Tampilkan postingan dengan label Matematika Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2019

Lima Mitos Sesat Seputar Matematika

anyak mitos menyesatkan mengenai matematika Lima Mitos Sesat Seputar MatematikaBanyak mitos menyesatkan mengenai matematika. Mitos-mitos salah ini memberi andil besar dalam membuat sebagian masyarakat merasa alergi bahkan tidak menyukai matematika.

Akibatnya, lebih banyak didominasi siswa kita menerima nilai jelek untuk bidang studi ini, bukan karena tidak mampu, melainkan karena semenjak awal sudah merasa alergi dan takut sehingga tidak pernah atau malas untuk mempelajari matematika. Meski banyak, namun ada lima mitos sesat yang sudah mengakar dan membuat persepsi negatif terhadap matematika.

Mitos pertama,

Matematika ialah ilmu yang sangat sukar sehingga hanya sedikit orang yang atau siswa dengan IQ minimal tertentu yang bisa memahaminya.
Ini terperinci menyesatkan. Meski bukan ilmu yang termudah, matematika bekerjsama merupakan ilmu yang relatif gampang kalau dibandingkan dengan ilmu lainnya.

Sebagai contoh, amati perbandingan soal untuk siswa kelas 6 sebuah SD swasta berikut ini. Soal pertama, Sebutkan 3 tarian khas kawasan Kalimantan Tengah. Soal kedua, Sebuah lingkaran dibagi menjadi tiga buah juring dengan perbandingan masing-masing sudut pusatnya ialah 2 : 3 : 4, maka hitung besar masing-masing sudut sentra juring-juring tersebut

Ternyata, persentase siswa yang menjawab benar soal kedua lebih besar dibandingkan persentase siswa yang menjawab benar soal pertama. Tanpa ingin mengundang perdebatan, referensi di atas menunjukkan, bahwa matematika bukanlah ilmu yang sangat sukar.

Soal matematika terasa sulit bagi siswa-siswa kita karena mereka tidak memahami konsep bilangan dan konsep ukuran secara benar semasa di sekolah dasar. Jika konsep bilangan dan ukuran dikuasai, maka pekerjaan menganalisis dan menghitung menjadi hal yang gampang dan menyenangkan.

Mitos kedua,

Matematika ialah ilmu hafalan dari sekian banyak rumus.
anyak mitos menyesatkan mengenai matematika Lima Mitos Sesat Seputar Matematika
Mitos ini membuat siswa malas mempelajari matematika dan alhasil tidak mengerti apa-apa ihwal matematika. Padahal, sejatinya matematika bukanlah ilmu menghafal rumus, karena tanpa memahami konsep, rumus yang sudah dihafal tidak akan bermanfaat.

Sebagai contoh, ada soal berikut, Benny merakit sebuah mesin 6 jam lebih usang daripada Ahmad.
Jika bahu-membahu mereka sanggup merakit sebuah mesin dalam waktu 4 jam, berapa usang waktu yang diharapkan oleh Ahmad untuk merakit sebuah mesin sendirian ?

Seorang yang hafal rumus persamaan kuadrat tidak akan bisa menjawab soal tersebut apabila tidak bisa memodelkan soal tersebut ke dalam bentuk persamaan kuadrat. Sesungguhnya, hanya sedikit rumus matematika yang perlu (tapi tidak harus) dihapal, sedangkan sebagian besar rumus lain tidak perlu dihafal, melainkan cukup dimengerti konsepnya.

Mitos ketiga,

Matematika selalu bekerjasama dengan kecepatan menghitung.
anyak mitos menyesatkan mengenai matematika Lima Mitos Sesat Seputar Matematika
Memang, berhitung ialah bab tak terpisahkan dari matematika, terutama pada tingkat SD. Tetapi, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam matematika. Yang terpenting ialah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan bisa melaksanakan analisis (penalaran) terhadap permasalahan (soal) untuk kemudian mentransformasikan ke dalam model dan bentuk persamaan matematika.

Jika permasalahan (soal) sudah tersaji dalam bentuk persamaan matematika, gres kemampuan menghitung diperlukan. Itu pun bukan sebagai sesuatu yang mutlak, alasannya ialah pada ketika ini telah banyak beredar alat bantu menghitung ibarat kalkulator dan komputer. Jadi, mitos yang lebih sempurna ialah matematika selalu bekerjasama dengan pemahaman dan penalaran.

Mitos keempat,

Matematika ialah ilmu ajaib dan tidak bekerjasama dengan realita.
Mitos ini jelas-jelas salah kaprah, alasannya ialah fakta mengatakan bahwa matematika sangat realistis. Dalam arti, matematika merupakan bentuk analogi dari realita sehari-hari.

Contoh paling sederhana ialah solusi dari Leonhard Euler, matematikawan Prancis, terhadap duduk kasus Jembatan Konisberg. Selain itu, hampir di semua sektor, teknologi, ekonomi dan bahkan sosial, matematika berperan secara signifikan.
anyak mitos menyesatkan mengenai matematika Lima Mitos Sesat Seputar Matematika
Robot cerdas yang bisa berpikir berisikan aktivitas yang disebut sistem pakar (expert system) yang didasarkan kepada konsep Fuzzy Matematika. Hitungan aerodinamis pesawat terbang dan konsep GPS juga dilandaskan kepada konsep model matematika, goneometri, dan kalkulus. Hampir semua teori-teori ekonomi dan perbankan modern diciptakan melalui matematika.

Mitos Kelima,

Matematika ialah ilmu yang membosankan, kaku, dan tidak rekreatif.
Anggapan ini terperinci keliru. Meski balasan (solusi) matematika terasa eksak karena solusinya tunggal, tidak berarti matematika kaku dan membosankan. Walau balasan (solusi) hanya satu (tunggal), cara atau metode menuntaskan soal matematika bekerjsama boleh bermacam-macam.
anyak mitos menyesatkan mengenai matematika Lima Mitos Sesat Seputar Matematika
Sebagai contoh, untuk mencari solusi dari dua buah persamaan, sanggup dipakai tiga cara yaitu, metode subtitusi, eliminasi, dan grafik. Contoh lain, untuk menunjukan kebenaran teorema Phytagoras, sanggup dipergunakan banyak cara. Bahkan berdasarkan pakar matematika, Bana G. Kartasasmita, hingga ketika ini sudah ada 17 cara untuk menunjukan teorema Phytagoras. Solusi matematika yang bersifat tunggal menjadikan kenyamanan karena tegas dan pasti.

Selain tidak membosankan, matematika juga rekreatif dan menyenangkan. Albert Einstein, tokoh fisika terbesar kurun ke-20, menyatakan bahwa matematika ialah senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat populer tersebut. Menurut Einstein, ia menyukai matematika ketika pamannya menjelaskan bahwa mekanisme kerja matematika ibarat dengan cara kerja detektif, sebuah lakon yang sangat disukainya semenjak kecil.

Memang, cara kerja matematika ibarat sebuah games. Mula-mula kita harus mengidentifikasi variabel-variabel atau parameter-parameter yang ada melalui atributnya masing-masing. Setelah itu, laksanakan operasi di antara variabel dan parameter tersebut. Yang paling menyenangkan, dalam melaksanakan operasi kita dibebaskan melaksanakan manipulasi (trik) semau kita semoga hingga kepada solusi yang diharapkan. Kebebasan melaksanakan manipulasi dalam operasi matematika inilah yang menantang dan mengundang keasyikan tersendiri, kolam sedang dalam permainan atau petualangan. Karena itu, tidak mengherankan kalau terkadang kita menjumpai siswa yang asyik menyendiri dengan soal-soal matematikanya.

Simak juga bagaimana matematika disajikan dengan kreatif dalam bentuk gambar, lagu dan puisi
  1. Lagu Matematika: Matematika: Raih Masa Depan Bersamaku
  2. Lagu Matematika: I Love You Matematika I Love You..!
  3. Gambar Matematika: Kreativitas Siswa Tentang Matematika dan Seni
  4. Puisi Matematika: Matematika Jantung Kehidupan

Selain itu, secara intrinsik matematika juga mempunyai angka berupa bilangan lingkaran yang mengandung misteri yang sangat mengasyikkan. Misalnya Anda melaksanakan operasi perkalian maupun pertambahan terhadap dua bilangan tertentu, maka terkadang akan muncul bilangan yang mempunyai bentuk simetri tertentu. Contoh lain, Anda sanggup mengatakan kemahiran menebak dengan sempurna angka tertentu yang telah mengalami beberapa operasi. Bagi yang belum memahami matematika, kemampuan Anda menebak angka dianggap sihir, padahal itu merupakan operasi.

Matematika ialah ilmu yang gampang dan menyenangkan. Karena itu, siapa pun bisa mempelajarinya dengan baik. Untuk itu, kiprah utama kita ialah merobohkan mitos-mitos sesat di sekeliling matematika.

Dengan memahami konsep-konsep matematika maka akan lebih gampang belajarnya. Pahami semua konsepnya, maka rumus matematika yang manapun, apapun itu akan terhafal dengan sendirinya, bahkan untuk membuat rumus cepat atau “the king” katanya akan sangat gampang dilakukan.

Data disadur dari banyak sekali sumber, bila Anda merasa pemilik sebagian atau keseluruhan konten diatas dan keberatan ditampilkan. Anda sanggup menghubungi Admin Blog, dan Admin Blog akan dengan bahagia hati menanggapi seruan Anda. Terima kasih | Admin Blog

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini;
anyak mitos menyesatkan mengenai matematika Lima Mitos Sesat Seputar Matematika


Sumber http://www.defantri.com

Selasa, 08 Januari 2019

Bahasa Matematika

ahasa merupakan suatu sistem yang terdiri dari lambang Bahasa MatematikaBahasa merupakan suatu sistem yang terdiri dari lambang-lambang, kata-kata, dan kalimat-kalimat yang disusun berdasarkan hukum tertentu dan digunakan sekelompok orang untuk berkomunikasi. Dalam tulisannya, Mudjia Rahardjo mengatakan: "Di mana ada manusia, di sana ada bahasa". Keduanya tidak sanggup dipisahkan. Bahasa tumbuh dan berkembang alasannya yaitu manusia. Manusia berkembang juga alasannya yaitu bahasa. Keduanya menyatu dalam segala acara kehidupan. Hubungan insan dan bahasa meruapakan dua hal yang tidak sanggup dinafikan salah satunya. Bahasa pula yang membedakan insan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain.

