terhadap serangan jamur terutama pada lensa. Lemari ini dilengkapi dengan lampu yang mempunyai watt rendah (biasanya 2,5 watt) semoga suhu lemari tetap terjaga dan mengantisipasi kelembaban. Suhu yang dianjurkan yaitu 20°C.

2.      Waterproof Bag

Tas kedap air yang berfungsi sebagai daerah sementara peralatan fotografi pada dikala hunting ketika demam isu hujan, semoga peralatan fotografi kita tidak basah.

3.      Blower Brush

Alat yang sanggup mengeluarkan semburan udara untuk membersihkan debu yang melekat pada kamera.

4.      Tisu Lensa

Tisu khusus untuk membersihkan lensa.

5.      Silica Gel

Zat pengering yang dipakai untuk menangkal kelembaban


Demikian Peralatan Fotografi : Alat Bantu Pemotretan , Pencahayaan, Alat Cuci Cetak , semoga bermanfaat

Sumber http://studiocreativedesain.blogspot.com

Istilah-Istilah Dalam Fotografi Yang Wajib Diketahui Fotografer

ISTILAH DALAM FOTOGRAFI YANG WAJIB DIKETAHUI FOTOGRAFER ISTILAH-ISTILAH DALAM FOTOGRAFI YANG WAJIB DIKETAHUI FOTOGRAFER
ISTILAH-ISTILAH DALAM FOTOGRAFI YANG WAJIB DIKETAHUI FOTOGRAFER ISTILAH DALAM FOTOGRAFI YANG WAJIB DIKETAHUI FOTOGRAFER ISTILAH-ISTILAH DALAM FOTOGRAFI YANG WAJIB DIKETAHUI FOTOGRAFER

ISTILAH-ISTILAH DALAM FOTOGRAFIFotografi ialah proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya.

Alat Fotografi paling terkenal untuk menangkap cahaya ini ialah kamera. Bagi yang pemula yang berguru teknik Fotografi tentunya harus mempelajari juga istilah-istilah Fotografi yang dikenal oleh para fotografer

Simbol untuk Auto yaitu mode otomatis penuh, mulai dari pengaturan diafragma (Aperture),Sutter Speed, ISO, Flash, dan lain sebagainya.

ASA
Singkatan dari American Standards Assosiation atau disebut juga dengan istilah ISO (International Organisation of Stanrization) ialah parameter yang dipakai untuk mengukur tingkat kepekaan dan sensitifitas film dari cahaya. Semakin rendah angka ASA/ISO (contoh 80), maka akan semakin rendah pula tingkat kepekaan cahaya pada film. Semakin tinggi ASA/ISO (misal 1600), maka makin tinggi pila tingkat kepekaan cahya

Aperture
Aperture ialah bukaan diafragma yang mengtur banyaknya cahaya yang akan diteruskan oleh lensa. Aperture dilambangkan dengan aksara F, pola F2.8, F4, F5.6, F8 dan seterusnya. Semakin kecil angka f, maka bukaan diafragma akan semakin besar,sedangkan semakin besar angka f, maka bukaan diafragma akan semakin kecil.

AF
AF merupakan istilah untuk Auto Focus atau fokus otomatis. AF ialah proses bekerjanya lensa secara otomatis untuk menemukan focus dari objek yang akan difoto dengan cara menekan setengah dari tombol Shutter.

AV Priority
Merupakan pengaturan kamera yang lebih memprioritaskan besarnya bukaan diafragma (Aperture), sementara Shutter Speed akan menyesuaikan secara otomatis.

Blitz
Blitz disebut juga dengan flash, ialah cahaya kilat yang berkhasiat untuk membantu pencahayaan pada objek ketika tombol shutter ditekan.

Bounce
Bounce ialah cahaya flash yang dipantulkan, sehingga cahaya tersebut tidak pribadi memancar ke objek. Tujuan memakai bounce ialah biar cahaya yang di hasilkan lebih lembut (Soft) dan merata.

Back light
Backlight ialah sumber cahaya yang berada dibelakang objek, sehingga akan menghasilkan pengaruh siluet (Silhouete) pada foto.

Bulb
Bulb ialah Shutter Speed yang di tentukan sesuai dengan lamanya menekan tombol Shutter.

CCD
CCD atau Charge Couple Device dipakai sebagai media penangkap cahaya atau gambar pada kamera digital.

