Tampilkan postingan dengan label strategi komunikasi humas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label strategi komunikasi humas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2018

Skripsi Efek Seni Administrasi Humas Terhadap Gambaran Perusahaan Di Kantor Bank Indonesia

(KODE : ILMU-KOM-0082) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI HUMAS TERHADAP CITRA PERUSAHAAN DI KANTOR BANK INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berbicara wacana pengertian "Strategi Humas dan Citra Perusahaan" sebagai objek yang diteliti, perlu diperhatikan lebih dahulu mengenai pemahaman istilah strategi. Harold Koontz menjelaskan kata "strategi" berasal dari Bahasa Yunani "strategos" mempunyai makna cara yang berbeda untuk digunakan. Selanjutnya Harold Koontz menjelaskan taktik yakni menganalisa situasi yang terjadi pada ketika kini ini untuk memutuskan target (Koontz Harold, Cyril O’Donnell, 1959 : 88).
Strategi komunikasi antara banyak sekali tingkat dalam organisasi harus konsisten. Seringkali terjadi keputusan strategis yang dibentuk pada tingkat-tingkat yang berbeda kurang dipahami. Oleh sebab itu, kiprah seorang hebat public relations yakni untuk memastikan bahwa konsistensi diterapkan secara menyeluruh. Penerapan menyeluruh ini tidak berarti 'umum' atau 'sama'.
Praktisi humas senantiasa dihadapkan pada tantangan dan harus menangani banyak sekali macam fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu hitam, putih, atau abu-abu. Perkembangan komunikasi tidak memungkinkan lagi bagi suatu organisasi untuk menutup-nutupi suatu fakta. Oleh sebab itu, para personelnya kini jauh lebih dituntut untuk bisa menimbulkan orang-orang lain memahami sesuatu pesan, demi menjaga reputasi atau gambaran forum atau perusahaan yang diwakilinya.
Sekarang ini banyak sekali perusahaan atau organisasi memahami perlunya memberi perhatian yang cukup untuk membangun suatu gambaran yang menguntungkan bagi perusahaan tidak hanya dengan melepaskan diri terhadap terbentuknya suatu kesan publik negatif. Dengan kata lain, gambaran perusahaan yakni fragile commodity (komoditas yang rapuh/mudah pecah). Namun, kebanyakan perusahaan juga meyakini bahwa gambaran perusahaan yang positif yakni esensial, sukses yang berkelanjutan dan dalam jangka panjang (Seitel, 1992 : 193).
Menurut Bill Canton dalam Skatendel (1990) menyampaikan bahwa gambaran yakni kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi). Jadi, gambaran itu dengan sengaja perlu diciptakan biar bernilai positif. Citra itu sendiri merupakan salah satu asset terpenting dari suatu perusahaan atau organisasi (Soemirat, Soleh & Ardianto, Elvinaro, 2004 : 111-112).
PR yakni salah satu metode komunikasi untuk membuat gambaran positif dari kawan organisasi atas dasar menghormati kepentingan bersama. Citra perusahaan dalam hal ini yakni gambaran dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan gambaran atas produk dan pelayanan saja. Citra perusahaan ini terbentuk oleh banyak hal.
Perusahaan-perusahaan yang mempunyai reputasi bagus, umumnya menikmati enam hal. Pertama, hubungan yang positif dengan para pemuka masyarakat. Kedua, hubungan positif dengan pemerintah setempat. Ketiga, resiko krisis yang lebih kecil. Keempat, rasa pujian dalam organisasi dan di antara khalayak sasaran. Kelima, saling pengertian antara khalayak sasaran, baik internal maupun eksternal. Dan terakhir, meningkatkan kesetiaan para staf perusahaan (Anggoro, M. Linggar, 2000 : 67).
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam kaitannya dengan sejarah perjalanan bangsa telah mengalami banyak sekali perubahan. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1953 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1953, maka Bank Indonesia tidak hanya bertindak sebagai Bank Sentral yang dengan tugasnya sebagai Bank Sirkulasi tetapi juga sebagai Bank Komersil hingga dengan selesai tahun 1965. Dalam rangka upaya penataan perekonomian dan perbankan nasional maka secara murni sebagai Bank Sentral yang kiprah utamanya mendorong kelancaran pembangunan. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999 wacana Bank Indonesia memutuskan Bank Indonesia sebagai Lembaga Negara yang Independen di bidang tugasnya berada di luar pemerintahan dan forum lainnya.
Tidak semua karya gemilang yang sanggup dihasilkan oleh PRO/humas merupakan pembangunan gambaran perusahaan di mata khalayak target maupun masyarakat luas. Bahkan sebaliknya di tangan Public Relations yang jelek dan lemah visinya, jadinya bisa nol dan bahkan juga terjadi minus. Bukannya akan membentuk gambaran baik bagi perusahaan malah sebaliknya kehilangan gambaran sebab merosotnya kepercayaan. Banyak dibuktikan di lapangan, jikalau sudah kehilangan dogma masyarakat, akan sulit untuk meraihnya kembali dan membutuhkan waktu yang usang untuk bisa berhasil kembali.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang problem yang telah dikemukakan di atas, maka sanggup dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut : 
"Apakah taktik humas besar lengan berkuasa terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X ?"