Dilihat dari segi fungsinya, bahasa mempunyai dua fungsi yaitu: pertama, sebagai alat untuk menyatakan ide, pikiran, gagasan atau perasaan; dan kedua, sebagai alat untuk melaksanakan komunikasi dalam berinteraksi dengan orang lain. Berdasar dua fungsi tersebut, yaitu sesuatu yang tidak mungkin dilakukan bila insan dalam berinteraksi dan berkomunikasi tanpa melibatkan peranan bahasa. Komunikasi pada hakekatnya merupakan proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima. Hubungan komunikasi dan interaksi antara si pengirim dan si penerima, dibangun berdasarkan penyusunan instruksi atau simbol bahasa oleh pengirim dan pembongkaran pandangan gres atau simbol bahasa oleh penerima.

Berkaitan dengan hal ini, sanggup dikatakan bahwa syarat terjadinya proses komunikasi harus terdapat dua pelaku, yakni pengirim dan akseptor pesan, sehingga yang perlu ditekankan selanjutnya yaitu bagaimana cara kita memberikan pesan supaya sanggup berjalan secara efektif.. Dalam hal ini, Badudu (1995), mengemukakan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu:
a). orang yang berbicara;
b). orang yang diajak bicara;
c). situasi pembicaraan apakah formal atau non-formal; dan
d). duduk kasus yang dibicarakan (topik).

Menurut Galileo Galilei (1564-1642), spesialis matematika dan astronomi dari Italia, "Alam semesta itu bagaikan sebuah buku raksasa yang hanya sanggup dibaca kalau orang mengerti bahasanya dan bersahabat dengan lambang dan karakter yang digunakan di dalamnya. Dan bahasa alam tersebut tidak lain yaitu matematika. Berbicara mengenai Matematika sebagai bahasa, maka pertanyaan yang muncul kemudian yaitu dalam sudut pandang mana matematika itu disebut sebagai bahasa, dan apa perbedaan antara bahasa matematika dengan bahasa-bahasa lainnya.

Merujuk pada pengertian bahasa di atas, maka matematika sanggup dipandang sebagai bahasa alasannya yaitu dalam matematika terdapat sekumpulan lambang/simbol dan kata (baik kata dalam bentuk lambang, contohnya ">" yang melambangkan kata "lebih besar atau lebih dari", maupun kata yang diadopsi dari bahasa biasa, contohnya kata "fungsi" yang dalam matematika menyatakan suatu korelasi dengan hukum tertentu antara unsur-unsur dalam dua buah himpunan).

Matematika yaitu bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Simbol-simbol matematika bersifat "artifisial" yang gres mempunyai arti sehabis sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu, makamatematika hanya merupakan kumpulan simbol dan rumus yang kering akan makna. Berkaitan dengan hal ini, tidak jarang kita jumpai dalam kehidupan, banyak orang yang berkata bahwa X, Y, Z itu sama sekali tidak mempunyai arti.

Sebagai bahasa, matematika mempunyai kelebihan bila dibanding dengan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa matematika mempunyai makna yang tunggal sehingga suatu kalimat matematika tidak sanggup ditafsirkan bermacam-macam. Ketunggalan makna dalam bahasa matematika ini, penulis menyebutnya bahasa matematika sebagai bahasa "internasional", alasannya yaitu komunitas pengguna bahasa matematika yaitu bercorak global dan universal di semua negara yang tidak dibatasi oleh suku, agama, bangsa, negara, budaya, ataupun bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari sering mengandung keraguan makna di dalamnya. Kerancuan makna itu sanggup timbul alasannya yaitu tekanan dalam mengucapkannya ataupun alasannya yaitu kata yang digunakan sanggup ditafsirkan dalam banyak sekali arti.

Bahasa matematika berusaha dan berhasil menghindari kerancuan arti, alasannya yaitu setiap kalimat (istilah/variabel) dalam matematika sudah mempunyai arti yang tertentu. Ketunggalan arti itu mungkin alasannya yaitu kesepakatan matematikawan atau ditentukan sendiri oleh penulis di awal tulisannya. Orang lain bebas memakai istilah/variabel matematika yang mengandung arti berlainan. Namun, ia harus menjelaskan terlebih dahulu di awal pembicaraannya atau tulisannya bagaimana tafsiran yang ia inginkan wacana istilah matematika tersebut. Selanjutnya, ia harus taat dan tunduk menafsirkannya ibarat itu selama pembicaraan atau goresan pena tersebut.

Bahasa matematika yaitu bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat kabur, majemuk, dan emosional dari bahasa verbal. Lambang-lambang dari matematika dibentuk secara artifisial dan individual yang merupakan perjanjian yang berlaku khusus suatu permalahan yang sedang dikaji. Suatu obyek yang sedang dikaji sanggup disimbolkan dengan apa saja sesuai dengan kesepakatan kita (antara pengirim dan akseptor pesan). Kelebihan lain matematika dipandang sebagai bahasa yaitu matematika berbagi bahasa numerik yang memungkinkan untuk melaksanakan pengukuran secara kuantitatif. Jika kita memakai bahasa verbal, maka hanya sanggup menyampaikan bahwa Si A lebih elok dari Si B. Apabila kita ingin mengetahui seberapa eksaknya derajat kecantikannya maka dengan bahasa verbal tidak sanggup berbuat apa-apa. Terkait dengan masalah ini maka kita harus berpaling ke bahasa matematika, yakni dengan memakai santunan nalar fuzzy sehingga sanggup diketahui berapa derajat kecantikan seseorang. Bahasa verbal hanya bisa mengemukakan pernyataan yang bersifat kualitatif. Sedangkan matematika mempunyai sifat kuantitatif, yakni sanggup menunjukkan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan penyelesaian duduk kasus secara lebih cepat dan cermat.

Matematika memungkinkan suatu ilmu atau permasalahan sanggup mengalami perkembangan dari tahap kualitatif ke kuantitatif. Perkembangan ini merupakan suatu hal yang imperatif bila kita menghendaki daya prediksi dan kontrol yang lebih tepat dan cermat dari suatu ilmu. Beberapa disiplin keilmuan, terutama ilmu-ilmu sosial, agak mengalami kesukaran dalam perkembangan yang bersumber pada problem teknis dan pengukuran. Kesukaran ini secara sedikit demi sedikit telah mulai sanggup diatasi, dan akhir-akhir ini kita melihat perkembangan yang menggermbiarakan, di mana ilmu-ilmu sosial telah mulai memasuki tahap yang bersifat kuantitaif. Pada dasarnya matematika diharapkan oleh semua disiplin keilmuan untuk meningkatkan daya prediksi dan kontrol dari ilmu tersebut.

Bagi dunia keilmuan, matematika mempunyai tugas sebagai bahasa simbolik yang meungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. Matematika dalam hubungannya dengan komunikasi ilmiah mempunyai perang anda yakni sebagi ratu dan sekaligus sebagai pelayan ilmu. Di satu sisi, sebagai ratu matematika merupakan bentuk tertinggi dari logika, sedangkan di sisi lain, sebagai pelayan matematika menunjukkan bukan saja sistem pengorganisasian ilmu yang bersifat logis namun juga pernyataan-pernyataan dalam bentuk model matematik. Matematika bukan saja memberikan informasi secara terang dan tepat namun juga singkat. Suatu rumus yang jikat ditulis dengan bahasa verbal membutuhkan rentetan kalimat yang banyak sekali, di mana makin banyak kata-kata yang dipergunakan maka makin besar pula peluang untuk terjadinya salah informasi dan salah interpretasi, maka dalam bahasa matematika cukup diulis dengan model yang sederhana sekali. Dalam hal ini, berdasarkan Morris Kline, menambahkan bahwa ciri bahasa matematika yaitu bersifat ekonomis.

Pemodelan matematika merupakan tanggapan dari penyelesaian permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang diselesaikan memakai matematika. Masalah positif dalam kehidupan biasanya timbul dalam bentuk gejala-gejala yang belum terang hakikatnya. Kita masih harus membuang faktor-faktor yang tidak/kurang relevan, mencari data-data dan informasi tambahan, kemudian kita menemukan hakikat duduk kasus sebenarnya. Langkah ini dinamakan sebagai mengidentifikasi masalah. Misalnya seorang pasien tiba ke dokter dengan keluhan kepalanya pusing dan perut sakit. Berdasarkan keluhan itu dokter mengadakan beberapa tes dan dengan pengalaman dan dasar ilmunya, ia akan mengadakan analisis, kemudian menunjukkan diagnosis. Diagnosis inilah merupakan identifikasi masalah. Langkah selanjutnya sehabis mengidentifikasi masalah, maka melalui beberapa pendefinisian diadakan penerjemahan duduk kasus ke bahasa lambang, yaitu matematika. Penerjemahan ini disebut pemodelan matematika. Setelah model matematika jadi, maka dicari alat yang sanggup digunakan untuk menyelesaikannya. Pemodelan inilah yang menjadi kunci dalam penerapan matematika. Memodelkan duduk kasus ke dalam bahasa matematika berarti menirukan atau mewakili objek yang bermasalah dengan relasi-relasi matematis. Istilah faktor dalam duduk kasus menjadi peubah atau variabel dalam matematika. Pada hakikatnya, kerja pemodelan tidak lain yaitu abstraksi dari duduk kasus positif menjadi masalah(model) matematika

Selain sebagai bahasa, matematika juga berfungsi sebagai alat berpikir. Ilmu merupakan pengetahuan yang mendasarkan kepada analisis dalam menarik kesimpulan berdasarkan suatu teladan berpikir tertentu. Menurut Wittegenstein, matematika merupakan metode berpikir yang logis. Berdasarkan perkembangannya maka duduk kasus yang dihadapi nalar makin usang makin rumit dan membutuhkan struktur analisis yang lebih sempurna. Dalam perspektif inilah maka nalar berubah menjadi matematika, sebagaimana yang disimpulkan oleh Bertrand Russell, "matematika yaitu masa kedewasaan logika, sedangkan nalar yaitu masa kecil matematika". Komunikasi yang terjadi dalam matematika sanggup terjadi, di antaranya dalam:
1) Dunia nyata, ukuran dan bentuk lahan dalam dunia pertanian (geometri), banyaknya barang dan nilai uang logam dalam dunia bisnis dan perdagangan (bilangan), ketinggian pohon dan bukit (trigonometri), kecepatan gerak benda angkasa (kalkulus), peluang dalam perjodian (probabilitas), sensus dan data kependudukan (statistika), dan sebagainya.;
2) Struktur abnormal dari suatu sistem, antara lain struktur sistem bilangan (grup, ring), struktur budi budi (Logika Matematika), struktur banyak sekali tanda-tanda dalam kehidupan insan (pemodelan matematika), dan sebagainya; dan
3) Matematika sendiri yang merupakan bentuk komunikasi matematika yang digunakan untuk pengembangan diri matematika. Bidang ini disebut "metamatematika".