CMOS
CMOS ialah abreviasi dari Complementary Metal Oxide Semiconductor, berfungsi sama dengan CCD, hanya saja konsumsi daya yang diperlukan lebih rendah.

DOF
Singkatan dari Depth of Field, biasa disebut dengan ruang tajam, yaitu ruang tertentu pada gambar tampak lebih tajam, sehingga terlihat detailnya, sementara ruang yang lain akan tampak lebih buram (blur).

Diafragma merupakan istilah lain dari Aperture.
Evaluative
Evaluative ialah istilah untuk pengukuran cahaya pada seluruh area gambar.

EXIF
EXIF merupakan abreviasi dari Exchangeable Image File, yaitu isu yang terekam pada ketika pengmbilan foto, yaitu berupa waktu, jenis kamera, aperture, Shutter Speed, dan lain sebagainya.

Exposure
Exposure ialah istilah untuk menyebut banyaknya cahaya yang tertangkap pada sensor kamera.

Exposure Compensation
Exposure Compensation ialah istilah untuk mengatur kompensasi cahaya bekerjsama biar menjadi lebih jelas atau gelap.

Focal Length
Focal Length merupakan panjang focal atau fokus, yaitu jarak antara lensa dengan titik focus pada sensor.

Fix Lens
Fix Lens ialah istilah untuk lensa Fix atau tetap, tidak sanggup diatur jarak focalnya.

Flash
Flash merupakan istilah lain untuk Blitz.

Hot Shoe
Hot Shoe merupakan istilah untuk dudukan daerah flash tambahan.

ISO
Merupakan istilah lain untuk ASA.

M
M merupakan abreviasi dari Manual, yaitu pengaturan kamera yang dilakukan secara manual, baik berupa Aperture, shutter Speed, metering,focus,dan lain sebagainya.

Metering
Metering ialah prioritas pengukuran cahaya yang umumnya terdiri dari 3, yaitu Evaluative, Center weight, dan Spot.

MF
Adalah istilah untuk Manual Focus, yaitu focus yang diatur dengan cara manual dengan memutar focal lenght pada lensa. Kebalikan MF ialah AF (Auto Focus).

Macro
Macro ialah teknik pengmbilan foto dimana focus gambar hanya pada objek, sehingga dihasilkan gambar detail pada objek.

OE
OE merupakan abreviasi dari Over exposure,yaitu cahaya yang masuk terlalu banyak, sehingga bab yang jelas akan semakin jelas dan cenderung silau dan berwarna putih.

P
P merupakan abreviasi dari Program,yaitu mode pada kamera yang secara otomatis akan mengatur pembuakaan diafragma(Aperture) dan Shutter Speed sesuai dengan kondisi cahaya pada ketika objek gambar tersebut terekam. Pengaturan pencahayaan hanya sanggup diatur pada Exposure compensation.

Rana
Merupakan istilah lain untuk Shutter, yaitu tirai yang sanggup membuka dan menutup untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke sensor. Semakin usang bukaan rana, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak,kecepatan rana (Shutter Speed) memakai satuan detik.

Red Eye
Red Eye merupakan pengaruh merah pada mata ketika pengambilan gambar yang dilakukan pada daerah gelap atau pada malam hari.

TV
Merupakan istilah untuk mode Shutter Speed priority,yaitu pengaturan kamera lebih diprioritaskan pada kecepatan bukaan rana (Shutter), sementara bukaan diafragma (Aperture) akan menyesuaikan secara otomatis.

Tele Lens
Adalah istilah untuk lensa tele, yaitu lensa yang dipakai untuk mendekatkan objek yang jauh.

TTL
TTL merupakan abreviasi dari Trough The Lens,yaitu pengukuran cahaya yang dilakukan melalui lensa.

USM
USM ialah abreviasi dari Ultrasonic Motor,yaitu motor aktivis dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi, yang terdapat pada lensa. Motor ini akan bekerja ketika lensa di set pada mode AF (Auto Focus).

Under Exposure
Under Exposure ialah istilah untuk hasil foto yang tampak lebih gelap dari aslinya.

View finder
View finder merupakan sebutan untuk jendela bidik yang terdapat pada kamera.

Wide Angle
Wide angle ialah istilah untuk sudut yang lebar dan objek tampak menjadi lebih kecil dan jauh.

Zoom
Zoom merupakan istilah pada pengaturan jarak dengan cara memutar(memajukan-memundurkan) fokal (FocalLength) pada lensa.