C. Pembatasan Masalah
Untuk mempertajam lingkup problem yang diteliti, ada beberapa perkiraan yang dianjurkan dalam pembatasan masalah, yaitu : 
1. Studi wacana Pengaruh Strategi Humas Terhadap Citra Perusahaan di Kantor Bank Indonesia X cukup konkret untuk dipecahkan pada ketika kini ini melalui tahapan pengumpulan data, pembagian terstruktur mengenai data, dan analisis data.
2. Studi wacana Pengaruh Strategi Humas Terhadap Citra Perusahaan di Kantor Bank Indonesia X merupakan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk melaksanakan analisis hubungan wacana efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan.
3. Unit analisis dalam penelitian yakni pegawai Kantor Bank Indonesia X. 
4. Dilihat dari letak geografis antara lokasi penelitian dengan daerah tinggal penulis cukup ideal untuk menjamin keberlangsungan penelitian.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 
1. Tujuan Penelitian
Karena penelitian ini ditetapkan sebagai penelitian korelasional, maka tujuannya yakni : 
1. Untuk mengetahui variabel penelitian yang paling besar lengan berkuasa dalam meningkatkan gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia sekaligus menguji hipotesis dari acara penelitian ini.
2. Untuk mengetahui efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X.
2. Manfaat Penelitian
1. Secara akademis, penelitian ini dibutuhkan menunjukkan bantuan yang positif kepada mahasiswa FISIP khususnya terhadap Departemen Ilmu Komunikasi mengenai dunia Public Relations.
2. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat untuk menguji pengalaman teoritis penulis selama mengikuti studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi.
3. Secara praktis, penelitian ini dibutuhkan bisa menunjukkan santunan aliran terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.


Sumber http://gudangmakalah.blogspot.com

Rabu, 04 Juli 2018

Skripsi Studi Deskriptif Kualitatif Seni Administrasi Komunikasi Humas Dalam Menjalankan Corporate Social Responsibility Bidang Pendidikan Untuk Meningkatkan Pendidikan Masyarakat

(KODE : ILMU-KOM-0072) : SKRIPSI STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS DALAM MENJALANKAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BIDANG PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN PENDIDIKAN MASYARAKAT



BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam perkembangan di masa globalisasi dan persaingan bebas ketika ini, perekonomian nasional yang diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional, pada jadinya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pilar pembangunan perekonomian di Indonesia yang sanggup diharapkan untuk membantu terwujudnya kesejahteraan rakyat yaitu perusahaan.
Keberadaan perusahaan sangat berperan dalam memajukan suatu masyarakat, tempat dan negara. Sehingga sanggup mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak hanya mempunyai kewajiban secara hemat saja, tetapi juga mempunyai kewajiban yang bersifat etis. Adanya suatu moral bisnis yang merupakan tuntunan sikap bagi perusahaan untuk bisa membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang dihentikan dilakukan. Dalam pemenuhan moral dalam berbisnis tersebut, memang tidak hanya profit yang menjadi tujuan utama, tetapi pengembangan masyarakat sekitar juga harus menjadi tujuan utama suatu perusahaan.
Secara teori, Corporate Social Responsibility (CSR) sanggup didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatu perusahaan terhadap para stakeholders-nya, terutama komunitas atau masyarakat di sekitar wilayah kerja dan beroperasinya perusahaan. Magnan & Farel (Susanto, 2007:1) mendefinisikan CSR sebagai "A business acts in socially responsible manner when its decision and account for and balance diverse stakeholder interest". Definisi ini menekankan kepada perlunya menunjukkan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan aneka macam stakeholders yang bermacam-macam dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pelaku bisnis melalui sikap secara sosial bertanggung jawab.
Pelaksanaan CSR di Indonesia, merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan sesuai dengan isi pasal 74 ayat 1 Undang-undang No 40 tahun 2007 wacana Perseroan Terbatas yang menyebutkan bahwa; "Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan." Dengan adanya Undang-undang ini, perusahaan wajib untuk melaksanakannya, sehingga industri dan korporasi berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mempertimbangkan pula faktor lingkungan hidup.
Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi penyangga aturan faktual dan moral bisnis dalam proses mempertahankan keberlangsungan perusahaan. CSR menegaskan bahwa kehadiran perusahaan juga harus memikirkan lingkungan alam dan insan sebagai manifestasi keterlibatannya dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Perusahaan merupakan elemen dari serangkaian elemen kehidupan yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai elemen, perusahaan masuk dalam struktur masyarakat setempat dan berfungsi terhadap elemen-elemen lainnya, dan dengan kesadaran perusahaan tersebut harus sanggup membawa masyarakat lokal (termasuk karyawan perusahaan) menuju kemandirian, tanpa merusak tatanan sosial budaya yang sudah ada. Melalui proses penyesuaian tersebut diharapkan timbul kesejahteraan posisi (yang mengutamakan hak asasi manusia) antara masyarakat lokal, perusahaan, dan pemerintah sebagai bab dari stakeholder dalam kegiatan pembangunan.
Semakin besar perusahaan, tentu akan semakin kompleks pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dihadapi. Begitupun dengan PT X, sebagai salah satu dari bab perusahaan terkemuka, tentu akan lebih banyak mendapat sorotan dari publik. Segala hal yang berada di dalam atau di luar perusahaan tentu selalu menjadi sentra perhatian, sehingga penting dilakukan aneka macam tindakan atau kegiatan yang sekiranya sanggup mengangkat gambaran baik ke dalam ataupun ke luar lingkungan perusahaan. Dalam mengatasi hal tersebut, pada suatu instansi/perusahaan diharapkan bab atau Divisi Humas yang berorientasi pada peningkatan pembangunan dan peningkatan gambaran perusahaan.
Sebagai bab dari lingkungan masyarakat, sudah barang tentu perusahaan melalui Hubungan Masyarakat wajib mempunyai kepedulian dan tanggung jawab sosialnya untuk membantu dilema pendidikan yang terjadi di masyarakat. Permasalahan yang terjadi di masyarakat sekitar PT X, mau tidak mau menjadi tanggung jawab bersama, yang harus dipikul PT X. Dalam hal ini, perlu penyesuaian yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menjaga eksistensi dan kepercayaan masyarakat.
Proses penyampaian pesan dari perusahaan selaku komunikator kepada masyarakat sebagai komunikan menjadi kajian menarik dalam taktik komunikasi yang dijalankan Hubungan Masyarakat untuk meraih tujuan bersama melalui pesan-pesan yang disampaikan. Bagaimana acara ini direncanakan, ditetapkan, dilaksanakan dan dievaluasi, siapa saja yang terlibat dan balasan masyarakat dari acara bidang pendidikan ini, merupakan suatu rangkaian dan kegiatan Hubungan Masyarakat dalam taktik komunikasi untuk mengimplementasikan tanggung jawab sosial mereka biar sanggup diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penelitian ini akan melihat pelaksanaan acara CSR Bidang Pendidikan PT X dari kajian komunikasinya dengan melihat lebih dalam mengenai taktik komunikasi dan proses-proses komunikasi yang terjadi di dalam pelaksanaan acara CSR Bidang Pendidikan PT X, melalui tahap managerial-nya. Program tersebut, dipandang sebagai proses komunikasi yang membawa pesan untuk mencapai satu tujuan bersama. Menjadi daya tarik tersendiri manakala dalam hal ini, Divisi SDM & Humas PT X mempunyai pola-pola komunikasi dalam mempersuasi masyarakat di Desa Y sebagai bab dari taktik komunikasi mereka untuk berjalannya acara tersebut.
Dengan melihat apa yang sudah diuraikan diatas, diharapkan melalui penelitian ini didapat suatu gambaran mengenai taktik komunikasi yang dilakukan oleh Divisi SDM & Humas PT X, dalam melaksanakan CSR Bidang Pendidikan. Selain itu, juga untuk mengetahui bagaimana perusahaan menjawab tantangan dari situasi yang terjadi di lingkungan perusahaan, sehingga perusahaan tetap bisa bertahan di tengah masyarakat. Kegiatan yang terpenting dalam hal ini yaitu memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu kasus dan menganalisis situasi untuk mengetahui informasi apa yang sedang terjadi dalam proses komunikasi yang dijalankan dalam acara ini. (Rangkuti, 2006: 14)