Jadi, semenjak awal kehidupan insan matematika itu merupakan alat bantu untuk mengatasi banyak sekali macam permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Baik itu permasalahan yang masih memilki korelasi erat dalam kaitannya dengan ilmu eksak ataupun permasalahan-permasalahan yang bersifat sosial. Peranan matematika terhadap perkembangan sains dan teknologi sudah jelas, bahkan kalu boleh penulis katakan bahwa tanpa matematika, sains dan teknologi tidak akan sanggup berkembang. [Abdul Halim Fathoni]

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Matematika Dapat Mempengaruhi Karakter Kita;
ahasa merupakan suatu sistem yang terdiri dari lambang Bahasa Matematika


Sumber http://www.defantri.com

Jumat, 21 Desember 2018

Merubah Dunia Dengan 'Sifat Operasi Hitung Matematika'

Merubah Dunia Dengan Sifat Operasi Hitung Matematika Merubah Dunia Dengan 'Sifat Operasi Hitung Matematika'Jika Anda pernah mengecap pendidikan di SD [SD] tepatnya sewaktu kelas 4 maka Anda sudah di perkenalkan sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat. Sifat-sifat operasi hitung bilangan bundar itu akan saya ingatkan kembali dengan sederhana.

1. Sifat Komutatif

sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Sifat Komutatif ini berlaku pada operasi penjumlahan dan perkalian.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjumlahan berikut.
$2 + 4 = 6$
$4 + 2 = 6$
Jadi, $2 + 4 = 4 + 2.$
Sifat ibarat ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan perkalian berikut.
$2 × 4 = 8$
$4 × 2 = 8$
Jadi, $2 × 4 = 4 × 2.$
Sifat ibarat ini dinamakan sifat komutatif pada perkalian.

2. Sifat Asosiatif

Pada penjumlahan dan perkalian tiga bilangan bundar berlaku sifat asosiatif atau disebut juga sifat pengelompokan.
Perhatikanlah teladan penjumlahan tiga bilangan berikut.
$(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9$
$2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9$
Jadi, $(2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4)$.
Sifat ibarat ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan teladan perkalian berikut.
$(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24$
$2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24$
Jadi, $(2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).$
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.

3. Sifat Distributif

Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran.
Untuk lebih memahaminya, perhatikanlah teladan berikut.
Contoh 1
Apakah $3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?$
Jawab:
$3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27$
$(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27$
Jadi, $3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)$ dan ini disebut sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan

Contoh 2
Apakah $3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)?$
Jawab:
$3 × (4 – 5) = 3 × (–1) = –3$
$(3 × 4) – (3 × 5) = 12 – 15 = –3$
Jadi, $3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)$ dan ini disebut sifat distributif perkalian terhadap pengurangan.

Apa yang istimewa dari sifat-sifat operasi hitung diatas, yang mau kita tekankan yakni pada sifat operasi hitung diatas yakni persoalan (tanda kurung). Jika dalam operasi hitung terdapat tanda kurung, maka operasi hitung yang di dalamnya dikerjakan paling awal atau yang kita kerjakan pertama yakni yang di dalam kurung. teladan lain sebagai berikut:
$(((((12+8) x 3)-4):2)+5)$
untuk mengerjakan soal diatas, pertama kita ubah $(12+8)$ menjadi 20 sehingga soal menjadi
$(((((20) x 3)-4):2)+5)$
kemudian kita ubah $(20) x 3$ menjadi 60 sehingga soal menjadi
$((((60)-4):2)+5)$
kemudian kita ubah $(60)-4$ menjadi 56 sehingga soal menjadi
$(((56):2)+5)$
kemudian kita ubah $(56):2$ menjadi 28 sehingga soal menjadi
$((28)+5)$
kemudian hingga ke tahap simpulan kita ubah $(28)+5$ menjadi 33.
Hasil simpulan dari soal diatas yakni $33$

Dalam kehidupan ini, kita juga hidup di dalam banyak tanda kurung. Tanda kurung yang pertama yaitu $'diri\ kita'$ kemudian kurung berikutnya $'keluarga'$ kemudian $'kota'$ kemudian $'negara'$ dan $'dunia'$.

$\left( \left( \left( \left( \left(diri\ kita \right )keluarga \right )kota \right )negara \right )dunia \right )$
Kita sebagai seorang insan tidak akan sanggup mengubah dunia tanpa terlebih dahulu mengubah diri kita sendiri dan dalam matematika hal itu sudah diterapkan semenjak kita SD

Cerita Sumber Inspirasi:
“Ketika saya muda, saya ingin mengubah seluruh dunia. Lalu saya sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, kemudian saya putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika saya sadari bahwa saya tidak sanggup mengubah negaraku, saya mulai berusaha mengubah kotaku.
Ketika saya semakin tua, saya sadari tidak gampang mengubah kotaku. Maka saya mulai mengubah keluargaku.
Kini saya semakin renta, saya pun tak sanggup mengubah keluargaku.
Aku sadari bahwa satu-satunya yang sanggup saya ubah yakni diriku sendiri.
Tiba-tiba saya tersadarkan bahwa jikalau saja saya sanggup mengubah diriku semenjak dahulu, saya niscaya sanggup mengubah keluargaku dan kotaku.
Pada risikonya saya akan mengubah negaraku dan saya pun sanggup mengubah seluruh dunia ini.”

Analisa sederhana bahwa konsep matematika diatas sangat baik penerapannya di dalam kehidupan kita, atau Anda punya pendapat yang berbeda, mari berkomentar...

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Matematika Dapat Mempengaruhi Karakter Kita;
Merubah Dunia Dengan Sifat Operasi Hitung Matematika Merubah Dunia Dengan 'Sifat Operasi Hitung Matematika'


Sumber http://www.defantri.com

Matematika Is Bad

ositif dan negatif yang akan kita bahas pada goresan pena ini Matematika Is Bad
Positif dan negatif yang akan kita bahas pada goresan pena ini, pada goresan pena yang lain Merubah Dunia dengan Sifat Matematika, diutarakan kelebihan aturan matematika di dalam kehidupan kita. Sekarang coba kita coba paparkan kelemahan penulisan operasi matematika berakibat jelek pada kehidupan kita.

Pada dikala Sekolah Dasar hingga kini penulisan operasi matematika yaitu sebagai berikut:

5 - 7 = -2
atau
-7 + 5 = -2
Coba kita perhatikan penulisan , bilangan yaitu bilangan faktual dan ketika bilangan faktual ditulis pertama maka tanda tidak akan dituliskan atau dihilangkan.
Tetapi pada , bilangan yaitu bilangan negatif dan ketika bilangan negatif ditulis pertama maka tanda akan dituliskan atau dimunculkan.

Pengaruh pada kehidupan: kita lebih cepat melihat hal-hal yang negatif alasannya yaitu hal-hal yang faktual lebih sering disembunyikan. Jika yang pertama yaitu hal yang baik itu tidak akan terlihat sedangkan bila yang pertama itu hal yang tidak baik niscaya eksklusif terlihat. Akibat aturan matematika diatas kita lebih cepat melihat hal-hal negatif dari orang-orang disekitar kita dan kita kesulitan untuk berpikir positif.

7 - 5 = 2
atau
5 - 7 = -2

Coba kita perhatikan penulisan , bilangan yaitu bilangan faktual dan ketika bilangan faktual bangkit sendiri maka tanda tidak akan dituliskan atau dihilangkan.
Tetapi pada , bilangan yaitu bilangan negatif dan ketika bilangan negatif bangkit sendiri maka tanda akan dituliskan atau dimunculkan.

Pengaruh pada kehidupan: kita menilai seseorang akan lebih condong kearah yang negatif alasannya yaitu yang diperlihatkan pada seseorang ketika ia bangkit sendiri yaitu hal yang negatif, nilai positifnya tidak kelihatan.

45 x [-1] = - 45
atau
[-1] x 45 = - 45

Untuk operasi perkalian disamping, yaitu bilangan postif dan yaitu bilangan negatif. Seberapa besarpun bilangan faktual bila dikalikan dengan bilangan negatif yang sangat kecil jadinya yaitu bilangan negatif.

Pengaruh pada kehidupan: perbuatan faktual kita yang sangat besar atau banyak akan tidak berarti apa-apa dikala kita hanya melaksanakan perbuatan negatif walau hanya satu kali. Bahkan kita sering melupakan jasa orang yang sudah banyak menolong kita hanya alasannya yaitu ia melaksanakan satu kesalahan.

Mungkin ANDA punya fatwa yang berbeda utarakan saja, mari bertukar pendapat.