Berikut ialah beberapa istilah-istilah Fotografi yang dikenal oleh para fotografer

1. Extreme Close Up (ECU/XCU) ialah pengambilan gambar yang terlihat sangat detail menyerupai hidung pemain atau bibir atau mata objec.

2. Big Close Up (BCU) ialah pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.

3. Close Up (CU) ialah gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat menyerupai hanya mukanya  saja atau sepasang kaki yang bersepatu.

4. Medium Close Up ialah (MCU) hampir sama dengan MS, jikalau objeknya orang dan diambil dari dada keatas.

5. Medium Shot (MS) ialah pengambilan dari jarak sedang, jikalau objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya  saja(dari perut/pinggang keatas).

6. Knee Shot (KS) ialah pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.

7. Full Shot (FS) ialah pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala hingga kaki.

8. Long Shot (LS) ialah pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.


9. Medium Long Shot (MLS) ialah gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jikalau contohnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala hingga lutut.

10. Extreme Long Shot (XLS) ialah gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian sanggup diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.

11. One Shot (1S) ialah Pengambilan gambar satu objek.

12. Two Shot (2S) ialah pengambilan gambar dua orang.

13. Three Shot (3S) ialah pengambilan gambar tiga orang.

14. Group Shot (GS)adalah pengambilan gambar sekelompok orang.

Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh akhirnya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut :

1. Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan memakai tombol zooming yang ada di kamera.

2. Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.

3. Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jikalau kamera mendongak dan tilt down jikalau kamera mengangguk.

4. Dolly   : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jikalau bergerak maju dan Dolly Out jika  bergerak menjauh.5. Follow  : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.

6. Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.

Istilah Fotografi bagi Para Fotografer
7. Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jikalau gambar muncul dan fade out jikalau gambar menghilang serta cross fade jikalau gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.

8. Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In jikalau memasuki bingkai dan frame out jikalau keluar bingkai.

Demikian istilah-istilah Fotografi yang dikenal oleh para fotografer , semoga bermanfaat


Sumber http://studiocreativedesain.blogspot.com

Minggu, 26 Maret 2017

Teknik Dasar Fotografi Dalam Pemotretan Memakai Kamera Dslr

TEKNIK DASAR FOTOGRAFI DALAM PEMOTRETAN MENGGUNAKAN KAMERA DSLR TEKNIK DASAR FOTOGRAFI DALAM PEMOTRETAN MENGGUNAKAN KAMERA DSLR
TEKNIK DASAR FOTOGRAFI DALAM PEMOTRETAN MENGGUNAKAN KAMERA DSLR  TEKNIK DASAR FOTOGRAFI DALAM PEMOTRETAN MENGGUNAKAN KAMERA DSLR TEKNIK DASAR FOTOGRAFI DALAM PEMOTRETAN MENGGUNAKAN KAMERA DSLR

TEKNIK DASAR FOTOGRAFI - Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ),  fotografi yaitu suatu teknik menggambar dengan cahaya. Teknik memotret yaitu cara menguasai teknik fotografi untuk menghasilkan sebuah foto.

Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam teknik pemotretan yaitu unsur pencahayaan.Dalam hal ini, sinar atau cahaya yang diperoleh objek harus cukup, sehingga sanggup direkam dalam film.

Jadi, teknik fotografi yaitu teknik memadukan unsur kecepatan rana, bukan diafragma, dan pencahayaan untuk memperoleh foto yang diinginkan. Dengan kata lain, foto merupakan hasil perpaduan ketiga unsur tersebut.

Teknik-teknik dasar pemotretan yaitu suatu hal yang harus dikuasai semoga sanggup menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik bahwasanya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang sanggup dijadikan acuan. Foto yang baik mempunyai ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

Berikut yaitu Tehnik Dasar yang biasa dipakai dalam pemotretan memakai Kamera DSLR.

1.  Hyperfocal focus


Memfokuskan lensa ke jarak hiperfokal (hyperfocal) memastikan bahwa 1/2 jarak dari jarak hiperfokal hingga tak terhingga dalam fokus/tajam. Ada tiga faktor yang mempengaruhi jarak hiperfokal yaitu bukaan lensa, rentang fokal lensa (focal length) dan ukuran sensor kamera.