B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas sanggup dirumuskan suatu perumusan dilema sebagai berikut:
1. Bagaimana perencanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X?
2. Bagaimana penetapan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X?
3. Bagaimana pelaksanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X dalam peningkatan pendidikan masyarakat di Desa Y?
4. Bagaimana penilaian terhadap CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui perencanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X.
2. Untuk mengetahui penetapan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X.
3. Untuk mengetahui pelaksanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X dalam peningkatan pendidikan masyarakat di Desa Y.
4. Untuk mengetahui dampak/efek dari hasil pelaksanaan acara CSR Bidang Pendidikan PT X terhadap peningkatan pendidikan masyarakat di Desa Y.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dengan adanya penelitian ini adalah:
1. Bagi Peneliti: Dengan melaksanakan penelitian ini, penulis mendapat wawasan dan pengetahuan wacana bidang kehumasan secara pribadi bagaimana kinerja seorang Hubungan Masyarakat di dalam sebuah instansi atau forum dalam menjalankan sebuah acara CSR.
2. Bagi Perusahaan: Dengan melaksanakan penelitian ini, diharapkan sanggup menunjukkan gambaran terang wacana arti pentingnya masyarakat bagi PT X dalam menjaga eksistensi perusahaan melalui kegiatan tanggung jawab sosial/CSR.
3. Bagi Masyarakat: Dengan melaksanakan penelitian ini, diharapkan masyarakat sekitar PT X sanggup mengerti dan memahami wacana eksistensi PT. X di tengah-tengah mereka.


Sumber http://gudangmakalah.blogspot.com

Sabtu, 30 Juni 2018

Skripsi Efek Seni Administrasi Humas Terhadap Gambaran Perusahaan Di Kantor Bank Indonesia

(KODE : ILMU-KOM-0082) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI HUMAS TERHADAP CITRA PERUSAHAAN DI KANTOR BANK INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berbicara wacana pengertian "Strategi Humas dan Citra Perusahaan" sebagai objek yang diteliti, perlu diperhatikan lebih dahulu mengenai pemahaman istilah strategi. Harold Koontz menjelaskan kata "strategi" berasal dari Bahasa Yunani "strategos" mempunyai makna cara yang berbeda untuk digunakan. Selanjutnya Harold Koontz menjelaskan taktik yakni menganalisa situasi yang terjadi pada ketika kini ini untuk memutuskan target (Koontz Harold, Cyril O’Donnell, 1959 : 88).
Strategi komunikasi antara banyak sekali tingkat dalam organisasi harus konsisten. Seringkali terjadi keputusan strategis yang dibentuk pada tingkat-tingkat yang berbeda kurang dipahami. Oleh sebab itu, kiprah seorang hebat public relations yakni untuk memastikan bahwa konsistensi diterapkan secara menyeluruh. Penerapan menyeluruh ini tidak berarti 'umum' atau 'sama'.
Praktisi humas senantiasa dihadapkan pada tantangan dan harus menangani banyak sekali macam fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu hitam, putih, atau abu-abu. Perkembangan komunikasi tidak memungkinkan lagi bagi suatu organisasi untuk menutup-nutupi suatu fakta. Oleh sebab itu, para personelnya kini jauh lebih dituntut untuk bisa menimbulkan orang-orang lain memahami sesuatu pesan, demi menjaga reputasi atau gambaran forum atau perusahaan yang diwakilinya.
Sekarang ini banyak sekali perusahaan atau organisasi memahami perlunya memberi perhatian yang cukup untuk membangun suatu gambaran yang menguntungkan bagi perusahaan tidak hanya dengan melepaskan diri terhadap terbentuknya suatu kesan publik negatif. Dengan kata lain, gambaran perusahaan yakni fragile commodity (komoditas yang rapuh/mudah pecah). Namun, kebanyakan perusahaan juga meyakini bahwa gambaran perusahaan yang positif yakni esensial, sukses yang berkelanjutan dan dalam jangka panjang (Seitel, 1992 : 193).
Menurut Bill Canton dalam Skatendel (1990) menyampaikan bahwa gambaran yakni kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi). Jadi, gambaran itu dengan sengaja perlu diciptakan biar bernilai positif. Citra itu sendiri merupakan salah satu asset terpenting dari suatu perusahaan atau organisasi (Soemirat, Soleh & Ardianto, Elvinaro, 2004 : 111-112).
PR yakni salah satu metode komunikasi untuk membuat gambaran positif dari kawan organisasi atas dasar menghormati kepentingan bersama. Citra perusahaan dalam hal ini yakni gambaran dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan gambaran atas produk dan pelayanan saja. Citra perusahaan ini terbentuk oleh banyak hal.
Perusahaan-perusahaan yang mempunyai reputasi bagus, umumnya menikmati enam hal. Pertama, hubungan yang positif dengan para pemuka masyarakat. Kedua, hubungan positif dengan pemerintah setempat. Ketiga, resiko krisis yang lebih kecil. Keempat, rasa pujian dalam organisasi dan di antara khalayak sasaran. Kelima, saling pengertian antara khalayak sasaran, baik internal maupun eksternal. Dan terakhir, meningkatkan kesetiaan para staf perusahaan (Anggoro, M. Linggar, 2000 : 67).
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam kaitannya dengan sejarah perjalanan bangsa telah mengalami banyak sekali perubahan. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1953 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1953, maka Bank Indonesia tidak hanya bertindak sebagai Bank Sentral yang dengan tugasnya sebagai Bank Sirkulasi tetapi juga sebagai Bank Komersil hingga dengan selesai tahun 1965. Dalam rangka upaya penataan perekonomian dan perbankan nasional maka secara murni sebagai Bank Sentral yang kiprah utamanya mendorong kelancaran pembangunan. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999 wacana Bank Indonesia memutuskan Bank Indonesia sebagai Lembaga Negara yang Independen di bidang tugasnya berada di luar pemerintahan dan forum lainnya.
Tidak semua karya gemilang yang sanggup dihasilkan oleh PRO/humas merupakan pembangunan gambaran perusahaan di mata khalayak target maupun masyarakat luas. Bahkan sebaliknya di tangan Public Relations yang jelek dan lemah visinya, jadinya bisa nol dan bahkan juga terjadi minus. Bukannya akan membentuk gambaran baik bagi perusahaan malah sebaliknya kehilangan gambaran sebab merosotnya kepercayaan. Banyak dibuktikan di lapangan, jikalau sudah kehilangan dogma masyarakat, akan sulit untuk meraihnya kembali dan membutuhkan waktu yang usang untuk bisa berhasil kembali.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang problem yang telah dikemukakan di atas, maka sanggup dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut : 
"Apakah taktik humas besar lengan berkuasa terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X ?"