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
ositif dan negatif yang akan kita bahas pada goresan pena ini Matematika Is Bad


Sumber http://www.defantri.com

Kamis, 20 Desember 2018

Matematika Dan Wanita

 yaitu hari kelahiran Raden Ajeng Kartini dan dijadikan sebagai Hari Kartini di negara ki Matematika Dan Wanita
Hari ini 21 April, yaitu hari kelahiran Raden Ajeng Kartini dan dijadikan sebagai Hari Kartini di negara kita yang tercinta ini. Tulisan ini terinspirasi dari wanita-wanita gigih salah satunya pendekar Wanita kita ini.

Door Duistermis Tox Licht

Door Duistermis tox Licht yang dalam bahasa Indonesia diartikan 'Habis Gelap Terbitlah Terang', itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Banyak dongeng usaha perihal R.A.Kartini ini yang tidak sanggup kita bahas disini secara lengkap.

Saya hanya coba mengambil korelasi antara matematika dan wanita, sebab tidak terbayangkan kehidupan ini tanpa seorang Wanita. Dengan analisa sederhana dan Anda juga melihatnya setiap hari, aku menyampaikan bahwa perempuan itu yaitu raja sekaligus pelayan bagi kita semua.

Pelayan: Tidak bisa kita pungkiri secara umum dikuasai hidup kita ini dilayani oleh seorang wanita, bahkan bukan hanya sewaktu kita kecil dilayani oleh seorang perempuan jikalau sudah cukup umur kitapun semakin membutuhkan pelayan prima seorang wanita.
Raja: Surga berada dibawah telapak kaki ibu, disini beliau kita agungkan layaknya seorang raja.

Sekarang, apakah Anda bisa bayangkan kehidupan ini tanpa matematika? aku sendiri tidak sanggup membayangkan kehidupan ini menyerupai apa seandainya matematika itu tidak ada. Kenapa tidak terbayangkan kehidupan ini tanpa matematika itu menyerupai apa? sebab matematika itu yaitu queen of science, dan queen itu yaitu seorang wanita. Matematika disebut juga dengan sebutan raja sekaligus pelayan bagi ilmu-ilmu yang lain.

Pelayan: Matematika melayani kita dengan membantu kita lebih gampang memahami ilmu-ilmu fisika, kimia, biolgi, ekomomi, geografi dan ilmu yang lainnya.
Raja: Kita tidak akan bisa bisa memahami ilmu-ilmu fisika, kimia dan ilmu lainnya jikalau kita tidak paham matematika sehingga disini matematika layak menyerupai raja dari ilmu pengetahuan yang lain.

Suatu korelasi yang sangat signifikan antara matematika dan wanita.

KONKLUSI/KESIMPULAN:
Jika Anda mengasihi seorang perempuan maka suatu kewajaran Anda juga mengasihi matematika dan jikalau Anda seorang perempuan tetapi tidak mengasihi matematika itu ancaman sebab kalian punya banyak kesamaan. Mari Mencintai Matematika dan Wanita.

Pada final goresan pena yang sedikit ngawur ini aku ucapkan Terimakasih kepada Raden Ajeng Kartini, kami akan selalu mengingat jasa pengorbananmu dan meneruskan perjuanganmu.

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Belajar geogebra dasar, menghitung luas kawasan yang di arsir;
 yaitu hari kelahiran Raden Ajeng Kartini dan dijadikan sebagai Hari Kartini di negara ki Matematika Dan Wanita


Sumber http://www.defantri.com

Senin, 17 Desember 2018

Matematika Dan Harapan

Matematika Dan Harapan mempunyai hubungan yang sangat dekat dan ini sanggup kita simak dari s Matematika Dan HarapanMatematika Dan Harapan mempunyai hubungan yang sangat dekat dan ini sanggup kita simak dari salah satu bahan pokok pelajaran matematika kelasi XI Sekolah Menengan Atas ialah peluang. Pada bahan pokok Peluang kita jumpai Sub bahan pokok yaitu Frekuensi Harapan Suatu Kejadian.

Frekuensi Harapan Suatu Kejadian ialah banyaknya insiden yang dibutuhkan sanggup terjadi pada suatu percobaan.

Dengan rumus dituliskan sebagai berikut:
$ f_{h}(E)= n\ \cdot P(E) $

dengan:
💢 $ f_{h}(E)\ adalah\ Frekuensi\ harapan\ insiden $
💢 $ P(E)\ adalah\ Peluang\ insiden $
💢 $ n\ adalah\ Banyak\ percobaan $

Contoh:
Sebuah dadu bermata 6 dilempar 20 kali. Berapa kali kemungkinan muncul angka genap.
Jawab:
E = Kejadian yang dibutuhkan = Muncul 2, 4 dan 6, maka $n(E) = 3$
S = Kejadian yang mungkin terjadi = Muncul 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, maka $n(S) = 6$

$ P(E)\ = \frac{n(E)}{n(S)}\ =\ \frac{3}{6}\ = 0,5 $

n = Banyak percobaan yang dilakukan = $20$ kali

$ f_{h}(E)= n\ \cdot P(E)\ =\ 20 \cdot 0,5\ =\ 10\ \text{kali} $

Harapan muncul mata dadu genap dari percobaan $20$ kali ialah $10$ kali.

Dari pembagian terstruktur mengenai singkat diatas, matematika juga telah menganjurkan kepada kita semoga kita mempunyai harapan. Setiap kita insan niscaya mempunyai harapan. Jika ANDA tidak mempunyai harapan sebaiknya ANDA berkonsultasi kepada teman, keluarga atau orang yang ANDA anggap besar lengan berkuasa kepada ANDA.

Dari rumus Frekuensi harapan diatas: $ f_{h}(E)= n\ \cdot P(E) $, sanggup kita terapkan dalam kehidupan kita dalam mencapai impian-impian kita.
$ f_{h}(E) $ ialah harapan-harapan yang kita inginkan terjadi,
sedangkan $ P(E)$ ialah peluang harapan kita tersebut terjadi meskipun nilainya sangat kecil dan
$ n $ ialah banyaknya kita melaksanakan percobaan.

Harapan kita akan terjadi apabila kita sering melaksanakan atau mencoba acara yang mengarah pada harapan kita. Karena semakin besar atau sering kita melaksanakan percobaan (pada rumus ialah n) maka harapan kita akan terjadi.

Hal diatas sudah banyak dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita dimana mereka kini meninggalkan sebuah maha karya yang besar dan kekayaan yang berlimpah. Seperti:

Thomas Alva Edison : Ketika ia berhasil menemukan bola lampu.
Kolonel Sanders : Ketika ia memperkenalkan bumbu gorengannya, yang kita kenal kini dengan istilah KFC, dan banyak pola lainnya.

Usaha yang mereka lakukan berhasil pada masa mereka peluangnya sangat kecil, tapi mereka melakuan percobaan dan perjuangan terus menerus bahkan hingga ribuan kali percobaan hingga hasilnya mereka berhasil dan kini harapan mereka sudah kita nikmati.

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini;
Matematika Dan Harapan mempunyai hubungan yang sangat dekat dan ini sanggup kita simak dari s Matematika Dan Harapan


Sumber http://www.defantri.com

Minggu, 16 Desember 2018

Matematika Dan Kekuasaan

orang yang berada pada pucuk pimpinan suatu organisasi ibarat Manajer Matematika Dan KekuasaanOrang-orang yang berada pada pucuk pimpinan suatu organisasi ibarat Manajer, Direktur dan sebagainya, mempunyai kekuasaan dalam konteks mempengaruhi sikap orang-orang yang secara struktural organisator berada di bawahnya.

Sebagian pimpinan menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga bisa menumbuhkan motivasi bawahan untuk bekerja dan melaksanakan kiprah dengan lebih baik. Namun, sebagian pimpinan lainnya tidak bisa menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga kegiatan untuk melaksanakan pekerjaan dan kiprah tidak sanggup dilakukan dengan baik.

Dalam Matematika, ada satu prinsip dasar yang bisa digunakan seorang pimpinan dan sangat elok untuk diterapkan seorang pemimpin, yaitu:
"Memberikan Perlakuan Yang Sama"
Sewaktu di dingklik sekolah kita sering mengerjakan soal Matematika, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi dan mata pelajaran lainnya.

Kita ambil soal yang umum saja, misalnya:
Tentukan nilai p yang memenuhi pada persamaan: 7p + 6 = 2p + 26

Jawab:
Beberapa guru menuntaskan soal 7p + 6 = 2p + 26 dengan menyampaikan "pindahkan 2p kesebelah kiri sehingga berubah tanda menjadi -2p"
Sehingga diperoleh 7p + 6 -2p = 26 kemudian "pindahkan +6 ke sebelah kanan sehingga menjelma -6"
kini bentuknya menjadi:
7p - 2p = 26 - 6
5p = 20
p = 4

Perintah "pindahkan" pada pengerjaan soal diatas kurang tepat, sebaiknya perintah "pindahkan" diganti menjadi "ruas kiri dan kanan menerima perlakuan yang sama" sehingga pengerjaan soal menjadi:

7p + 6 = 2p + 26 [ruas kiri dan ruas kanan menerima perlakuan yang sama yaitu sama-sama dikurangi 2p]
7p + 6 - 2p = 2p + 26 - 2p

5p + 6 = 26 [ruas kiri dan ruas kanan menerima perlakuan yang sama yaitu sama-sama dikurangi 6]
5p + 6 - 6 = 26 - 6

5p = 20 [ruas kiri dan ruas kanan menerima perlakuan yang sama yaitu sama-sama dibagi 5]
5p : 5= 20 : 5

Hasil tamat p = 4, jadi tidak ada lagi istilah "dipindahkan jadi berubah tanda"

Apabila Hukum dasar matematika diatas yaitu "Memberikan Perlakuan Yang Sama" diterapkan oleh pemimpin-pemimpin mungkin roda kepemimpinannya sanggup berjalan dengan baik.

Berikut type-type kekuasaan yang di sadur dari aneka macam sumber:
Dalam pengertiannya, kekuasaan yaitu kualitas yang menempel dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu [a quality inherent in an interaction between two or more individuals]. Jika setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut yaitu pertukaran kekuasaan.