Teknik mengunakan hyperfocal distance sering dipakai oleh fotografer landscape, street photography supaya objek foto dan latar belakangnya tajam. Teknik ini berperan sangat penting dikala memotret dengan lensa/kamera yang tidak mendukung fungsi autofokus. Contohnya kamera rangefinder menyerupai Leica, atau dikala mengunakan lensa yang tidak mempunyai fungsi autofokus menyerupai lensa-lensa Samyang, Carl Zeiss dan lain lain. Syaratnya kamera harus bersensor full frame (36 x 24 mm) bukan APS-C. Sayangnya kamera DSLR jaman kini sebagian besar bersensor APS-C jadinya tanda tersebut kurang begitu relevan/akurat.



2. Selective Focus yaitu Teknik fotografi yang membuyarkan objek pada foto. Ada yang disebut objek depan dan objek belakang. Pada selektif fokus, foto akan mem-blur-kan objek depan atau objek belakang. Jika kedua objek blur maka foto dikatakan blur. Hal ini sanggup dilakukan dengan cara mengatur fokus secara manual dan objek depan harus bersahabat dengan lensa kamera.

3. Panning  yaitu cara lain untuk menawarkan kesan gerak pada foto. Ketika melaksanakan panning, Anda mengikuti subjek selama eksposure. Jika terealisasi dengan baik, kesannya menimbulkan subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bab subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto. Teknik panning dipakai ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada subjek tidak hilang. Pemotretan panning harus terencana.

4. Zooming merupakan teknik foto untuk menawarkan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada dikala eksposure. Perubahan panjang fokus hanya sanggup dilakukan dengan lensa zoom. Untuk mendapat kesan gerak, Anda harus memakai kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada dikala pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada dikala pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bab tengah foto. Pada bab ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bab lain.

5. Blurring yaitu Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah foto yaitu dengan membiarkan subjek menjadi blur. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blur dibutuhkan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang dibutuhkan tergantung pada beberapa faktor. Kecepatan subjek yang bergerak menjadi pertimbangan utama. Sebuah kendaraan beroda empat F1 yang melaju kencang mungkin akan menjadi blur pada eksposure dengan kecepatan rana 1/500 detik. Sementara itu, pejalan kaki akan menjadi blur pada kecepatan rana 1/30 detik saja.

6. Freezing yaitu teknik memotret pada sebuah objek yang sedang bergerak dengan seperti hasil foto kita sanggup menghentikan objek yang bergerak tersebut. Teknik ini memakai kecepatan/speed lensa yang tinggi sehingga objek seperti membeku. Kenapa kita harus memakai kecepatan rana yang tinggi alasannya yaitu kalau kita memakai rana dengan speed rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul kan blur yang memberi kesan gerak dan dipastikan imbas foto yang dihasilkan menjadi tidak terang dan kabur.


7. Siluet yaitu teknik foto dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang, sehingga yang terlihat yaitu bentuk dari obyek utama tadi. Memotret siluet tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal anda tahu langkah-langkah dan tips-nya.

8. Bulb yaitu Teknik Bulb yaitu teknik dalam fotografi yang memakai kecepatan atau speed yang sangat lambat. Biasanya di kamera DSLR yang gres terdapat setingan speed bulb, yaitu dititik kecepatan paling rendah.

Demikian  Teknik Dasar Fotografi dalam pemotretan memakai Kamera DSLR

Sumber http://studiocreativedesain.blogspot.com

Jumat, 24 Maret 2017

Teknik Kamera Fotografi Angle Sudut Cara Pengambilan Frame Gambar Dan Video

TEKNIK KAMERA FOTOGRAFI ANGLE SUDUT CARA PENGAMBILAN FRAME GAMBAR DAN VIDEO  TEKNIK KAMERA FOTOGRAFI ANGLE SUDUT CARA PENGAMBILAN FRAME GAMBAR DAN VIDEO
TEKNIK KAMERA FOTOGRAFI ANGLE SUDUT CARA PENGAMBILAN FRAME GAMBAR DAN VIDEO TEKNIK KAMERA FOTOGRAFI ANGLE SUDUT CARA PENGAMBILAN FRAME GAMBAR DAN VIDEO  TEKNIK KAMERA FOTOGRAFI ANGLE SUDUT CARA PENGAMBILAN FRAME GAMBAR DAN VIDEO

PENGAMBILAN FRAME GAMBAR DAN VIDEO - Dalam pembuatan film animasi sangat perlu untuk mempelajari wacana tehnik pengambilan frame adegan /gambar,karena dengan begitu video/animasi yang kita buat akan lebih menarik,selain itu dalam setiap adegan video/animasi tentu pengambilan gambar dengan banyak teknik dalam animasi pengambilan objek sanggup di isi pada storyboard.