C. Pembatasan Masalah
Untuk mempertajam lingkup problem yang diteliti, ada beberapa perkiraan yang dianjurkan dalam pembatasan masalah, yaitu : 
1. Studi wacana Pengaruh Strategi Humas Terhadap Citra Perusahaan di Kantor Bank Indonesia X cukup konkret untuk dipecahkan pada ketika kini ini melalui tahapan pengumpulan data, pembagian terstruktur mengenai data, dan analisis data.
2. Studi wacana Pengaruh Strategi Humas Terhadap Citra Perusahaan di Kantor Bank Indonesia X merupakan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk melaksanakan analisis hubungan wacana efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan.
3. Unit analisis dalam penelitian yakni pegawai Kantor Bank Indonesia X. 
4. Dilihat dari letak geografis antara lokasi penelitian dengan daerah tinggal penulis cukup ideal untuk menjamin keberlangsungan penelitian.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 
1. Tujuan Penelitian
Karena penelitian ini ditetapkan sebagai penelitian korelasional, maka tujuannya yakni : 
1. Untuk mengetahui variabel penelitian yang paling besar lengan berkuasa dalam meningkatkan gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia sekaligus menguji hipotesis dari acara penelitian ini.
2. Untuk mengetahui efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X.
2. Manfaat Penelitian
1. Secara akademis, penelitian ini dibutuhkan menunjukkan bantuan yang positif kepada mahasiswa FISIP khususnya terhadap Departemen Ilmu Komunikasi mengenai dunia Public Relations.
2. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat untuk menguji pengalaman teoritis penulis selama mengikuti studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi.
3. Secara praktis, penelitian ini dibutuhkan bisa menunjukkan santunan aliran terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.


Sumber http://gudangmakalah.blogspot.com

Jumat, 15 Juni 2018

Skripsi Studi Deskriptif Kualitatif Seni Administrasi Komunikasi Humas Dalam Menjalankan Corporate Social Responsibility Bidang Pendidikan Untuk Meningkatkan Pendidikan Masyarakat

(KODE : ILMU-KOM-0072) : SKRIPSI STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS DALAM MENJALANKAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BIDANG PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN PENDIDIKAN MASYARAKAT



BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam perkembangan di masa globalisasi dan persaingan bebas ketika ini, perekonomian nasional yang diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional, pada jadinya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pilar pembangunan perekonomian di Indonesia yang sanggup diharapkan untuk membantu terwujudnya kesejahteraan rakyat yaitu perusahaan.
Keberadaan perusahaan sangat berperan dalam memajukan suatu masyarakat, tempat dan negara. Sehingga sanggup mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak hanya mempunyai kewajiban secara hemat saja, tetapi juga mempunyai kewajiban yang bersifat etis. Adanya suatu moral bisnis yang merupakan tuntunan sikap bagi perusahaan untuk bisa membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang dihentikan dilakukan. Dalam pemenuhan moral dalam berbisnis tersebut, memang tidak hanya profit yang menjadi tujuan utama, tetapi pengembangan masyarakat sekitar juga harus menjadi tujuan utama suatu perusahaan.
Secara teori, Corporate Social Responsibility (CSR) sanggup didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatu perusahaan terhadap para stakeholders-nya, terutama komunitas atau masyarakat di sekitar wilayah kerja dan beroperasinya perusahaan. Magnan & Farel (Susanto, 2007:1) mendefinisikan CSR sebagai "A business acts in socially responsible manner when its decision and account for and balance diverse stakeholder interest". Definisi ini menekankan kepada perlunya menunjukkan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan aneka macam stakeholders yang bermacam-macam dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pelaku bisnis melalui sikap secara sosial bertanggung jawab.
Pelaksanaan CSR di Indonesia, merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan sesuai dengan isi pasal 74 ayat 1 Undang-undang No 40 tahun 2007 wacana Perseroan Terbatas yang menyebutkan bahwa; "Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan." Dengan adanya Undang-undang ini, perusahaan wajib untuk melaksanakannya, sehingga industri dan korporasi berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mempertimbangkan pula faktor lingkungan hidup.
Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi penyangga aturan faktual dan moral bisnis dalam proses mempertahankan keberlangsungan perusahaan. CSR menegaskan bahwa kehadiran perusahaan juga harus memikirkan lingkungan alam dan insan sebagai manifestasi keterlibatannya dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Perusahaan merupakan elemen dari serangkaian elemen kehidupan yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai elemen, perusahaan masuk dalam struktur masyarakat setempat dan berfungsi terhadap elemen-elemen lainnya, dan dengan kesadaran perusahaan tersebut harus sanggup membawa masyarakat lokal (termasuk karyawan perusahaan) menuju kemandirian, tanpa merusak tatanan sosial budaya yang sudah ada. Melalui proses penyesuaian tersebut diharapkan timbul kesejahteraan posisi (yang mengutamakan hak asasi manusia) antara masyarakat lokal, perusahaan, dan pemerintah sebagai bab dari stakeholder dalam kegiatan pembangunan.
Semakin besar perusahaan, tentu akan semakin kompleks pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dihadapi. Begitupun dengan PT X, sebagai salah satu dari bab perusahaan terkemuka, tentu akan lebih banyak mendapat sorotan dari publik. Segala hal yang berada di dalam atau di luar perusahaan tentu selalu menjadi sentra perhatian, sehingga penting dilakukan aneka macam tindakan atau kegiatan yang sekiranya sanggup mengangkat gambaran baik ke dalam ataupun ke luar lingkungan perusahaan. Dalam mengatasi hal tersebut, pada suatu instansi/perusahaan diharapkan bab atau Divisi Humas yang berorientasi pada peningkatan pembangunan dan peningkatan gambaran perusahaan.
Sebagai bab dari lingkungan masyarakat, sudah barang tentu perusahaan melalui Hubungan Masyarakat wajib mempunyai kepedulian dan tanggung jawab sosialnya untuk membantu dilema pendidikan yang terjadi di masyarakat. Permasalahan yang terjadi di masyarakat sekitar PT X, mau tidak mau menjadi tanggung jawab bersama, yang harus dipikul PT X. Dalam hal ini, perlu penyesuaian yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menjaga eksistensi dan kepercayaan masyarakat.
Proses penyampaian pesan dari perusahaan selaku komunikator kepada masyarakat sebagai komunikan menjadi kajian menarik dalam taktik komunikasi yang dijalankan Hubungan Masyarakat untuk meraih tujuan bersama melalui pesan-pesan yang disampaikan. Bagaimana acara ini direncanakan, ditetapkan, dilaksanakan dan dievaluasi, siapa saja yang terlibat dan balasan masyarakat dari acara bidang pendidikan ini, merupakan suatu rangkaian dan kegiatan Hubungan Masyarakat dalam taktik komunikasi untuk mengimplementasikan tanggung jawab sosial mereka biar sanggup diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penelitian ini akan melihat pelaksanaan acara CSR Bidang Pendidikan PT X dari kajian komunikasinya dengan melihat lebih dalam mengenai taktik komunikasi dan proses-proses komunikasi yang terjadi di dalam pelaksanaan acara CSR Bidang Pendidikan PT X, melalui tahap managerial-nya. Program tersebut, dipandang sebagai proses komunikasi yang membawa pesan untuk mencapai satu tujuan bersama. Menjadi daya tarik tersendiri manakala dalam hal ini, Divisi SDM & Humas PT X mempunyai pola-pola komunikasi dalam mempersuasi masyarakat di Desa Y sebagai bab dari taktik komunikasi mereka untuk berjalannya acara tersebut.
Dengan melihat apa yang sudah diuraikan diatas, diharapkan melalui penelitian ini didapat suatu gambaran mengenai taktik komunikasi yang dilakukan oleh Divisi SDM & Humas PT X, dalam melaksanakan CSR Bidang Pendidikan. Selain itu, juga untuk mengetahui bagaimana perusahaan menjawab tantangan dari situasi yang terjadi di lingkungan perusahaan, sehingga perusahaan tetap bisa bertahan di tengah masyarakat. Kegiatan yang terpenting dalam hal ini yaitu memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu kasus dan menganalisis situasi untuk mengetahui informasi apa yang sedang terjadi dalam proses komunikasi yang dijalankan dalam acara ini. (Rangkuti, 2006: 14)