Menurut French dan Raven, ada lima tipe kekuasaan, yaitu :

1.Reward Power
Tipe kekuasaan ini memusatkan perhatian pada kemampuan untuk memberi ganjaran atau imbalan atas pekerjaan atau kiprah yang dilakukan orang lain. Kekuasaan ini akan terwujud melalui suatu insiden atau situasi yang memungkinkan orang lain menemukan kepuasan. Dalam deskripsi konkrit yaitu ‘jika anda sanggup menjamin atau memberi kepastian honor atau jabatan saya meningkat, anda sanggup menggunkan reward power anda kepada saya’. Pernyataan ini mengandung makna, bahwa seseorang sanggup melalukan reward power sebab ia bisa memberi kepuasan kepada orang lain.

Reward Power [kekuasaan penghargaan], yaitu kekuasaan untuk memberi laba positif atau penghargaan kepada yang dipimpin. Tentu hal ini bisa terealisasi dalam konteks bahwa sang pemimpin mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk menyampaikan penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan-arahannya. Penghargaan bisa berupa santunan hak otonomi atas suatu wilayah yang berprestasi, promosi jabatan, uang, pekerjaan yang lebih menantang, dsb.

2.Coercive Power
Kekuasaan yang bertipe paksaan ini, lebih memusatkan pandangan kemampuan untuk memberi eksekusi kepada orang lain. Tipe koersif ini berlaku jikalau bawahan mencicipi bahwa atasannya yang mempunyai ‘lisensi’ untuk menghukum dengan tugas-tugas yang sulit, mencaci maki hingga kekuasaannya memotong honor karyawan. Menurut David Lawless, jikalau tipe kekuasaan yang poersif ini terlalu banyak digunakan akan membawa kemungkinan bawahan melaksanakan tindakan balas dendam atas perlakuan atau eksekusi yang dirasakannya tidak adil, bahkan sangat mungkin bawahan atau karyawan akan meninggalkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Coercive Power [kekuasaan paksa], yakni kekuasaan yang didasari sebab kemampuan seorang pemimpin untuk memberi eksekusi dan melaksanakan pengendalian. Yang dipimpin juga menyadari bahwa apabila beliau tidak mematuhinya, akan ada imbas negatif yang bisa timbul. Pemimpin yang bijak yaitu yang bisa menggunakan kekuasaan ini dalam konotasi pendidikan dan instruksi yang positif kepada anak buah. Bukan hanya sebab rasa senang-tidak senang, ataupun faktor-faktor subyektif lainnya.

3.Referent Power
Tipe kekuasaan ini didasarkan pada satu relasi ‘kesukaan’ atau liking, dalam arti saat seseorang mengidentifikasi orang lain yang mempunyai kualitas atau persyaratan ibarat yang diinginkannya. Dalam uraian yang lebih konkrit, seorang pimpinan akan mempunyai referensi terhadap para bawahannya yang bisa melaksanakan pekerjaan dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan atasannya.

Referent Power [kekuasaan rujukan] yaitu kekuasaan yang timbul sebab karisma, karakteristik individu, keteladanan atau kepribadian yang menarik. Logika sederhana dari jenis kekuasaan ini adalah, apabila saya mengagumi dan memuja anda, maka anda sanggup berkuasa atas saya.

4.Expert Power
Kekuasaa yang berdasar pada keahlian ini, memfokuskan diripada suatu iman bahwa seseorang yang mempunyai kekuasaan, pastilah ia mempunyai pengetahuan, keahlian dan warta yang lebih banyak dalam suatu persoalan. Seorang atasan akan dianggap mempunyai expert power ihwal pemecahan suatu problem tertentu, kalau bawahannya selalu berkonsultasi dengan pimpinan tersebut dan mendapatkan jalan pemecahan yang diberikan pimpinan. Inilah indikasi dari munculnya expert power.

Expert Power [kekuasaan kepakaran], yakni kekuasaan yang menurut sebab kepakaran dan kemampuan seseorang dalam suatu bidang tertentu, sehingga mengakibatkan sang bawahan patuh sebab percaya bahwa pemimpin mempunyai pengalaman, pengetahuan dan kemahiran konseptual dan teknikal. Kekuasaan ini akan terus berjalan dalam kerangka sang pengikut memerlukan kepakarannya, dan akan hilang apabila sudah tidak memerlukannya. Kekuasaan kepakaran bisa terus eksis apabila ditunjang oleh referent power atau legitimate power.

5.Legitimate Power
Kekuasaan yang sah yaitu kekuasaan yang bahwasanya [actual power], saat seseorang melalui suatu persetujuan dan janji diberi hak untuk mengatur dan memilih sikap orang lain dalam suatu organisasi. Tipe kekuasaan ini bersandar pada struktur social suatu organisasi, dan terutama pada nilai-nilai cultural. Dalam tumpuan yang nyata, jikalau seseorang dianggap lebih tua, mempunyai senioritas dalam organisasi, maka orang lain oke untuk mengizinkan orang tersebut melaksanakan kekuasaan yang sudah dilegitimasi tersebut.

Legitimate Power [kekuasaan sah], yakni kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin sebagai hasil dari posisinya dalam suatu organisasi atau lembaga. Kekuasaan yang memberi otoritas atau wewenang [authority] kepada seorang pemimpin untuk memberi perintah, yang harus didengar dan dipatuhi oleh anak buahnya. Bisa berupa kekuasaan seorang jenderal terhadap para prajuritnya, seorang kepala sekolah terhadap guru-guru yang dipimpinnya, ataupun seorang pemimpin perusahaan terhadap karyawannya.

Dari lima tipe kekuasaan di atas mana yang terbaik? Scott dan Mitchell memperlihatkan satu jawaban. Harus dingat bahwa kekuasaan hampir selalu berkaitan dengan praktik-praktik ibarat penggunaan rangsangan [insentif] atau paksaan [coercion] guna mengamankan tindakan menuju tujuan yang telah ditetapkan. Seharusnya orang-orang yang berada di pucuk pimpinan, mengupayakan untuk sedikit menggunakan insentif dan koersif.

Sebab secara alamiah cara yang paling efisien dan hemat semoga bawahan secara sukarela dan patuh untuk melaksanakan pekerjaan yaitu dengan cara mempersuasi mereka. Cara-cara koersif dan insentif ini selalu lebih mahal, dibanding jikalau karyawan secara spontas termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi yang mereka pahami berasal dari kewenangan yang sah [legitimate authority].

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Mengenal salah satu matematikawan Indonesia;
orang yang berada pada pucuk pimpinan suatu organisasi ibarat Manajer Matematika Dan Kekuasaan


Sumber http://www.defantri.com

Jumat, 14 Desember 2018

Empat Sehat Lima Tepat Dalam Matematika

Empat Sehat Lima Sempurna Dalam Matematika Empat Sehat Lima Sempurna Dalam MatematikaMasih ingat slogan "Empat Sehat Lima Sempurna" yang banyak orang telah mengomentari slogan tersebut. "Empat Sehat Lima Sempurna" diciptakan pada tahun 1950-an. Penciptanya yaitu Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo. Slogan "Empat Sehat Lima Sempurna" berisikan lima kelompok, yaitu:
  1. Makanan pokok,
  2. Lauk-pauk,
  3. Sayur-sayuran,
  4. Buah-buahan, dan
  5. Susu.
Sewaktu keluar slogan tersebut kita sangat di anjurkan untuk menjalankan "Empat Sehat Lima Sempurna" diatas, tergantung kita-nya mau atau tidak.

Apa hubungannya dengan matematika, bekerjsama dari bahasa tidak ada korelasi yang signifikan, tetapi sesudah melihat kendala-kelndala siswa-siswa dalam mempelajari matematika mereka tidak menerapkan "Empat Sehat Lima Sempurna Dalam Matematika". Ini mungkin sanggup membantu siswa atau bahkan para guru matematika untuk mempermudah mempelajari matematika itu supaya menjadi pelajaran yang menyenangkan.

Apa saja "Empat Sehat Lima Sempurna Dalam Matematika", saya coba jabarkan:

1. Penjumlahan $(+)$

Penjumlahan merupakan penambahan dua bilangan menjadi suatu bilangan yang merupakan Jumlah. Penambahan lebih dari dua bilangan sanggup dipandang sebagai operasi Penambahan berulang, mekanisme ini dikenal sebagai Penjumlahan Total (summation), yang meliputi juga penambahan dari barisan bilangan tak sampai banyaknya (infinite).

Penjumlahan memiliki sifat Komutatif dan Assosiatif, oleh alasannya yaitu itu urutan penjumlahan tidak menghipnotis hasilnya. Elemen identitas dari penjumlahan yaitu nol (0), disini penambahan sembarang bilangan dengan identitas (nol) akan tidak akan merubah angka tersebut. Selanjutnya elemen bilangan invers dari penambahan yaitu negatif dari bilangan itu sendiri, di sini penambahan suatu bilangan dengan inversnya akan menghasilkan identitas (nol).

2. Pengurangan $(-)$

Pengurangan mencari ‘perbedaan’ antara dua bilangan A dan B (A-B), akhirnya yaitu Selisih dari dua bilangan A dan B tersebut. Bila Selisih bernilai faktual maka nilai A lebih besar daripada B, jikalau Selisih sama dengan nol maka nilai A sama dengan nilai B dan terakhir jikalau Selisih bernilai negatif maka nilai A lebih kecil daripada nilai B.
Pengurangan tidak memiliki sifat baik Komutatif maupun Assosiatif. Oleh alasannya yaitu hal ini, terkadang pengurangan dipandang sebagai penambahan suatu bilangan dengan negatif bilangan lainnya, $a - b = a + (-b)$. Dengan cara penulisan ini maka sifat Komutatif dan Assosiatif akan dipenuhi.