Berikut yaitu beberapa angle sudut pengambilan frame gambar dan video dalam kamera fotografi


1. Dutch angle (pegambilan gambar miring),angle ini Biasanya dipakai untuk menggambarkan ketidakstabilan emosi objec.

2. Worm angle ( mata cacing),angle ini memakai tehnik kamera persis diletakkan di atas tanah.

3. Crazy angle,yaitu kamera bergerak tidak beraturan.

4. Change focus, mengubah fokus dari satu obyek ke obyek lain dalam satu frame.

5. Circle  (circular track), kamera mengitari obyek.

6. Side shot, kamera merekam dari samping dan mengikuti obyek yang berjalan.

7. Extreme top shot,yaitu kamera mengambil sempurna diatas obyek.

8. High angle, yaitu pengambilan gambar dari atas obyek.

9. Eye level,yaitu pengambailan gambar sejajar dengan mata.

10. Low angle,yaitu pengambilan gambar dari bawah obyek.



1.SUDUT  PENGAMBILAN GAMBAR [CAMERA ANGLE].

a.Bird Eye View.

Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga menunjukkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil.
Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya memakai helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi.
Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak aneh lagi bagi anda.

b.High Angle.

Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar sempurna diatas objek,pengambilan gambar yang ibarat ini memilki arti  yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

c.Low Angle

Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle.
Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau kejayaan.
Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk menciptakan sebuah karakater monster atau insan raksasa.

d.Eye Level

Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan dramatik tertentu yang di sanggup dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkna pandangan mata seseorang yang berdiri.

e.Frog Level.

Sudut pengambilan ini di ambil sejajar dengan permukaan kawasan objek menjadi sangat besar.

2.UKURAN GAMBAR / FRAME SIZE

a.Extreem Close-up [ ECU ].
Pengambilan gambar sangat bersahabat sekali,hanya menampilkan bab tertentu pada badan objek.
Fungsinya untuk kedetilan suatu objek.

b.Big Cloe-up [BCU].
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala sampai dagu objek.
Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang di keluarkan oleh objek.

c.Close-up [CU].
Ukuran gambar hanya sebatas dari ujung kepala sampai leher.
Fungsinya untuk memberi citra terang tetang objek.

d.Medium Close-up [MCU].

Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala sampai dada.
Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.

e.Mid Shoot [MS].
Pengambilan gambar sebatas kepala sampai pinggang.
Fungsinya memperlihatkan  sosok objek secara jelas.

f.Kneel Shoot [KS].
Pengambilan gambar sebatas kepala sampai lutut.
Funsinya hampir sama dengan  Mid Shoot.

g. Full Shoot [FS]
Pengambilan gambar penuh dari  kepala sampai kaki.
Fungsinya memeperlihatkan objek beserta lingkungannya.

h.Long Shoot [LS]
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Fool Shoot.
Untuk mnujukan objek dengan latar belakangnya.

i.Extreem Long Shoot [ELS].
Pengambilan gambar melebihi long Shoot,menampilan linkungan si objek secara utuh.
Untuk mengatakan objek tersebut bab dari lingkungannya.

j.1 Shoot.
Pengambilan gambar satu objek.
Fungsinya  menunjukkan seseorang atau benda dalam frame.

k.2 Shoot.
Pengambilan gambar 2 objek
Untuk menunjukkan adegan 2 orang yang sedang berkomunikasi.

l.3.Shoot
Pengambilan gambar 3 objek untuk menunjukkan 3 orang yang sedang mengobrol.

m.Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek
Untuk menunjukkan adegan sekelompok orang dalam melaksanakan aktifitas.


3.GERAKAN KAMERA [MOVING CAMERA]

a.Zooming[In/out]
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauh objek,gerakan ini merupakan kemudahan yang di sediakan oleh kamera vidio, dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.

b.Panning[left/Right].
Yang di maksud gerakan panning yakni kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah kekiri,namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang di inginkan.

c.Tilting[Up/Down].
Gerakan Tilting yitu gerakan keatas dan kebawah,masih memakai tripod sebagai alat bantu biar hasil gambar yang di dapatkan memuaskan dan stabil.

d.Dolly[In/Out].
Gerakan yang di lakukan yaitu gerakan maju mundur,hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada Dolly yang bergerak yaitu tripod yang telah di beri roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.

e.Follow.
Pengambilan gambar di lakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

f.Framing[In/Out].
Framing yaitu gerakan yang di lakukan oleh objek untuk memasuki [in] atau keluar [out] framing shot.

g.Fading [In/Out].
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan.
Apabila gambar gres masuk mengantikan gambar yang ada di sebut fade in,sedangkan kalau gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan di gantikan gambar gres di sebut fade out.

h.Crane Shoot .
Merupakan gerakan kamera yang di pasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri  bersamaan kameramen,baik mendekati maupun menjauhi objek.