B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas sanggup dirumuskan suatu perumusan dilema sebagai berikut:
1. Bagaimana perencanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X?
2. Bagaimana penetapan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X?
3. Bagaimana pelaksanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X dalam peningkatan pendidikan masyarakat di Desa Y?
4. Bagaimana penilaian terhadap CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui perencanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X.
2. Untuk mengetahui penetapan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X.
3. Untuk mengetahui pelaksanaan taktik komunikasi CSR Bidang Pendidikan dilaksanakan oleh PT X dalam peningkatan pendidikan masyarakat di Desa Y.
4. Untuk mengetahui dampak/efek dari hasil pelaksanaan acara CSR Bidang Pendidikan PT X terhadap peningkatan pendidikan masyarakat di Desa Y.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dengan adanya penelitian ini adalah:
1. Bagi Peneliti: Dengan melaksanakan penelitian ini, penulis mendapat wawasan dan pengetahuan wacana bidang kehumasan secara pribadi bagaimana kinerja seorang Hubungan Masyarakat di dalam sebuah instansi atau forum dalam menjalankan sebuah acara CSR.
2. Bagi Perusahaan: Dengan melaksanakan penelitian ini, diharapkan sanggup menunjukkan gambaran terang wacana arti pentingnya masyarakat bagi PT X dalam menjaga eksistensi perusahaan melalui kegiatan tanggung jawab sosial/CSR.
3. Bagi Masyarakat: Dengan melaksanakan penelitian ini, diharapkan masyarakat sekitar PT X sanggup mengerti dan memahami wacana eksistensi PT. X di tengah-tengah mereka.


Sumber http://gudangmakalah.blogspot.com

Senin, 11 Juni 2018

Skripsi Efek Seni Administrasi Humas Terhadap Gambaran Perusahaan Di Kantor Bank Indonesia