3. Perkalian $(\times)$

Pada pada dasarnya yaitu penjumlahan yang berulang-ulang. Perkalian dua bilangan menghasilkan Hasil Kali (product), sebagai tumpuan $4 \times 3 = 3+3+3+3 = 12$.
Perkalian, dipandang sebagai penjumlahan berulang, tentunya memiliki sifat Komutatif dan Assosiatif. Lebih jauh lagi perkalian memiliki sifat Distributif atas Penambahan dan Pengurangan. Elemen identitas untuk perkalian yaitu satu (1), disini perkalian sembarang bilangan dengan identitas (satu0] akan tidak akan merubah angka tersebut. Selanjutnya elemen bilangan invers dari perkalian yaitu satu-per-bilangan itu sendiri, di sini perkalian suatu bilangan dengan inversnya akan menghasilkan identitas (satu).

4. Pembagian $(\div)$

Pembagian dua bilangan A dan B (A $\div$ B) akan menghasilkan Hasil Bagi (quotient). Sembarang pembagian dengan bilangan nol (0) tidak didefinisikan. Selanjutnya jikalau nilai Hasil Bagi lebih dari satu, berarti nilai A lebih besar daripada nilai B, bilai Hasil Bagi sama dengan satu, maka berarti nilai A sama dengan nilai B, dan terakhir jikalau Hasil Baginya kurang dari satu maka nilai A kurang dari nilai B.
Pembagian tidak bersifat Komunitatif maupun Assosiatif. Sebagaimana Pengurangan sanggup dipandang sebagai perkara khusus dari penambahan, demikian pula Pembagian sanggup dipandang sebagai Perkalian dengan elemen invers pembaginya, sebagai tumpuan $A \div B = A \times \dfrac{1}{B}$. Dengan cara penulisan ibarat ini maka semua sifat-sifat perkalian ibarat Komunitatif dan Assosiatif akan dipenuhi oleh Pembagian.

5. Logika

Setiap kita insan memiliki logika, tetapi kita sering tidak menggunakannya secara maksimal. Kenapa kebijaksanaan saya kategorikan yang melengkapi ke empat unsur di atas, alasannya yaitu dengan kebijaksanaan matematika itu akan menjadi gampang pengerjaannya. Semua rumus atau persamaan dalam matematika menggunakannya hanya dengan logika, mensubstitusikan unsur-unsur yang diketahui dan menghitungnya dengan memakai keempat unsur dasar diatas.

Empat Sehat Lima Sempurna Dalam Matematika yang saya kategorikan menjadi:
  1. Penjumlahan,
  2. Pengurangan,
  3. Perkalian,
  4. Pembagian dan
  5. Logika
Saya tuliskan alasannya yaitu di setiap pembelajaran matematika pada setiap topik pembelajaran yang baru, para siswa tidak kesulitan akan topik pelajarannya seperti: Integral, Differensial, Trigonometri, Program Linier dan sebagainya. Mereka kesulitan di lima hal diatas, semoga goresan pena ini sanggup membantu pembaca yang budiman menciptakan matematika itu menjadi hal yang menyenangkan. Anda memiliki pendapat yang berbeda yaitu suatu kewajaran.

Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini, menciptakan lagu dengan matematika;
Empat Sehat Lima Sempurna Dalam Matematika Empat Sehat Lima Sempurna Dalam Matematika


Sumber http://www.defantri.com

Jumat, 30 November 2018

The Power To Surprise

otivasi siswa atau siapa saja mempelajari sesuatu niscaya ada tujuannya The Power To SurpriseMotivasi siswa atau siapa saja mempelajari sesuatu niscaya ada tujuannya, dan yang Anda pelajari itu di ketika tertentu niscaya Anda tunjukkan kepada orang-orang disekeliling Anda bahwa Anda mampu. Di ketika orang-orang di sekeliling Anda tidak bisa menemukan penyelesaian dari sebuah duduk kasus tetapi Anda bisa menemukan penyelesaiannya, aku yakin Anda menjadi orang yang diperhitungkan dan dihormati.

Banyak hal yang sudah kita pelajari mulai dari SD (SD), SMP ( SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Perguruan Tinggi dan sehabis jawaban akademi tinggi kita tetap banyak berguru di lingkungan kita. Tapi ada hal yang istimewa dari semua jenjang pendidikan ini, mata pelajaran yang selalu dipelajari di semua jenjang pendidikan ini yaitu matematika. Tetapi meski matematika dipelajari di semua jenjang pendidikan, matematika masih menjadi pelajaran yang dibenci oleh siswa pada umumnya. Coba kita hitung-hitung, jikalau kita sudah menuntaskan pendidikan Sekolah Menengan Atas maka kita sudah berguru matematika selama 12 tahun.

Sekarang Anda siapa?
Apakah seorang Ayah, Ibu, Kakak, Abang, Adik, Guru Biologi, Guru Bahasa Indonesia atau siapapun Anda sekarang. Sesuai dengan kegiatan pemerintah Wajib berguru 12 Tahun, berarti Anda setiap harinya bertemu dengan orang-orang yang sedang mempelajari matematika. Orang-orang yang Anda temui setiap hari itu pada umumnya yaitu orang yang kesulitan dalam mempelajari matematika. Anda bisa menjadi orang yang mereka segani dan hormati jikalau Anda bisa membantu mereka, terlebih-lebih jikalau Anda sebagai orang bau tanah atau guru, anak Anda akan lebih membanggakan Anda.

Tulisan ini sangat tidak beraturan, tetapi inilah kelemahan aku yang aku jadikan kelebihan. Menyampaikan sesuatu hal tidak beraturan tetapi Anda mengerti, kalau belum mengerti juga, aku coba sampaikan tujuan dari goresan pena ini. Mari kita pelajari matematika dan menjadikannya the power to surprise.

The Power to surprise terinspirasi dari salah satu iklan di televisi salah satu produk kendaraan beroda empat buatan luar negeri yang mempunyai slogan menyerupai judul di atas. Secara awam, sebab bahasa ingggris aku nol besar, aku mengartikan judul di atas yaitu kekuatan di ketika yang tidak terduga atau Anda punya arti yang lain, tolong aku diberitahu melalui kotak komentar..

Banyak hal yang bisa kita jadikan sebuah kekuatan di ketika yang tidak terduga salah satunya kemampuan bermatematika, Anda mungkin punya cerita tersendiri apa kekuatan yang pernah Anda keluarkan di ketika yang tidak terduga. Anda juga bisa menyebarkan kepada yang lain.

Pernah main game memindahkan air hingga sanggup volume yang diinginkan tapi tidak berhasil menyelesaikannya, simak cara penyelesaiannya;
otivasi siswa atau siapa saja mempelajari sesuatu niscaya ada tujuannya The Power To Surprise


Sumber http://www.defantri.com

Sabtu, 24 November 2018

Pemimpin Dan Wakil Rakyat Yang Tidak Paham Matematika

Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Tidak Paham Matematika Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Tidak Paham MatematikaApakah ada korelasi hubungan matematika dan pemimpin?
Menurut aku matematika memiliki korelasi dengan kehidupan kita ini, bukan alasannya yaitu hitung-hitungan yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita. Pada goresan pena sebelumnya yaitu wacana Matematika Is Bad yaitu pola sederhana prinsip dalam matematika sudah kita terapkan dalam kehidupan kita. Untuk goresan pena kini ini aku lebih fokuskan kepada pemimpin-pemimpin dan wakil-wakil kita yang berada di atas sana, bagaimana Matematika dan Kekuasaan memiliki satu keterkaitan. Di goresan pena Matematika dan Kekuasaan sudah ada dengan sederhana aku hubungkan bahwa prinsip matematika itu baik digunakan dalam kepemimpinan.

Pemimpin dan wakil rakyat kita sering lupa akan prinsip-prinsip matematika. Seandainya mereka paham matematika, keadaan Negara kita yang kita cintai ini tidak akan separah kini ini. Contoh sederhana lainnya lagi yaitu pemimpin dan wakil rakyat kita tidak paham $10 \div 5=2$, mereka menyampaikan $10 \div 5$ tidak lagi sama dengan dua, tetapi jadinya tergantung akad mereka atau akad partai. Di dalam akad ini mereka lebih mementingkan kepentingan golongan, tidak lagi memperhatikan kepentingan rakyat. Tidak usah aku perpanjang lagi alasannya yaitu ‘trio macan 2000’ sudah banyak menjelaskannya.

Saya akhiri goresan pena ini dengan memperlihatkan sebuah lirik lagu untuk kita simak bersama, terlebih kepada mereka yang katanya ‘pemimpin rakyat’ dan ‘wakil rakyat’. Judul lagunya yaitu Revolusi Hati yang dinyanyikan oleh Saykoji.

ayo bangsa indonesia
.....
mari berjalan terus
jangan berhenti
revolusimu belum selesai

Reff:
Kami perlu revolusi
Revolusi hati
Hati para pemimpin yang nuraninya tertatih
Hati perjaka yang semakin fusi mencermati
Batinmu makin letih semangatku hampir mati

kuingat apa yang kupelajari dulu waktu sekolah
guru terangkan jikalau negara dan bangsa kita seolah
miliki idealisme terbaik sumber alam terolah
banyak sekali suku bersatu untuk maju dan mengelola

bangsa yang berpengaruh merdeka dan bertabiat baik
gembira nyanyikan indonesia raya di tiap bait
musyawarah ideal di tiap persoalan terkait
dan susila pancasila dalam hati akrab terjahit

tapi tak kusangka kenyataan menghantam keras
realitas kehidupan bangsa pun mengalir deras
di jaman ini jaman teknologi warta
masih sanggup ada rakyat yang repot cari nasi

semakin bau lihat pejabat yang berdasi
bualan partai politik dan aksinya tak harmonis
saling mencela menghina saling mencari celah
saling menusuk dengan komentar saling membelah

isu terkini kampanye banyak bendera pun dikibarkan
bendera partai semua, merah putihpun ditinggalkan
kepentingan golongan sendiri yang didahulukan
niat dukung calon pemimpin lebih baik kita urungkan

kita butuhkan kestabilan nalar sehat pemimpin
dengar baik baik, pemimpin, bukan pemimpi!
yang dahulukan aktivitas partai dan bukan rakyat
masih ada warga yang mati kelaparan dan jadi jenazah

jikalau kalian tak korupsi, harga tak perlu naik
tagihan listrik, gas, bbm akan lebih baik
di mana keadilan sosial bagi rakyat indonesia
di tengah perang tarif telkomsel, xl, mentari dan esia

yang muda takkan berhasil jikalau pola kalian jelek
tak heran prediksi masa depan kami terpuruk
bidang olahraga ternoda koruptor yang kesenangan
terang banyak atlit kita tak sanggup raih kemenangan

tapi ku takkan berucap tanpa berkaca
tak sedikit jiwa muda indonesia terjajah
oleh buaian mimpi gemerlap di layar beling
hiburan dangkal tanpa nilai yang arahnya terbaca

hai para orang bau tanah tataplah anak kalian
mereka hadapi tantangan berat jaman tanpa kasihan
struktur standar pergaulan kini mati-matian
begitu banyaknya godaan hidup banyak sekali varian

kesucian tak lagi jadi hal utama bagi mereka
bebas dari norma mereka ingin merdeka
jangan salahkan dunia untuk tanggung jawabmu
ingat selalu bahwa titipan tuhanlah anakmu