4.GERAKAN OBJEK[MOVING OBJECT]

a.Kamera sejajar objek.
Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek,baik kekiri maupun kekanan

b.Walking [In/Out]
objek bergerak mendekati[in] maupun menjauhi [out]  kamera.

Dan elemen penting tersebut meliputi:

a.Motivasi
b.Informasi
c.Komposisi
d. Suara.
e.Sudut Kamera
f. Kontinuitas.

Demikian Teknik Kamera Fotografi Angle Sudut Pengambilan Frame Gambar dan Video, semoga bermanfaat.

Sumber http://studiocreativedesain.blogspot.com

Pengertian Jenis Foto-Foto Fotografi Dan Macam Teknik Fotografi

FOTO FOTOGRAFI DAN MACAM TEKNIK FOTOGRAFI PENGERTIAN JENIS FOTO-FOTO FOTOGRAFI DAN MACAM TEKNIK FOTOGRAFI

PENGERTIAN JENIS FOTO-FOTO FOTOGRAFI DAN MACAM TEKNIK FOTOGRAFI FOTO FOTOGRAFI DAN MACAM TEKNIK FOTOGRAFI PENGERTIAN JENIS FOTO-FOTO FOTOGRAFI DAN MACAM TEKNIK FOTOGRAFI


Fotografi yakni sebuah bentuk seni yang meliputi teknik memadukan unsur kecepatan rana, bukan diafragma, dan pencahayaan untuk memperoleh foto yang diinginkan. Dengan kata lain, Fotografi merupakan hasil perpaduan ketiga unsur tersebut.


Pada dasarnya ada dua pedoman utama dalam fotografi yang dibedakan pada lokasi pengambilan gambar yakni indoor dan outdoor

Indoor photography yaitu mengambil gambar didalam ruangan dengan memakai sumber cahaya buatan ibarat lampu studio atau pun flash (blitz).
photography outdoor yaitu pengambilan gambar yang dilakukan di luar ruangan dengan memanfaatkan cahaya alami dari sinar matahari atau lainnya.

Banyak jenis Foto-Foto photography sanggup dengan gampang kita jumpai dengan banyak sekali macam subjek mulai pemandangan alam, orang, tumbuhan, binatang atau mungkin benda abnormal yang sulit dikenali bentuk aslinya.

Berikut yakni jenis Foto-Foto photography

1. Journalism Photography :

Photojournalism yakni bentuk khusus dari jurnalisme (mengumpulkan, mengedit, dan menyajikan materi gosip untuk diterbitkan atau disiarkan) yang membuat gambar semoga sanggup menceritakan sebuah kisah berita. Sekarang biasanya dipahami untuk merujuk hanya untuk gambar diam, tetapi dalam beberapa kasus istilah ini juga merujuk ke video yang digunakan dalam jurnalisme penyiaran. Photojournalism dibedakan dari cabang akrab lainnya fotografi (seperti fotografi dokumenter, fotografi dokumenter sosial, fotografi jalan atau fotografi selebriti) oleh kualitas dari:

-Ketepatan waktu – gambar mempunyai makna dalam konteks rekor baru-baru ini diterbitkan peristiwa.

-Objektivitas – situasi tersirat oleh gambar yakni representasi adil dan akurat dari insiden yang mereka menggambarkan baik isi dan nada.

-Narasi – gambar menggabungkan dengan unsur-unsur gosip lainnya untuk membuat fakta-fakta relatable untuk penampil atau pembaca pada tingkat budaya.


2. Potrait Photograph :

Potret fotografi atau potret yakni penangkapan dengan cara fotografi serupa dengan seseorang atau sekelompok kecil orang (potret kelompok), di mana lisan wajah dan dominan. Tujuannya yakni untuk menampilkan rupa, kepribadian, dan bahkan mood subjek. Seperti jenis lain potret, fokus foto yakni wajah seseorang, meskipun seluruh badan dan latar belakang sanggup dimasukkan.