(KODE : ILMU-KOM-0082) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI HUMAS TERHADAP CITRA PERUSAHAAN DI KANTOR BANK INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berbicara wacana pengertian "Strategi Humas dan Citra Perusahaan" sebagai objek yang diteliti, perlu diperhatikan lebih dahulu mengenai pemahaman istilah strategi. Harold Koontz menjelaskan kata "strategi" berasal dari Bahasa Yunani "strategos" mempunyai makna cara yang berbeda untuk digunakan. Selanjutnya Harold Koontz menjelaskan taktik yakni menganalisa situasi yang terjadi pada ketika kini ini untuk memutuskan target (Koontz Harold, Cyril O’Donnell, 1959 : 88).
Strategi komunikasi antara banyak sekali tingkat dalam organisasi harus konsisten. Seringkali terjadi keputusan strategis yang dibentuk pada tingkat-tingkat yang berbeda kurang dipahami. Oleh sebab itu, kiprah seorang hebat public relations yakni untuk memastikan bahwa konsistensi diterapkan secara menyeluruh. Penerapan menyeluruh ini tidak berarti 'umum' atau 'sama'.
Praktisi humas senantiasa dihadapkan pada tantangan dan harus menangani banyak sekali macam fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu hitam, putih, atau abu-abu. Perkembangan komunikasi tidak memungkinkan lagi bagi suatu organisasi untuk menutup-nutupi suatu fakta. Oleh sebab itu, para personelnya kini jauh lebih dituntut untuk bisa menimbulkan orang-orang lain memahami sesuatu pesan, demi menjaga reputasi atau gambaran forum atau perusahaan yang diwakilinya.
Sekarang ini banyak sekali perusahaan atau organisasi memahami perlunya memberi perhatian yang cukup untuk membangun suatu gambaran yang menguntungkan bagi perusahaan tidak hanya dengan melepaskan diri terhadap terbentuknya suatu kesan publik negatif. Dengan kata lain, gambaran perusahaan yakni fragile commodity (komoditas yang rapuh/mudah pecah). Namun, kebanyakan perusahaan juga meyakini bahwa gambaran perusahaan yang positif yakni esensial, sukses yang berkelanjutan dan dalam jangka panjang (Seitel, 1992 : 193).
Menurut Bill Canton dalam Skatendel (1990) menyampaikan bahwa gambaran yakni kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi). Jadi, gambaran itu dengan sengaja perlu diciptakan biar bernilai positif. Citra itu sendiri merupakan salah satu asset terpenting dari suatu perusahaan atau organisasi (Soemirat, Soleh & Ardianto, Elvinaro, 2004 : 111-112).
PR yakni salah satu metode komunikasi untuk membuat gambaran positif dari kawan organisasi atas dasar menghormati kepentingan bersama. Citra perusahaan dalam hal ini yakni gambaran dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan gambaran atas produk dan pelayanan saja. Citra perusahaan ini terbentuk oleh banyak hal.
Perusahaan-perusahaan yang mempunyai reputasi bagus, umumnya menikmati enam hal. Pertama, hubungan yang positif dengan para pemuka masyarakat. Kedua, hubungan positif dengan pemerintah setempat. Ketiga, resiko krisis yang lebih kecil. Keempat, rasa pujian dalam organisasi dan di antara khalayak sasaran. Kelima, saling pengertian antara khalayak sasaran, baik internal maupun eksternal. Dan terakhir, meningkatkan kesetiaan para staf perusahaan (Anggoro, M. Linggar, 2000 : 67).
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam kaitannya dengan sejarah perjalanan bangsa telah mengalami banyak sekali perubahan. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1953 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1953, maka Bank Indonesia tidak hanya bertindak sebagai Bank Sentral yang dengan tugasnya sebagai Bank Sirkulasi tetapi juga sebagai Bank Komersil hingga dengan selesai tahun 1965. Dalam rangka upaya penataan perekonomian dan perbankan nasional maka secara murni sebagai Bank Sentral yang kiprah utamanya mendorong kelancaran pembangunan. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999 wacana Bank Indonesia memutuskan Bank Indonesia sebagai Lembaga Negara yang Independen di bidang tugasnya berada di luar pemerintahan dan forum lainnya.
Tidak semua karya gemilang yang sanggup dihasilkan oleh PRO/humas merupakan pembangunan gambaran perusahaan di mata khalayak target maupun masyarakat luas. Bahkan sebaliknya di tangan Public Relations yang jelek dan lemah visinya, jadinya bisa nol dan bahkan juga terjadi minus. Bukannya akan membentuk gambaran baik bagi perusahaan malah sebaliknya kehilangan gambaran sebab merosotnya kepercayaan. Banyak dibuktikan di lapangan, jikalau sudah kehilangan dogma masyarakat, akan sulit untuk meraihnya kembali dan membutuhkan waktu yang usang untuk bisa berhasil kembali.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang problem yang telah dikemukakan di atas, maka sanggup dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut : 
"Apakah taktik humas besar lengan berkuasa terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X ?"

C. Pembatasan Masalah
Untuk mempertajam lingkup problem yang diteliti, ada beberapa perkiraan yang dianjurkan dalam pembatasan masalah, yaitu : 
1. Studi wacana Pengaruh Strategi Humas Terhadap Citra Perusahaan di Kantor Bank Indonesia X cukup konkret untuk dipecahkan pada ketika kini ini melalui tahapan pengumpulan data, pembagian terstruktur mengenai data, dan analisis data.
2. Studi wacana Pengaruh Strategi Humas Terhadap Citra Perusahaan di Kantor Bank Indonesia X merupakan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk melaksanakan analisis hubungan wacana efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan.
3. Unit analisis dalam penelitian yakni pegawai Kantor Bank Indonesia X. 
4. Dilihat dari letak geografis antara lokasi penelitian dengan daerah tinggal penulis cukup ideal untuk menjamin keberlangsungan penelitian.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 
1. Tujuan Penelitian
Karena penelitian ini ditetapkan sebagai penelitian korelasional, maka tujuannya yakni : 
1. Untuk mengetahui variabel penelitian yang paling besar lengan berkuasa dalam meningkatkan gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia sekaligus menguji hipotesis dari acara penelitian ini.
2. Untuk mengetahui efek taktik humas terhadap gambaran perusahaan di Kantor Bank Indonesia X.
2. Manfaat Penelitian
1. Secara akademis, penelitian ini dibutuhkan menunjukkan bantuan yang positif kepada mahasiswa FISIP khususnya terhadap Departemen Ilmu Komunikasi mengenai dunia Public Relations.
2. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat untuk menguji pengalaman teoritis penulis selama mengikuti studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi.
3. Secara praktis, penelitian ini dibutuhkan bisa menunjukkan santunan aliran terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.


Sumber http://gudangmakalah.blogspot.com