#MariBermatematika

Matematika sanggup menghipnotis huruf kita, mari kita simak penjelasannya pada video berikut;
Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Tidak Paham Matematika Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Tidak Paham Matematika


Sumber http://www.defantri.com

Kamis, 22 November 2018

Sepuluh Jurusan Paling Gampang Cari Kerja

Senin, 29 Oktober 2018

Matematika Membutuhkan Kejujuran

 Ini bisa menjadi salah satu tips biar lebih cepat memahami matematika yaitu hiduplah deng Matematika Membutuhkan Kejujuran
Matematika Membutuhkan Kejujuran. Ini bisa menjadi salah satu tips biar lebih cepat memahami matematika yaitu hiduplah dengan jujur. Tak jujur, Tak bisa bernalar artinya kalau tak jujur, tak bisa bernalar maka sanggup disimpulkan tak bisa juga bermatematika. Berikut penjelasannya biar lebih terang lagi atau malah tambah tidak jelas.

Sangat ironis melihat eperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada siswa yang mencontek dikala ujian nasional. Keberadaan guru pengawas tak menjadi hambatan. Bahkan, ada sebagian guru maupun pimpinan sekolah justru menyuruh siswa mencontek demi menjaga gambaran baik guru dan ratifikasi sekolah.

Namun, perbuatan tidak jujur bukan monopoli dunia pendidikan. Ketidakjujuran terjadi di banyak sekali bidang, mulai sosial, ekonomi, politik, sampai hukum. Alhasil, mencontek, plagiat, korupsi, menyuap, manipulasi data, berbohong, sampai selingkuh, gampang ditemukan di lingkungan sekitar kita setiap hari.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Neurosains Indonesia yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Taufiq Pasiak, Selasa (23/4), mengatakan, insan berbuat tidak jujur lantaran ingin mencari kenyamanan, kesenangan, dan ketenangan. Usaha mencari kebahagiaan yakni sifat alamiah manusia.

sebagian orang mencari kebahagiaan dengan berlaku tidak jujur. Padahal, kebahagiaan yang diperoleh dengan cara berdusta, manipulatif, sampai berlaku tak amanah itu bersifat sementara dan semu.

Tetapi, sebagian orang mencari kebahagiaan dengan berlaku tidak jujur. Padahal, kebahagiaan yang diperoleh dengan cara berdusta, manipulatif, sampai berlaku tak amanah itu bersifat sementara dan semu.

”Otak insan didesain biar insan berbuat jujur. Tetapi, ada serpihan otak insan yang berperan menciptakan insan berlaku tidak jujur,” katanya.

Saat insan dihadapkan pada hal-hal yang menuntut kejujuran, pikiran sadarnya akan terusik. Proses ini berlangsung di serpihan otak depan yang disebut korteks prefrontalis. Bagian otak ini berperan dalam pengambilan keputusan, termasuk tindakan menimbang, menganalisis, sampai memperhitungkan risiko, baik-buruk, maupun untung-rugi sebuah keputusan atau tindakan.

”Proses pengambilan keputusan sejatinya yakni proses berpikir,” katanya. Dengan berpikir, setiap stimulus yang muncul dipilah dan dipilih terlebih dahulu untuk selanjutnya memikirkan tindakan apa yang akan dilakukan.

Kecepatan proses berpikir untuk pengambilan keputusan berbeda pada setiap orang. Ada yang cepat, namun ada pula yang lambat. Kecepatan berpikir sangat bergantung pada dibiasakan atau tidaknya otak untuk berpikir.

Ada sebagian orang yang tidak bisa memikirkan tindakan yang akan dilakukan atau berpikir dengan tergesa-gesa. Ada pula, orang yang gres berpikir sehabis tindakan dilakukan. Itu menawarkan stimulus yang ada pribadi direspons dengan tindakan spontan yang terkadang bersifat destruktif dan menimbulkan penyesalan.

Tindakan yang diambil tanpa proses berpikir menawarkan kurang berperannya korteks prefrontalis. Bagian otak yang lebih mendominasi pengambilan keputusan yang tergesa-gesa yakni sistem limbik di otak serpihan tengah. Sistem limbik mengatur hal-hal terkait emosi, menyerupai rasa takut, cemas, atau khawatir.

Karena emosi lebih mengemuka dalam pengambilan keputusan, tindakan yang diambil yakni hal-hal yang menenangkan dan menyenangkan emosi saja, tindakan untuk bertahan hidup semata, dan tidak memperhitungkan efek jangka panjang.

Saat berbuat jujur, otak akan mengeluarkan serotonin dan oksitosin, zat kimia pengirim sinyal (neurotransmitter) yang menciptakan insan merasa nyaman, tenang, lega, dan bahagia.

Adapun dikala berlaku tidak jujur, neurotransmitter yang muncul yakni kortisol yang menciptakan insan merasa bersalah, stres, tertekan, waswas, dan tidak nyaman. Ini yang menciptakan orang yang berbuat tidak jujur selalu diliputi ketakutan jikalau kebohongannya terungkap.

Evolusi Otak

Menurut Taufiq, otak serpihan depan insan dan korteks prefrontalis yakni serpihan otak yang berkembang paling selesai dalam evolusi otak makhluk hidup, sampai disebut neokorteks. Otak banyak sekali hewan mayoritas oleh otak serpihan tengah (tempat sistem limbik) dan otak belakang yang disebut paleokorteks.

Kondisi ini menciptakan nilai kejujuran hanya ada pada manusia. Dominasi otak serpihan tengah dan otak serpihan belakang pada hewan menciptakan keputusan yang diambil hewan hanya dipakai untuk bertahan hidup, tidak memperhitungkan benar atau salah.

”Karena kemampuan berpikirlah insan disebut Homo sapiens yang artinya makhluk yang bijaksana,” katanya.

Karena sudah ada dalam otak manusia, insan tak perlu diajarkan kejujuran lebih dulu untuk berbuat jujur. Kejujuran, berdasarkan Taufiq yang juga pendiri Center for Neuroscience Health and Spirituality Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, tidak berkaitan dengan pedoman agama. Ini menciptakan insan yang tidak beragama atau tidak percaya Tuhan juga bisa berbuat jujur.

”Agama memperpendek proses pembelajaran perihal kejujuran dan menawarkan apa dan bagaimana kejujuran itu,” katanya. Sebelum ada agama, insan harus berusaha keras menjelaskan apa itu kejujuran dan dusta lantaran keduanya merupakan hal-hal yang bersifat abstrak.

Meski kejujuran yakni bawaan manusia, tidak ada seseorang yang tidak pernah berbohong. Karena itu, bohong besar jikalau ada orang mengaku tidak pernah berbohong. Dalam hidup setiap manusia, selalu ada hal-hal yang mengganggu kenyamanan dan sifat alamiah insan selalu ingin mempertahankan kenyamanan itu, kalau perlu berbuat tidak jujur.

Dalam nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, ada ketidakjujuran yang bisa ditoleransi yang dikenal dengan istilah bohong putih (white lie). Tindakan itu biasanya dilakukan untuk melindungi atau mencapai tujuan yang lebih besar.

Mencontek atau menyuruh siswa mencontek, memanipulasi anggaran, atau berbohong dengan dalih melindungi institusi tertentu tidak termasuk bohong putih lantaran dalam jangka panjang perbuatan itu mempunyai daya rusak yang hebat.

Secara terpisah, dosen psikologi motivasi di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Bagus Riyono mengatakan, ketidakjujuran disebabkan tidak adanya kearifan dalam bertindak. Akibatnya, tindakan yang diambil lebih banyak didasari atas kepentingan sementara, kepentingan pribadi atau golongan, impian berlebih terhadap materi, atau pengakuan orang lain. Kepentingan jangka panjang maupun kepentingan yang lebih besar pun terabaikan.

Pendidikan

Upaya membentuk insan yang jujur sanggup dimulai dari pendidikan yang mengedepankan logika siswa. Hal itu lantaran kejujuran terkait dengan kemampuan berpikir atau menalar. Kemampuan berpikir logis akan merangsang dan membiasakan korteks prefrontalis siswa aktif bekerja.

”Selama sistem pendidikan Indonesia masih mengutamakan kemampuan menghafal dan abai dengan menalar, maka koruptor gres akan terus bermunculan,”

”Selama sistem pendidikan Indonesia masih mengutamakan kemampuan menghafal dan abai dengan menalar, maka koruptor gres akan terus bermunculan,” kata Taufiq.

Otak bersifat plastis alias gampang dibentuk. Struktur otak sanggup berubah jawaban kondisi lingkungan yang berubah. Karena itu, jikalau kemampuan menalar tidak dibangun, proses pengambilan keputusan yang mendorong berbuat jujur juga tidak akan berkembang.

Bagus menambahkan, kemampuan logika saja tidak cukup untuk membangun kejujuran. Perbuatan jahat juga bisa dicarikan klarifikasi logisnya. Pendidikan yang mengedepankan kemampuan bernalar juga harus diikuti pemahaman mengenai perspektif yang benar perihal hidup dan hakikat kehidupan.