Tidak ibarat banyak gaya fotografi lain, subjek fotografi potret seringkali model non-profesional. potret Keluarga memperingati acara-acara khusus, ibarat wisuda atau pernikahan, mungkin secara profesional diproduksi atau mungkin vernakular dan yang paling sering dimaksudkan untuk melihat langsung bukan untuk ekspo umum.


3. Foto Abstrak :

Aliran abnormal dalam fotografi bahwasanya sanggup disebut sebagai pedoman para pemuja komposisi. Dengan demikian, seorang fotografer yang akan membuat foto abnormal akan mengisi kanvasnya dengan sebuah komposisi yang dilihatnya di alam. Dari sebuah realitas tiga dimensi yang ada, sanggup tercipta jumlah tak terhingga komposisi foto abnormal ini.

3. Wedding Photography:

Tipe ini merupakan salah satu yang paling popular sebab setiap orang niscaya ingin mempunyai foto yang anggun pada momen penting mereka. Tipe ini membutuhkan fotografer yang berpengalaman sebab diharapkan keahlian untuk menangkap momen-momen penting. Biasanya diharapkan lebih dari ratusan foto, baik berupa foto warna, BW (black and white), dan sepia.

4. Fashion Photography:

Fotografi Fashion yakni genre fotografi yang ditujukan untuk menampilkan pakaian dan barang-barang fashion lainnya. Fotografi fashion yang paling sering dilakukan untuk iklan atau majalah fashion ibarat Vogue, Vanity Fair, atau Allure. Seiring waktu, fotografi fashion telah membuatkan estetika sendiri di mana pakaian dan mode diperkuat dengan adanya lokasi eksotis atau aksesoris.

5. Food Photography:

Biasanya digunakan untuk membuat kemasan suatu produk atau iklan. Hanya saja diharapkan keterampilan dan peralatan yang berkualitas baik untuk menangkap esensi dari masakan yang dijadikan sebagai objek foto.

6. Landscape Photography:

Fotografi Landscape yakni fotografi pemandangan alam atau dalam pengertian lain yakni jenis fotografi yang merekam keindahan alam. Dapat juga dikombinasikan dengan yang lain ibarat manusia, binatang dan yang lainnya, namun tetap yang menjadi fokus utamanya yakni alam. Ada beberapa sub dari fotografi landscape ibarat seascape yang lebih fokus ke laut, cityscape yang fokus ke perkotaan dan skyscape yang fokus pada pemandangan langit.

7. Wildlife Photography:

Jenis fotografi ini bertujuan untuk mengambil foto dari beberapa binatang yang menarik ketika mereka sedang melaksanakan aktifitas ibarat makan, terbang atau berkelahi. Biasanya foto diambil dengan memakai lensa telephoto yang panjang dari kejauhan.

8. Street Photography:

Street Photography atau fotografi jalanan yakni pedoman fotografi yang menarik.  Sedikit berbeda dengan fotojurnalistik yang fokusnya mengabadikan momen puncak/klimaks . Street photography bertujuan untuk merekam kegiatan sehari-hari .  Foto biasanya diambil dari jarak akrab dan fotografer berada disekitar objek daripada dari jarak jauh.

Fotografer harus sanggup mengambil gambar dengan rahasia tapi bukan sembunyi dan melakukannya dengan cepat dan lugas.

Peralatan fotograferjuga harus menunjang. Kamera klasik yang sering digunakan yakni kamera film buatan Leica. Saat ini, kamera SLR digital pun sudah sering dipakai. Lensa yang digunakan biasanya lensa pendek atau wide angle. 28mm, 35mm and 50mm biasanya yakni favorit fotografer jenis ini.

Memilih kamera digital SLR untuk fotografi jalanan cukup menantang, pertama kita memerlukan kamera berukuran kecil, tapi lezat digenggam dan cukup responsif dalam auto fokus maupun ketika mengambil gambar. Kamera saku kurang ideal dalam fotografi jenis ini sebab kamera ini mempunyai jeda dalam pengambilan gambar/ shutter lag.  Kamera berukuran kecil penting sebab kita tidak ingin orang-orang di jalan memperhatikan kamera kita.