Kearifan, perspektif hidup, dan hakikat kehidupan seharusnya sanggup diperoleh siswa melalui pendidikan agama. Namun, Bagus yang juga Wakil Ketua Asosiasi Psikologi Islami menilai, pendidikan agama di Indonesia masih menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat ritual, bukan membangun spiritual siswa.

”Pendidikan agama masih berorientasi pada problem syariat atau aturan agama, belum menyentuh hakikat atau hal-hal di balik syariat,” kata Bagus. [kompas.com]

Begitulah matematika sangat besar lengan berkuasa pada kehidupan kita, untuk mempelelajarinya saja membutuhkan kejujuran.

Matematika sanggup mensugesti abjad kita, mari kita simak penjelasannya pada video berikut;
 Ini bisa menjadi salah satu tips biar lebih cepat memahami matematika yaitu hiduplah deng Matematika Membutuhkan Kejujuran


Sumber http://www.defantri.com

Sabtu, 27 Oktober 2018

Teorema Pythagoras Yang Terlupakan Dan Tidak Diajarkan Pada Kurikulum Sekolah

Teorema Pythagoras Keren Yang Tidak Diajarkan Di Kurikulum Teorema Pythagoras Yang Terlupakan dan Tidak Diajarkan pada Kurikulum Sekolah
Teorema Pythagoras Yang Terlupakan dan Tidak Diajarkan pada Kurikulum Sekolah. Teorema Pythagoras yang kita kenal selama ini ialah teorema yang berlaku pada segitiga siku-siku yaitu kuadrat panjang sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat panjang dari dua sisi lainnya. Pada segitiga siku-siku sisi miring di sebut juga hipotenusa dan merupakan sisi yang terpanjang dari sisi yang lainnya.
Dari segitiga $ABC$ yang siku-siku di $C$ ibarat gambar, teorema pythagoras dengan memakai simbol sanggup kita tulisakan sebagai berikut:

$ AB^{2}=AC^{2}+BC^{2}$

Di segitiga ABC sisi $ AB$ sanggup disebut sisi $ c$, sisi $ AC$ sanggup disebut sisi $ b$ dan sisi $ BC$ sanggup disebut sisi $ a$.

Sehingga teorema pythagoras sanggup kita tulis menjadi: $ c^{2} = a^{2}+b^{2}$

Teorema pythagoras ini juga sanggup kita pakai untuk pembuktian apakah sebuah segitiga merupakan segitiga siku-siku atau tidak. Apabila sisi segitiga itu sanggup memenuhi "kuadrat panjang sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat panjang dari dua sisi lainnya" maka segitiga itu ialah segitiga siku-siku.

Pada Segitiga siku-siku, kuadrat panjang sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat panjang dari dua sisi lainnya.
___pythagoras

Tetapi teorema pythagoras yang dilupakan itu bukanlah yang kita sebutkan diatas, lantaran teorema diatas masih diberitahukan kepada bawah umur semenjak SD bahkan hingga perguruan tinggi tinggi. Berikut teorema-teorema pythagoras yang jarang kita dengar dan bahkan ada yang tidak pernah kita dengar sama sekali sehingga kita katakan "Teorema Pytagoras Yang Dilupakan". Teorema pythagoras yang dilupakan ini bermanfaat di dalam kehidupan kita sebagai motivasi atau contoh dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.
___pythagoras

jika engkau ingin hidup senang, maka hendaklah engkau rela di anggap sebagai tidak cendekia atau di anggap orang bodoh.
___pythagoras

Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu
___pythagoras

Jangan sekali-kali percaya pada kasih sayang yang tiba tiba-tiba, lantaran beliau akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula.
___pythagoras

Jangan membanggakan apa yang kau lakukan hari ini, alasannya ialah engkau tidaka akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok
___pythagoras

Sebuah tong yang berisi ilmu pengetahuan belum tentu nilainya sama dengan budi walaupun hanya setetes.
___pythagoras

Sebaiknya Anda menentukan jiwa yang berpengaruh daripada sekadar badan yang kuat.
___pythagoras

Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi ialah yang hatinya sanggup terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga beliau tidak membutuhkan mediator antara dirinya dengan Tuannya itu.
___pythagoras

Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.
___pythagoras

Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, beliau tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.
___pythagoras

Semoga sanggup menambah pengetahuan kita wacana pythagoras.

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Bagaimana mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses;
Teorema Pythagoras Keren Yang Tidak Diajarkan Di Kurikulum Teorema Pythagoras Yang Terlupakan dan Tidak Diajarkan pada Kurikulum Sekolah


Sumber http://www.defantri.com

Rabu, 17 Oktober 2018

Belajar Matematika Dari Kerusuhan Lp Tanjung Gusta

Belajar Matematika dari Kerusuhan LP Tanjung Gusta Belajar Matematika dari Kerusuhan LP Tanjung GustaSaling melempar tanggung jawab ketika terjadi duduk kasus bukanlah perilaku seorang pemimpin. Kerusuhan LP Tanjung Gusta kita jadikan pembelajaran untuk membenahi atau perbaikan di LP lainnya lantaran aturan sebab-akibat atau aksi-reaksi itu niscaya ada. Hanya duduk kasus waktu kapan akan muncul ke permukaan sebab-akibat atau aksi-reaksi itu lantaran intinya tingkat kesabaran insan ada batasnya. Secara kecerdikan juga bisa kita sanggup bahwa sebuah kerusuhan massa yang besar mustahil hanya lantaran sakit hati sehari. Jangan terlalu serius ceritanya mari kita lihat kerusuhan LP Tanjung Gusta dari sisi yang berbeda.

Berawal dari kerusuhan LP Tanjung Gusta kemarin, dikabarkan di beberapa surat kabar di Indonesia, diantaranya:

☛ http://berita.plasa.msn.com/ dan http://www.jpnn.com/ menuliskan...
Sementara itu, anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari mengatakan, kondisi kelebihan kapasitas sekitar 300 persen mengakibatkan pertikaian antar narapidana.

☛ http://regional.kompas.com/ menuliskan...
Kanwil Kemhuk dan HAM sebelumnya niscaya sudah mengetahui kapasitas lapas lebih dari 247 persen dan minim fasilitas. "Jelas ini sudah tidak sesuai dengan daya tampung napi di lapas, dan yang bertanggung jawab penuh terhadap kondisi dan keadaan ini yaitu Menkumham dan Kanwil Depkumham Sumut," ucap Khaidir. [Wakil Direktur LBH Medan Muhammad Khaidir F Harahap SH].

☛ http://www.gatra.com/ menuliskan...
"Memang Lapas kami di kota besar ada over penghuni," kata Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia [Wamenkum HAM], Denny Indrayana, Kamis malam, [11/7]. Lapas Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara itu, ketika ini dihuni 2.600 orang atau 270% melebihi daya tampung maksimalnya yang hanya untuk 1.500 narapidana.

☛ http://nasional.kompas.com/ menuliskan...
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengakui bahwa Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memang kelebihan kapasitas. Jumlah narapidana yang mendekam di lapas tersebut terhitung 11 Juli 2013 sekitar 2.600 orang. Jumlah ini, berdasarkan Denny, melebihi kuota hingga 247 persen dari kapasitas maksimal lapas yang seharusnya hanya 1.054 narapidana.

☛ http://www.republika.co.id/ menuliskan...
Namun, dari catatan terbaru per Kamis 11 Juni 2013, Lapas tersebut sekarang menampung sekitar 247 persen lebih banyak dari seharusnya. Artinya Lapas Kelas I Medan ini total berpenghuni sebanyak 2.600 narapidana.

☛ http://www.metrotvnews.com/ menuliskan...
Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy mengungkap dua penyebab terjadinya kerusuhan di LP Tanjung Gusta, Medan, Kamis [11/7]. Kelebihan kapasitas berdasarkan Tjatur tak boleh melebihi seratus persen. Namun kenyataannya, kelebihan kapasitas di LP terkait mencapai 247%.

Dari banyak sekali pemberitaan media diatas, orang-orang yang memiliki jabatan penting di negara kita ini mulai dari wakil menteri hingga Anggota dewan perwakilan rakyat tidak paham dengan matematika. Apa yang perlu diperbaiki yaitu data dan laporan kemasyarakat biar masyarakat Indonesia tidak ikutan salam dalam bermatematika.

Kapasitas LP Tanjung Gusta yaitu 1.054 orang dan dihuni 2600 orang sehingga kelebihan kapasitas yaitu 1.546 orang dan bila dibentuk dalam persentase yaitu 146,7% atau sekitar 147%. Apa yang diberitakan media dan mereka yang menyampaikan dirinya wakil menteri apalagi wakil rakyat kurang sempurna bahwa kelebihan kapasitas LP Tanjung Gusta 247%.

Dengan melihat citra sederhana ini, beberapa tahun terakhir ini di meja kerjanya Bapak Presiden SBY banyak data yang salah lantaran kemampuan para menteri dan wakil rakyat yang salah dalam bermatematika. Akibatnya Bapak Presdiden salah dalam mengambil keputusan lantaran data yang masuk sudah salah. Kesalahan dalam mengambil keputusan berakibat ke perbaikan yang kurang sempurna sehingga perkembangan negara akan jalan di kawasan atau malah mengalami kemunduran.

Semoga pemerintah mau terus berguru 😊

Terimakasih kepada Drs.Mujib Wiyono, Bapsol Cynkmoe, Tarutpatni Budi Lestari atas balasan 150% dari soal yang kami sajikan, yaitu: "Sebuah kapal bahari maksimal sanggup mengangkut penumpang 100 orang. Saat ini kapal diketahui mengangkut penumpang 250 orang. Berapa persenkah kelebihan penumpang ketika ini???".

Suka matematika tapi tidak kenal dengan Bapak Hendra Gunawan kurang seru, yuk mengenal salah satu matematikawan Indonesia melalui video berikut;
Belajar Matematika dari Kerusuhan LP Tanjung Gusta Belajar Matematika dari Kerusuhan LP Tanjung Gusta


Sumber http://www.defantri.com