9. Underwater Photography:

Underwater photography yang dalam bahasa Indonesia berarti fotografi bawah air bertujuan untukmendapatkan kehidupan bawah bahari ke permukaan. Banyak orang yang tertarik perihal apa yang terjadi di bawah air dan fakta-fakta yang melingkupinya.

Ada 2 pedoman fotografi underwater secara umum, yaitu Macro Photographer dan Wide Angle photographer. Macro photographer yakni mereka para peminat objek – objek kecil dari jenis ikan, kuda laut, nudibranch (siput), udang, kepiting, dll. Sedangkan Wide angle photography lebih memfocuskan diri untuk mengambil gambar sudut lebar terutama pemandangan bawah air. Kedua pedoman tersebut membutuhkan spesifikasi peralatan yang berbeda.

10. Macro Photography:

Fotografi macro yakni adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak akrab dengan obyek utama benda-benda kecil. Objek fotografi makro sanggup berupa serangga, bunga, embun atau benda lain yang di close-up sehingga menghasilkan detail yang menarik. Fotografer  umumnya memakai lensa macro semoga hasil foto terlihat lebih tajam, tapi fotografer dengan budget terbatas sanggup memakai close-up filter, extension tube atau reverse ring sebagai alternatif lensa macro.



11.Black and White Photography

Ini yakni salah satu pedoman fotografi yang saya sukai. Pada awal sejarah fotografi, fotografi hitam-putih yakni satu-satunya pilihan seorang fotografer untuk mengambil gambar. Bahkan ketika foto berwarna sudah tersedia, foto hitam-putih pada awalnya mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih murah untuk membuatkan daripada foto berwarna. Seiring dengan kualitas foto berwarna semakin membaik, foto berwarna menjadi pilihan yang lebih terkenal sehingga menimbulkan fotografi hitam-putih kurang populer. Akan tetapi fotografi hitam-putih untuk ketika ini lebih cenderung digunakan untuk menimbulkan pengaruh tertentu yang sanggup didapat dari banyak sekali aplikasi editing foto sehingga foto yang dihasilkan lebih bermakna dan menarik.


12 Fotografi Model

Pengertiannya bahwasanya hampir sama dengan fotografi potrait namun pada fotografi model, fotografer tetapkan bagaimana posenya, ekspresinya, arah pandangan dan sebagainya. Model yang anggun yakni mereka tau bagaimana cara berpose untuk mempermudah fotografer mendapat foto yang bagus.

13 Fotografi Panning

Panning yakni salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik panning ini yakni untuk mengatasi dilema dalam menangkap objek yang bergerak cepat. Ciri-ciri foto dengan memakai teknik panning yakni fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan background nya blur atau kabur. Foto jenis ini sanggup didapat dengan memanfaatkan shutter speed rendah.

14 Fotografi Tilt Shift

Fotografi tilt shift yakni teknik fotografi yang bertujuan untuk mendapat hasil foto yang tampak ibarat miniatur.

Teknik tilt-shift ini memakai lensa khusus yang dikembangkan untuk memperbaiki perspektif dan mengatasi distorsi dengan cara mengubah sudut lensa terhadap media (film atau sensor). Namun salah satu pengaruh yang paling faktual dari penggunaan lensa tilt-shift yakni menyempitnya ruang tajam (DoF – Depth of Field) sehingga sanggup membuat pengaruh ibarat miniatur.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, foto tilt shift sanggup dibentuk dengan memanfaatkan aplikasi photo editor ibarat Photoshop.

15 Fotografi Light Painting

Fotografi light painting atau melukis dengan cahaya sangatlah unik. Memotret dengan teknik light painting yakni hal yang sangat mengasyikkan dan salah satu penggunaan kreatif shutter speed. Dalam fotografi light painting, kita membuka shutter dalam waktu yang cukup usang (long exposure), memotret dalam kegelapan dan mengarahkan sumber cahaya terarah (misal lampu senter) pada beberapa titik obyek foto dalam rentang sepanjang shutter terbuka.

Materi jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa jenis foto sebagai rujukan lebih jauh lagi dalam memperdalam pengetahuan dunia fotografi. Jenis-jenis foto disini hanya sebagai pengelompokan secara garis besar, yang membantu mempermudah kita dalam memahami sebuah karya fotografi, dan ini bukan sebagai penggolongan yang paten untuk menghasilkan karya foto.

Demikian Pengertian Jenis Foto-Foto Fotografi dan Macam Teknik Fotografi,  semoga bermanfaat

Sumber http://studiocreativedesain.blogspot.com